Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Ceritera Bumantara

Ceritera Bumantara Langit kali ini bersih. Kuning penuh seluruh. Tanpa saputan pun tumpukan gemawan. Desir kelemahlembutan anginnya tak jemu membelai, meniup-niup, menebar aroma musim kali ini. Serombongan pengunduh kamboja, penyadap siongka, petani mina, pelajar sastra, bergantian ditangkapi jala mata Aida. Sayang, adegan-adegan itu hanya dapat dipandanginya dari balik kaca bis yang semakin dingin. Dipikirkannya banyak hal. Masa lalunya, masa sekarangnya, dan masa depannya. Hampir sampai ia ke apa yang dikata orang surga perantau. Kampung halaman. “Apakah memang surga?” gumamnya sambil menggurat bebas, menggangui bulir-bulir embun yang merayap-rayap di kaca. Tak dihiraukannya pengamen di barisan depan. Dikenangnya dulu kecil, berlarian menginjak-injak tanah basah, terpalit lumpur, ikut terendam gembira saat panen lele tiba. Bermain kepul asap di belakang rumah. Baru pulang saat ulat bulu iseng menempel di punggung kawannya. Ah, itu sudah jauh tertinggal di belakang. Kini u...

Terimakasih Banyak :)

". . . Adalah menyedihkan saat kita berbahagia tapi tak ada tempat untuk mengungkapkannya Adalah menyesakkan saat kita bersedih tapi tak ada tempat untuk mengungkapkannya Adalah menyebalkan saat kita semangat bercerita tapi tak ada yang mau mendengarkannya . . ." Bersyukur sekali tak sampai mengalami hal-hal itu Terima kasih banyak kawan-kawan baik hati yang senantiasa peduli, pengertian, bersedia menjadi pendengar yang bijak, pengingat diriku dengan aneka nasihat. semua hal yang takkan dapat terbeli oleh gemerlapnya materi. . . .and thanks a lot for you too Y091216K

Yay!

Sebuah perjalanan yang sempurna pertama tentu karena perjalanan ini tidak berakhir hanya menjadi rencana, meski terhitung cukup tiba-tiba dan persiapan yang seadanya, perjalanan ini bisa terlaksanakan juga. cuaca mendukung, mendung tapi tak sampai turun hujan. pemilihan hari pun kurasa cukup tepat. jumat, belum termasuk akhir pekan kan, sehingga pengunjung tak begitu banyak. untuk sholat pun tidak perlu mengantre atau berdesakan. harga tiket? di bawah ekspektasi, jadilah terasa murah sebab sudah siap mental terhadap kemungkinan harga di atasnya. stamina alhamdulillah cukup untuk digunakan mengunjungi semua sisi taman yang ada. dokumentasi? memuaskan sekali. terbayang sudah hasil foto hari ini menjadi salah satu media pembelajaran untuk siswa-siswaku nanti. hehehe perjalanan berangkat hingga pulang terasa sepenuhnya dilimpahi kemudahan. meski baru kali pertama mengunjungi taman itu, tak sampai kami nyasar atau keliru arah. Alhamdulillah, Allah memudahkan, insyaAllah Dia juga ridha. ...

Reminder

"...Minimal baca AlQur'an sm lamain waktu berdoa habis solat yow. Kalo iman lebih kuat ya tambahin tahajud..." Having bestfriends, real bestfriends, is really an amazing gift exclusively sent by Allah to your life. What a beautiful reminder, specially given to you. Keep them in your pray, love them as you want to be loved, may Allah let you all to meet in jannah, happily ever after <3 Y081216K

Hari Guru? Masih?

“A true teacher is one who, keeping the past alive, is also able to understand the present”  –Confucius Teachers are our mentors, friends, and catalysts. They’re the wild, eager sparks that can, with a word, set our passions ablaze. Not quite parents, they nevertheless raise us to be the very best versions of ourselves. And their impressions last lifetimes, as the lessons we’ve learned are passed down to others, like inheritances of wisdom. Today, let’s celebrate teachers, one of the noblest and most selfless of callings all across the world. Happy Teacher’s Day! Itu kata Google tentang hari guru Indonesia tahun lalu. Tahun lalu ada doodlenya juga, tapi kok sekarang enggak ya? Apakah sudah tidak ada hari guru nasional Indonesia lagi? Atau jangan jangan... di Indonesia bahkan sudah tidak ada guru lagi? To be continued. . . Niatnya sih mau posting hari ini biar pas sama momennya. Tapi apa daya, ada yang harus lebih dijadikan prioritas. Semoga dalam waktu dekat lanjutan tu...

I feel recharged!

Bertemu kawan lama, terlebih secara eksklusif dan pada momen yang eksklusif, kota ini di malam hari bekas jejak gerimis, benar benar berhasil menjadi pengobat rindu yang selama ini menyerap dayaku juga semangatku. Tentu, sangat kunikmati tiap detik sejak ujung temu. Kami berdua saja, di bawah gerimis yang seperti mempermainkan kami apakah ia patut dihalau dengan payung atau dibiarkan saja lembut memeluk jalanan kota. Kami bercerita panjang sekali sambil menghabiskan makan malam di tepi jalan besar itu. Sesungguhnya dalam tiap suapku kuharap itu bukan yang terakhir, juga kata dalam cerita itu bukan yang penghabisan, sebab kuingin malam ini memanjang dan waktu temu itu tidak cepat usai. Tapi bagaimanapun, dimana ada pangkal maka disitu ada ujung. Begitu pula pada sebuah temu. Seingin apapun aku memanjangkan waktu, perpisahan kembali sudah mengajak kami pulang. Tiap langkah yang kami tapaki menuju halte bis kurasa berat dan cukup ampuh dalam mengundang sesak hati. Jalan bercabang...

Ini lho yang memaksaku menjadi kepompong, mengisolasi diri pada beberapa hari terakhir...

Perkenalkan, makhluk di atas itu namanya Laporan Resmi Praktikum Avertebrata Topik Arthropoda. Setelah diproses selama kurang lebih satu minggu, akhirnya ia resmi lahir dan terselesakan pada Kamis, 10 November 2016, bertepatan dengan hari pahlawan. Ironinya, makhluk ini justru membuatku lupa bahwa kemarin adalah hari pahlawan. Benar benar luar biasa pesonanya dalam mengalihkan dunia. Makhluk ini berbentuk kumpulan lembaran kertas folio bergaris dengan ketebalan total: 84 lembar no bolak balik. Dari seluruh lembar lembar itu hanya satu yang tidak diisi dengan gambar dan/atau tulisan tangan, yaitu lembar cover depan. Akhirnya, setelah melalui perjalanan pengasuhan yang meletihkan, mengisi lembar demi lembar hingga jari tengah tangan kanan kapalan, bahkan kapalnya sudah ngapal juga,  makhluk ini sukses dikumpulkan ke mbak asisten. Malam malam panjang yang terhabiskan untuk melekan, pengorbanan secara tidak rasional terhadap hari kuliah yang justru hampir selalu ketiduran, akhirny...

Mungkin ini sebagai jawab atas banyak tanya yang menganga

Memang ya, nangis itu ampuh dalam mengundang kantuk. Semalam aku berada dalam titik jenuh, saat ledakan lelah raga dan rasa sedang berupaya menjatuhkan asa. Perpaduan kelelahan jasmani, rohani, serta emosi berhasil menempatkanku dalam keadaan stres yang amat menyiksa. Selajutnya aku bisa apa? Lima kawan pengobat sesak hati kujadikan pilihan. Nihil. Rasaku tak kunjung membaik, malah makin mencekik. Lalu kuputuskan untuk hentikan alir kataku pada mereka, juga pada dunia maya yang lainnya. Aku mengurung diri bersama kecamuk yang masih enggan menepi. Deadline. Sepertinya itu pemicu utama. Ah tapi tidak juga, karena faktor yang lain pun sama saja kuatnya dalam memberikan tekanan pada aku beserta nama. Lilin lilinku, beberapanya menolak untuk kunyalakan. Tentu itu membuatku menyulut kesal di sisa hari. Orang orang proyek. Aku ini pemimpin macam apa? Tak berani menyuarakan dan mengendalikan. Kaku di sana sini. Apa begini yang namanya pertanggungjawaban? Tanyaku makin menghujam. Ujian. ...

Kini Tak Lagi Imaji

Akhirnya aku berkesempatan mengunjungi kota ini. Kau tahu, kota ini menggodaku dengan berbagai cara. Ia menggodaku untuk memancing khayal, memainkan visual semu terhadap sudut-sudutnya. Sekelebat memang, tapi empat hari ini telah cukup menjadi syarat tercoretnya satu daftar mimpiku, yakni karena mimpi itu telah bertunas menjadi realita. Mungkin selanjutnya coretan-coretan lain akan segera serta. Selamat tinggal kota yang selama ini hanya milik benak dan imaji. Semoga suatu saat kita akan berjumpa kembali. S301016G ^edisi baru titimangsa :')

Menjadi Perempuan

Apa enaknya menjadi perempuan? Punya perasaan yang kerap kali lebih didahulukan daripada logika? Apa enaknya menjadi perempuan? Meladeni hati yang sering sekali berganti jenis emosi? Apa enaknya menjadi perempuan? Membungkus segala macam rasa dalam sebentuk air mata? Apa enaknya menjadi perempuan? Y121016K

Igau dalam Kelana Tadi Senja

Yang benar saja kau bilang itu hanya karangan maya Aku memutuskan untuk tetap percaya Baiklah, tak perlu aku bermanis kata seperti tahun tahun sebelumnya Beriring gugurnya setahun usia Kusilakan kau berdoa dan biarkan aku mengaamiinkannya Siapa tahu aku termasuk dalam yang kau pinta Barangkali kesempatan jumpa juga termasuk salah satunya Haha Y181016K

[Bukan Puisi] Pada Sebuah Persimpangan Jalan

Kita pada sebuah persimpangan jalan Bukannya diriku terkurung dalam menara Tinggal, tak bisa kemana-mana Mimpiku menyebar memenuhi angkasa Percayalah, meski kau tak bisa melihatnya Sebab aku menyembunyikannya Pada awan-awan Pada rintik hujan Aku percaya, mimpiku mewangi bunga-bunga Tak peduli kau menilai apa Sebab tanganku bukanlah tanganmu Sebab kakiku bukanlah kakimu Sebab kaki-kaki kita bahkan tak akan pernah seiring Bahkan langkah-langkah kita tak akan bersanding Bahkan angan-angan kita tak akan pernah pantas bersaing Sebab aku bukanlah dirimu Dan kau bukanlah aku Aku percaya, jalan kita sepenuhnya berbeda Lupakan saja tentang mengajakku ke duniamu Lupakan saja tentang mengundangku ke fantasimu Lupakan saja tentang menyilakanku ke bahagiamu Sebab kita berbeda Kau harus tahu itu Aku percaya, kita sama-sama bisa bahagia Sama-sama leluasa memilih jalan cerita Aku percaya, Menunggu hujan bukanlah mili...

I See the Light

Entah kenapa lagu ini sedang terngiang-ngiang dalam benak. Nadanya berdengung-dengung, mengundang lisan lamat-lamat ikut bersenandung, meski dengan nada yang sumbangnya nggak karuan. Tambah tenggelam dalam fantasi princess world begitu menyuguh pandang dengan videonya :D Beribu lampion terbang? Siapa yang tak ingin mewujudkan mimpi masa kecil itu? Yeaa mungkin mereka yang tidak memimpikannya lahya ._. . . . [Mandy Moore] All those days watching from the windows All those years outside looking in All that time never even knowing Just how blind I've been Now I'm here blinking in the starlight Now I'm here suddenly I see Standing here it's all so clear I'm where I'm meant to be [Mandy Moore] And at last I see the light And it's like the fog has lifted And at last I see the light And it's like the sky is new And it's warm and real and bright And the world has somehow shifted All at once everything looks different Now that I...

Remahan yang (Tak) Dirindukan(?)

Kenapaaaa memulai nulis itu gampang tapi semangat ngelanjutinnya sulit terkumpul sih? Banyak remah-remah tulisan mengendap dalam folder, belum selesai eh ide baru berlompatan, menggoda jemari untuk segera mengolahnya menjadi rangkaian kalimat. Padahal yang sedang di depan mata belum juga terselesaikan. Dan siklus macam itu terus berulang ._. Gimana mau dipublish kalau tulisannya cuma cuilan-cuilan? Aaaaaaaa Mau sampai kapan beginiii?! Mungkin kalau remahan-remahan itu dikumpulkan, udah bisa dapat satu toples kali ya? *lah emangnya rengginan? --" *** Namanya Darpana. Entah siapa yang menamainya. Sudah seperti itu saat lelaki itu mengenalnya. Elok parasnya, namun hanya hening yang ia punya. Tiada riak, tiada kecipak. Darpana, danau cantik berpagar rupa-rupa pepohon besar semacam pohon Bedaru. Sedang di tepi-tepinya tumbuh kembang-kembang aneka warna. Ada si bakung, rumpun mawar, kemuning, dan di muka beningnya bergerombol daun-daun lebar bermahkotakan merah muda teratai. Di ...