Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Kita

Kita sama sama menanam bunga. Menyemai sama namun tak serupa. Petak kita bukan berarti terbagi dua. Hanya saja berbelah berdamping searah tumbuh bersama sama. Kita sama berharap hujan kan? Tentang karunia yang menyejukkan. Hujan buat kita tidak akan bertukar. Kita telah siapkan gelas gelas kaca. Menengadah pada curahan bumantara. Kita bukan peracik kata kata. Kita hanya bersepakat untuk menanam bunga. Mendampinginya dengan cinta, juga cerita. Kita tidak sedang berjanji akan mewadahi pelangi. Kita akan melukisnya, tak peduli suara suara bertanya bagaimana. Kita berusaha, menanam bunga. Mencairkan sekerat pelangi lukisan kita sendiri. Membalurkannya pada bunga bunga kita. Kita memilih bunga. Sebab bunga lebih dahulu memilih kita. Sebab ia telah mengalahkan air mata. Sebab ia menundukkan angkara. Sebab ia melunakkan kita. Kita menanam bunga, pada petak masing masing, dengan cerita bersama sama Y300816K Kepada: Para Penanam Bunga

Racun

Seorang menumpahkan racun dalam gelasnya. Berharap kekasihnya mati. Tapi ia takut nanti jadi sendiri. Lalu ia meminum isi gelasnya. Meninggalkan dunia dan kekasihnya yang fana. Y040716K 

Kepekaan terhadap Ketidakberkahan

Nak, tidak semua orang berkesempatan dapat memiliki kepekaan terhadap ketidakberkahan atas apa yang ia kerjakan. Maka beruntunglah mereka yang berkesempatan atas itu. Tapi, semakin sedikitlah mereka yang dengan kepekaannya itu lantas berani mengambil keputusan untuk meninggalkan yang tidak berkah itu. Mengganti haluannya, menuju apa yang lebih disetujui oleh suara hatinya. Y100516K

Sebentuk Terimakasih yang Entah Akan Terterima atau Sebatas pada Sebuah Kasih

Dengan apa apa yang terjadi beberapa bulan terakhir, sepertinya aku dapat memilih untuk menyimpulkan bahwa salah satu sumber bahagiaku adalah kau. Penawar berat hatiku dalam menghadapi hari hari disini adalah kau. Entahlah, bagaimana bisa kau selalu punya cara untuk mengajakku bicara menuntaskan segala lara. Aku tak pernah mengira bahwa rangkai kata yang sempat meretas berwaktu lalu kini masih dapat kita pererat kembali. Izinkan aku untuk punya kesempatan berterimakasih atas semuanya. Meskipun aku sama sekali tak tahu apakah kau dapat menerimanya. Y110816K

Yes, memories stay. . .

Honestly, I don't clearly remember whether this is my past room or not. Even I fully forget where the bathroom is that I have to ask the cleaning service. I admit that my spatial memory is not really good. However, I don't know why, every step here brings me bunch of bursting memories of 4 years ago. T100816G ^yuhuuu new edition of titimangsa :')

Kesempatan, kesempatan. . .

Apakah aku termasuk seorang dengan prinsip 'selagi ada kesempatan, ambil saja' ? Hmm sepertinya cenderung tidak, karena pada dasarnya aku pengkhawatir. Bahkan akutnya: melewatkan kesempatan sebab terlalu banyak pertimbangan dan kurangnya keberanian untuk mengambil risiko dalam mencoba hal-hal baru. Kemarin seorang kawan bertanya, biasanya apa yang berhasil membuatku mengambil kesempatan. Rupanya jawabku: keterpaksaan. Selama ini, setinggi apapun antusiasmeku kadang masih dikalahkan oleh rasa ragu. Namun dengan keterpaksaan dan ketiadaan kuasa untuk menolak, kesempatan-kesempatan yang hadir dapat kusambut dengan tangan terbuka. Y090816K

#randomthought[2]

Mbak A: ih, kok dia keliatan tua sih? *menghadapkan layar telepon pintarnya ke mbak di sebelahnya* Mbak B: biarin, lagian aku juga nggak cantik-cantik amat Hmm kecocokan tidak melulu muncul dari fisik yang menawan yakan mbak B? Banyak pasangan tuna netra, tak bisa melihat rupa pendamping hidupnya, tapi tetap langgeng hingga akhir hayatnya. *Hasil nguping pembicaraan penumpang TJ. Ehalah, ikutan komen segala pula Ehehe maapken yah mbak-mbak :"D Y080816K