... Sebenarnya, selain melalui interaksi, kekhawatiran juga dapat muncul tak tertahankan kala aku diberi sebuah tanggung jawab. Sekecil apapun itu. (yeah sebenarnya pemberian tanggung jawab juga tak terlepas dari adanya interaksi kan? Jadi akarnya pun tetap sama). Kala diminta melakukan sesuatu, banyak sekali yang kukhawatirkan. Kurang lebih menjurus pada satu hal: bagaimana kalau aku tak bisa melakukannya, membuat si pemberi tanggung jawab kecewa, tidak mempercayaiku lagi, dan justru membenci aku? Ah, lagi-lagi: khawatir tak bisa menyenangkan semua orang. Padahal eh padahal, siapa sih yang bisa menjadi sumber bahagia SEMUA orang? Tidak ada. Ada lagi kekhawatiran jenis lain yang tak kalah sering mengunjungiku. Dan ini sepertinya jenis yang lebih aneh. Aku selalu merasa khawatir akan banyak hal saat sedang berada di tengah suatu tempat (atau keadaan) yang ada banyak orang (bila dihulukan tetap saja akarnya ke masalah interaksi). Saat di tengah orang banyak, aku selalu ingin...