Memang ya, menonton film itu ampuh memberikan bahan bakar untuk menulis. Barusan saya menonton film yang berjudul Our Times. Film lama. Saya bahkan sudah menontonnya 2 kali, 3 termasuk yang tadi. Film cina. Tapi tenang, tidak akan menularkan corona. Film tersebut bercerita tentang seorang remaji (remaja perempuan /ehe) yang culun, remaja populer yang ia sukai, remaja preman sekolah, dan remaji populer sebagai rival remaji culun tadi. Settingnya SMA. Temanya cukup klise dan mungkin bisa ditebak, kan? Yang membuat berkesan bagi saya adalah alur dan perkembangan masing masing karakternya. Di bagian awal film, saya masih bisa tertawa tawa dengan menyimak lugu dan lucunya scene. Tapi menuju tengah, satu per satu hal mulai diungkap dan tema romance nya semakin pekat. Saya dibuat iri dengan bunga bunga masa SMA mereka. Apalagi setting sekolahnya mirip dengan tempat saya dulu. Setting sudah sama, sayang tokohnya tidak ada wkwk. Hal uwu nya disajikan dengan tidak berlebihan d...