Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Bekas Sebuah Kematian

Kehilangan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menghindar? Perpisahan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menafikan? Kepergian. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa membatalkan? Semua orang mati. Banyak yang tak bisa dipilih: waktu, tempat, cara, dan dimensi lainnya yang mungkin tak dapat terbahasakan oleh manusia. Memang takdir yang bicara. Tiada daya manusia suatu apa. Tapi keadilan? Itu lain persoalannya. Kami mengalami. Jadi pihak yang yang ditinggalkan. Tidak hanya tentang kehilangan satu nyawa. Ia harapan. Ia teladan. Ia tak tergantikan. Sakit. Sungguh. Dan kematian dengan cara seperti itu? Oleh orang tak bertanggung jawab? Benar benar secara harfiah 'lempar batu sembunyi tangan'? Hati siapa yang tak merasa susah untuk memaafkan? Kami kehilangan. Kehilangan yang takkan terketemukan. Dan mereka, yang sepertinya memang telah kehilangan kemanusiaan, entah bersembunyi dimana. Bahkan hingga bertahun kini pun tak diketahui rimbanya. Bertah...

Sudah Dewasa?

Saat ada dua hal yang sama sama membawa manfaat dan kebaikan, bila salah satunya lebih terasa nyaman untuk dilakukan, mengapa harus memaksakan diri memilih yang mengundang keterpaksaan dan rasa tertekan? Sudah semakin memasuki usia dewasa, harus semakin bisa memilih mana hakikat-hakikat hidup yang pantas dijadikan tujuan. Harus semakin bisa tegas menentukan, jalan mana yang akan ditelusuri untuk mencapai impian. Harus semakin bisa mengambil keputusan, dengarkan suara hati, tanyakan pada diri sendiri, inikah yang diiyakan oleh sanubari? Harus semakin yakin dan percaya untuk mempertahankan prinsip hidup, selama tidak melanggar hak makhluk lain, tidak bertentangan dengan norma dan etika, maka alasan apa yang berhak menghalangi tekad itu? Y270317K

Guyonan Eksklusif

Ada, guyonan aneh yang hanya bisa dipahami oleh siblings. Yang bahkan sampai membuat tertawa tak henti, sampai sakit perut. Guyonan seperti itu bersifat eksklusif sekali. Mengapa? Karena saat disampaikan pada orang di luar khalayak siblings maka akan terdengar biasa, tidak lucu, bahkan tidak dapat dipahami. Tapi justru itulah yang membuatnya istimewa. Yang membuatnya manjur sekali mengundang kangen kala guyonan itu tersampaikan saat siblings sedang merentang jarak entah hingga kapan. Kangen rumah, kangen ibu, kangen abi, kangen siblings, kangen semuamuanyaaa yang hanya akan dilunasi melalui gerbang perjumpaan bernama 'pulang'. Y270317K Pada sebuah pulang yang semu...

Tentang Rindu

*yah gapapa. mbok ada yang menganggap aku musim seminya juga . . . ^Karna kalo dirindukan berarti diharapkan untuk ditemukan . . . *kayak... kalo rindu ki kehadirannya aja udah bikin adem gitu lho ^IYA *nah itu *ga usah komunikasi wes gapapa. dia ada aja udah seneng (Realscript@1802) . . . . . . . . . Dua manusia sedang membicarakan rindu. Mereka bersepakat untuk tidak meminta dicintai. Namun mereka ingin dirindukan. Mereka berdua sama sama meyakini, bahwa menjadi seorang yang dirindukan adalah lebih indah daripada dicintai. Mengapa? Karena mereka berdua sudah tamat merindukan sosok istimewanya masing masing. Dan dalam fase itu mereka tamat memahami bagaimana spesialnya menjadi sosok yang dirindukan. Y030317K