Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

#Day9 Tips n Tricks to Have a Better Ramadhan

Tahun ini ada yang berbeda dari cara saya menyiapkan ramadan. Ceritanya, sekolah mengadakan program bertajuk Semarak 3 Bulan Mulia. Ngapain itu? Singkatnya ini adalah program berlomba-lomba dalam kebaikan. Peserta diharuskan mengisi lembar monitoring (online) yang berisi ibadah-ibadah seperti baca quran, zikir, sholat sunah, baca buku, menghafal hadits, hingga menonton video islami di channel yang telah ditentukan panitia.  Setiap jenis ibadah yang dilakukan akan menghasilkan jumlah poin yang berbeda. Nah, jumlah total poin yang telah didapat inilah yang akan menjadi dasar penentuan pemenang. Lembar monitoring diisi setiap akhir pekan. Akumulasi poin dihitung mencakup periode 1 bulan. Artinya, 1 bulan sekali akan ada pengumuman pemenang yang diambil sebanyak 50 orang dengan grade dan hadiah yang berbeda-beda tergantung peringkatnya. Dasarnya memang diri saya cukup suka dengan kompetisi ya. Adanya program ini sangat membantu saya untuk mempersiapkan diri bahkan sebelum ramadan t...

#Day8 Positive Activity to be Done When You are Bored

Saat bosan, kalau memang memungkinkan, maka saya akan memilih tidur. Itu opsi paling simpel hehe. Tapi mungkin tidak terlalu atau selalu positif ya. Maka itu tidak akan saya masukkan ke hitungan. Berikut ini mungkin bisa jadi beberapa alternatifnya. 1. Mensortir dan menghapus file yang tidak penting Ini bisa diterapkan di hp, laptop, atau device berkapasitas penyimpanan yang terbatas lainnya. Penting banget sih menurut saya. Dengan mensortir secara berkala, kita akan menunda masa dia terlalu penuh dengan file yang tidak semuanya penting. Semakin awal kebiasaan ini dimulai maka akan semakin bagus. Karena kalau filenya sudah banyak sekali, rasa malas mensortinya akan semakin manjadi-jadi.   2. Merapikan folder Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, selain menghapus kita juga sesekali perlu merapikan ruang-ruang dimana file kita ditempatkan. Kebiasaan menempatkan file dengan folder yang jelas sebenarnya akan memudahkan diri sendiri kok. Kalau saya pribadi, yang sering berantakan itu ...

#Day7 Recommended Fiction Book

Fiction book? Kalau yang ditanya saya ya jelas dijawab dengan salah satu bukunya Tere Liye wkwk. Sudah hampir 10 tahun sejak saya pertama kali membaca karyanya, sampai sekarang masih saja kalap kalau ada buku baru yang terbit. Apalagi sekarang saya cukup rajin ikutan acara virtual booktalknya. Semakin keracunan deh tu. Setelah sebelumnya saya bahas yang berjudul Eliana, sekarang saya rekomendasikan Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Genrenya berbeda. Yang satu ini lebih ditujukan untuk usia yang tidak kanak lagi. Ceritanya tentang pencarian jawaban yang kemudian ditemukan melalui perjalanan waktu untuk melihat lewat sudut pandang yang berbeda. Meski sekilas tampak berat topiknya, alur cerita dibawakan dengan bahasa yang ringan dan mudah dinikmati. Saya jatuh cinta pada si tokoh utama. Padahal awalnya dia bad boy, dan di dunia nyata saya tidak suka dengan tipe yang begitu haha. Saya suka dengan perkembangan karakternya. Proses pencarian jawaban itu banyak membentuk dirinya menjadi sosok yan...

#Day6 Things that Make Me Feel Grateful Today

Setiap hari harusnya memang banyak yang perlu disyukuri. Asalkan kita mau atau tidak untuk menyadarinya. Di Ahad begini rasanya bisa lebih pelan-pelan dalam melangkah dan menghabiskan hari. Nikmat waktu luang itu saya coba syukuri dengan menggunakannya untuk menyelesaikan syuting 1 episode online cooking. Hehe iya nih saya sedang ada project: diminta mengisi program online cooking di youtube sekolah. Di hari sabtu kemarin, episode pertamanya sudah dirilis. Senang sekali bisa berekesempatan sharing hal yang saya sukai kepada orang banyak. Syukur-syukur kalau ternyata resepnya bisa dipraktikkan dan berhasil. Di hari Ahad saya dibantu seorang teman untuk merekam proses memasak. Alhamdulillah selesai dalam waktu sekitar 2 jam. Relatif lebih tidak ribet daripada episode sebelumnya. Mendapat bantuan begini tentu sangat patut disyukuri kan? Dikelilingi orang-orang baik, diberi kesempatan mengeksplor hobi, diberi amanah untuk menyebarkan ilmu yang insyaAllah berguna, itu semua nikmat yang perl...

#Day5 Story of My High School Life

Buat saya, pada kue ulang tahun ada bagian istimewa yang terdapat ceri merah di atasnya. Nah, saya akan menceritakan 'potongan istimewa' yang ada di kue kehidupan saya. Berlangsung 3 bulan, tapi kesannya tak hilang-hilang. Demikian saya mendeskripsikan masa matrikulasi di awal masuk SMA. Pada masa itu, kami dipersiapkan untuk bisa belajar aktif dengan bahasa inggris. Setiap hari dijejali berganti antara vocab, grammar, reading, listening, speaking, dan lainnya yang berbau english. Syukurnya, guru yang mengajar di kelas saya semuanya menyenangkan. Tapi, 'bagian istimewa dengan buah ceri merah' dari kisah 3 bulan ini adalah seorang guru yang kami sebut Mr. A. Kalau boleh dibilang, beliau ini salah satu inspirasi saya untuk bertahan di dunia pendidikan seperti sekarang. Beliau selalu kreatif dalam menyampaikan pelajaran. Sesulit apapun materinya Mr. A selalu punya cara untuk membuatnya menyenangkan. Aneka game diberikan untuk memudahkan kami menghafal vocabulary. Tak hanya...

#Day 4 Important Messages from My Past Experience

Katanya, pengalaman adalah guru terbaik, ya? Yang namanya guru, tentu salah satu tugasnya adalah menyampaikan pelajaran. Dan seperti pada kelas umumnya, tidak semua siswa mau menyimak ilmu yang diberikan, begitu pulalah yang berlaku dalam ajaran pengalaman.   Bicara pengalaman, saya pernah diajari olehnya tentang bagaimana sebaiknya memisahkan urusan hati dan perjuangan meraih prestasi.   Cerita ini terjadi sekitar 8 tahun lalu. Kala itu saya mengikuti pelatihan intensif persiapan olimpiade selama 3 pekan. Sejak sebelum berangkat, saya sudah deg degan tentang banyak hal. Salah satunya adalah karena di kegiatan itu saya akan bertemu dia! Orang yang selama setahun lebih hanya saya kenal lewat chatting saja. Dia adalah siswa yang cerdas. Dan dengan sebab itu saya kagum. Yakin hanya kagum? Entahlah. Tapi memang mulanya begitu.   Sebelum berangkat, kami sudah janjian untuk bertemu sebentar. Meminjamkan buku, modusnya saya. Terdengar mudah kan? Toh kami akan bertemu setiap hari...

#Day3 My Target for this Ramadan

Di tulisan sebelumnya saya sempat menyebut sedikit tentang peningkatan target selama ramadan tahun ini. Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan kemarin, target saya masih meliputi sholat sunnah, sholawat, baca buku, kajian, dzikir, dan menjalankan challenge menulis di #post_itivity_2.0 ini. Dzikir yang semula 20 bab sekarang saya upayakan bisa 100 bab lengkap per harinya. Saya juga lebih sungguh-sungguh agar bisa mencapai setidaknya 1000 salawat per hari. Sebenarnya, kedua bentuk peningkatan ini banyak dipengaruhi oleh keputusan saya mengikuti komunitas dan program sekolah. Sejak bulan rajab lalu, sekolah mengadakan kegiatan Semarak 3 Bulan Mulia. Nah, salah satu aspek yang dihitung adalah zikir 100 bab itu. Jadi sejak dimulainya program, saya mencoba membiasakan diri untuk melengkapinya. Memang mulanya terasa banyak sekali sih, tapi setelah dibiasakan ternyata bisa juga. Kalau dalam target salawat, saya merasa terbantu dengan mengikuti komunitas yang mengharuskan anggotanya melapor...

#Day2 An Unforgettable Thing about My Childhood

 Kalau ditanya momen tak terlupakan dari masa kecil, tentu sebenarnya ada banyak sekali ya. Tapi di tulisan ini akan dipilih salah satu yang patut dibagi saja. Suatu hari di masa lalu, mungkin saya sedang dalam usia 8 dan adik 4 tahun. Sehabis magrib bapak pamit akan mengantar ibu ke tukang pijat. Saya diminta untuk baik-baik di rumah bersama adik. Pesan lain dari bapak yaitu, di dapur belakang ada ayam yang sedang dikurung karena besok akan disembelih. Jangan sampai ayamnya lepas. Saya versi kecil mengiyakan kedua pesan itu. Mulanya memang semua berjalan lancar. Hingga kemudian semuanya berubah ketika tiba-tiba ayam di dapur itu lepas! Dia segera berkeliaran di seluruh penjuru rumah. Saya panik, adik saya menangis takut, saya tambah panik.  Si ayam semakin semena-mena. Ia menuju ke ruang tamu. Saya yang sebenarnya sangat takut, mencoba memberanikan diri untuk menghalaunya kembali ke dapur. Saya juga mengajak adik untuk sedikit membantu, bekerja sama untuk mencegah si ayam sem...

#Day1 This is How I Prepare My Ramadan

     Akhirnya Ramadan di rantau lagi setelah tahun lalu satu kali full puasa di rumah. Tempatnya beda, kesibukan beda, tentu persiapan seputar Ramadan-nya juga berbeda. Kali ini Ramadan sambil mengajar penuh waktu, pun dapat amanah sebagai wali kelas. Amanah di posisi ini membuat saya tidak hanya perlu menyiapkan Ramadan bagi diri sendiri, tapi juga membantu anak-anak menyiapkan Ramadan mereka. Bahkan kalau boleh jujur, yang kedua itu yang lebih banyak saya perhatikan haha ini nggak terlalu baik sih, tapi memang kenyataannya begitu.      Persiapan diri meliputi setting target harian. Termasuk juga lembar monitoring online-nya. Masih mirip seperti tahun lalu, hanya saya tingkatkan standar untuk beberapa aspeknya. Lebih lengkap mengenai ini akan saya bahas di tulisan mendatang, insyaallah.      Selain target harian, saya juga menyiapkan konsep Post-itivity 2.0 ini. Awalnya saya nggak kepikiran akan mengadakan challenge lagi. Sampai kemudi...