Kenapaaaa memulai nulis itu gampang tapi semangat ngelanjutinnya sulit terkumpul sih? Banyak remah-remah tulisan mengendap dalam folder, belum selesai eh ide baru berlompatan, menggoda jemari untuk segera mengolahnya menjadi rangkaian kalimat. Padahal yang sedang di depan mata belum juga terselesaikan. Dan siklus macam itu terus berulang ._. Gimana mau dipublish kalau tulisannya cuma cuilan-cuilan? Aaaaaaaa Mau sampai kapan beginiii?! Mungkin kalau remahan-remahan itu dikumpulkan, udah bisa dapat satu toples kali ya? *lah emangnya rengginan? --" *** Namanya Darpana. Entah siapa yang menamainya. Sudah seperti itu saat lelaki itu mengenalnya. Elok parasnya, namun hanya hening yang ia punya. Tiada riak, tiada kecipak. Darpana, danau cantik berpagar rupa-rupa pepohon besar semacam pohon Bedaru. Sedang di tepi-tepinya tumbuh kembang-kembang aneka warna. Ada si bakung, rumpun mawar, kemuning, dan di muka beningnya bergerombol daun-daun lebar bermahkotakan merah muda teratai. Di ...