Kehilangan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menghindar? Perpisahan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menafikan? Kepergian. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa membatalkan? Semua orang mati. Banyak yang tak bisa dipilih: waktu, tempat, cara, dan dimensi lainnya yang mungkin tak dapat terbahasakan oleh manusia. Memang takdir yang bicara. Tiada daya manusia suatu apa. Tapi keadilan? Itu lain persoalannya. Kami mengalami. Jadi pihak yang yang ditinggalkan. Tidak hanya tentang kehilangan satu nyawa. Ia harapan. Ia teladan. Ia tak tergantikan. Sakit. Sungguh. Dan kematian dengan cara seperti itu? Oleh orang tak bertanggung jawab? Benar benar secara harfiah 'lempar batu sembunyi tangan'? Hati siapa yang tak merasa susah untuk memaafkan? Kami kehilangan. Kehilangan yang takkan terketemukan. Dan mereka, yang sepertinya memang telah kehilangan kemanusiaan, entah bersembunyi dimana. Bahkan hingga bertahun kini pun tak diketahui rimbanya. Bertah...