Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Me, Quora, and The Rule of 2 Minutes

I love QUORA!!! yep. akhir-akhir ini aku punya kegemaran baru: mengunjungi Quora! sebenarnya aku sudah punya akun quora sejak lama. subscribe melalui email pun sudah sedari lalu kulakukan. hanya saja kebanyakan dari email itu kubiarkan tak terbuka. hingga kapan hari kemarin aku mulai tergerak untuk membukanya. dan ternyata isinya banyak yang menarik. di quora aku jadi menemukan pendapat aneka macam orang terhadap topik dan permasalahan yang beragam pula. yang paling sering kubaca meliputi topik pendidikan, parenting, dunia kuliner, dan trivia (yang berbau romance juga sih hehe). banyak hal unik dari jawaban orang-orang itu. tips-tips sederhana namun penting juga kudapatkan. intinya banyak faedah yang kuterima deh. ada salah satu hal yang kusimpan dari jawaban di quora, yakni tentang 'The Rule of Two Minutes'. ah iya, salah satu kebahagiaanku mengunjungi quora adalah aku dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisku. tentu saja, semua pertanyaan dan jawaban di sana kan...

Perasaan yang Racun

pernahkah kamu merasa dirimu tidak berharga? merasa dirimu tidak cukup baik untuk disandingkan seseorang? merasa dirimu terlalu jauh dari kata pantas untuk dikelilingi sekelompok manusia? aku. sering. hingga. kini. rasa rendah diri sudah berulang kali kuutarakan kepada teman-teman dekatku. pun mereka telah berulang kali melakukan 'terapi' untuk menyembuhkanku dari rasa itu. akan tetapi tetap saja, bahkan terhadap mereka pun aku masih merasa tidak cukup baik dan pantas berada di lingkup hubungan dekat ini. teman-temanku orang hebat. bermanfaat dan berperan penting bagi orang-orang di sekitarnya, bahkan hingga lingkup yang lebih besar daripada sekadar 'sekitar'. mereka produktif. ketiadaan mereka akan berdampak memberikan rasa hilang. setidaknya demikian yang kupandang dari sisiku. sementara aku? ada dan tidaknya diriku tidak akan memberikan pengaruh yang berarti. aku ada, yasudah. tidak ada pun tidak masalah. tidak menjadi orang penting apalagi dibutuhkan ora...

Cinta Hujan dan Bumi

Sedari pagi mendung saja. Apakah Hujan akan datang ke haribaan Bumi? Bilapun tak datang, sedari kemarin Hujan telah mengantarkan tubuh kaya rindunya pada pelukan Bumi. Lalu apakah rindu itu masih tersisa untuk hari ini? Sepertinya begitu. Atau Bumi masih merindukan Hujan untuk hadir kembali? Sepertinya begitu. Cinta antara Hujan dan Bumi adalah bentuk cinta yang memberi manfaat. Satu menopang keberlanjutan yang satunya. Sebab itu, satu akan hilang saat kehilangan satu lainnya. Namun cinta yang memberi manfaat bukanlah cinta yang saling memanfaatkan. Cinta dihidupkan dengan semangat memberi, bukan meminta atau menuntut dikasihi. Jadi, berkenankah kita meneladani cinta Hujan dan Bumi? 11.23 Y191117K

[FAILED]

Dalam jajaran nama-nama, Tidak ada. Gagal. Lagi. Harus berapa kali lagi? Harus merasa begini lagi? Masih adakah kesempatan itu? Atau aku yang terlalu cepat menjapai jemu? Gagal. Lagi. Apakah masih berhak mengulang pacu itu? Apakah akan ada hari dimana gagal itu bosan mendatangiku? Lagi lagi gagal. ... Ini masih terlalu cepat buat menyerah, Yo.. Gagal lagi? Maka cobalah lagi! Percaya, esok namamu akan ikut serta tercetak disana! Juga... Coba lagi! Biar itu sampai kepadanya! Biar itu sampai kepadanya! Biar itu sampai kepadanya! Akankah mencapainya? Iya!! Kecewa, tapi harus sedikit saja. Percaya atas kesempatan berikutnya, itu harus seberaninya. Menjaga harap tentang keberhasilan akan tiba, itu harus sekuatnya. Menjaga percaya biar tiada kecewa, itu luar biasa Masih banyak tantangan di depan, deret nama pemenang yang harus diperebutkan, tapak cita yang harus diperjuangkan. Kemampuanmu, perbaikilah! Y291017K

Kaca

Kamu lihat itu apa? Pecahan-pecahan kaca. Menyerpih tapi masih berusaha menetap bersama. Berjuang agar tak terberai. Remah lemah yang berupaya mempertahankan yang semestinya telah rusak tak tertolong. Bukankah itu naif? Apakah boleh kukatakan itu perjuangan yang tak realistis? Kita pernah menjadi serupa mereka. Bertahan menyatukan keping keping masa lalu yang sekejap lagi hancur. Bekerja keras meyakini patahan-patahan itu masih dapat dijaga meski saling tahu itu artinya luka. Bertahan mereguk sakit demi keinginan tidak rasional mempertahankan sisa-sisa rasa yang telah tercoreng kecewa dan raibnya rasa percaya. Pedih perih ingin dilupa tapi itulah yang rupanya diam diam menikam kita tanpa ampun. Kita berusaha bertahan memunguti pecahan kaca meski jari penuh barut luka. Sampai akhirnya kita tersadar, bukan begini caranya melanjutkan jalan cerita. Menahan luka tanpa usaha mengobatinya bukanlah ide bagus untuk membangun sebuah kisah indah. Memaafkan yang sudah sudah, kita mencoba b...

Baper sih, padahal kan cuma mimpi ._.

'Aku punya waktu sendiri, kamu pun punya waktu sendiri. Tapi mulai besok kita akan menjalani satu waktu bersama-sama' What a random dream is that ._. Aku mimpi menikah. Dengan kamu! Dalam mimpi itu bukan sedang hari H sih. Acaranya baru akan dimulai esoknya. Sedang persiapan dekorasi. Dan di selanya, kalimat itu terucap. Y171017K

Berkejaran dengan Hujan

Berkejaran dengan hujan. Sore ini aku berkejaran dengannya. Mungkin lebih tepatnya hujanlah yang mengejarku. Sedang aku, mengejar waktu. Hujan curang! Ia mengejar saat aku jelas-jelas telah lelah seharian memunguti detik di ruang kuliah. Sudah letih dan ingin cepat rebah istirah. Tapi waktu rupanya lebih kejam. Ia terus berlari, tanpa pernah peduli bahwa seumur hidupku penuh dengan usaha untuk dapat mengimbangi lajunya. Mengejar waktu? Dengan apa? Ia tak akan pernah tertangkap, aku tahu. Yang kuupayakan bukanlah mendahuluinya, sebab memang tak kupunya kuasa. Waktu hanya dapat diisi, diiringi. Dimanfaatkan. Sebaik yang kubisa. Y280917K 17.34

Sebagaimana Jalanan

Tidak. Tidak pernah ada makhluk yang mampu menjamin untuk selalu ada bagimu. Tidak ada. Jadi jangan salahkan. Mereka juga punya hidup yang harus dihidupkan. Demikian pula dirimu. Tidak bisa kau paksakan bahwa jalanmu dan mereka selalu beriringan. Selaiknya jalanan, kadang sejajar, kadang berbelok, menjauh, mendekat lagi, berpotongan, bersimpangan, bahkan bila nantinya akan menjauh lagi, ia memang selaiknya jalanan. Buatmu dan ia juga begitu, jangan lupa. Y250917K

Sesirap Surat

Happy birthday, Babehoo :* Kado apa yang Ia persembahkan buat babehoo? Tentu indah, tiada berbanding sesuatupun dari dunia yang sedang kukejap. Rindu. Apa lagi selain itu yang kerap menyambangiku? Babehoo sudah lama tidak berkunjung, tidak pun dengan menumpang bunga tidurku. Apakah jangan-jangan aku sendiri yang menyebabkannya jadi demikian? Apakah aku sudah mulai lupa? Durhaka bila iya, kan? Astaghfirullah... Padahal dulu kukata 'irreplacable', tak tergantikan. . . Tidak, tidak, hingga saat ini pun akan tetap tak tergantikan. Perjuangan dan kasih sayangmu bukan terganti, melainkan terlanjutkan, sebagai cuplikan manifestasi cinta dari-Nya. Cinta yang tidak pernah menyakiti. Cinta yang tidak pernah mengkhianati. Cinta yang sejati dan takkan terakhiri. Y22017K

Trauma.

'Dunia ini terlalu keras untuk orang2 yang baperan! Ngapain nangis hah?! Mau gimana lagi memangnya?! Nangismu nggak akan mengubah apapun! Dasar baperan!'* Iya, kamu benar, aku saja yang menganggapnya berlebihan. Aku seharusnya bisa sekuat kamu. Aku seharusnya baik baik saja. Iya kan? ..... Itulah mengapa kurasa tidak semua manusia patut untuk diajak bicara. Daripada menambah kesakitan, lebih baik memilih diam dan memendam semuanya sendirian. *hanya ilustrasi, bukan percakapan sebenarnya Y180717K

Kolenkim Jiwa

Membuatku merasa istimewa, sepertinya itu bakat kalian, para ' Kolenkim Jiwa '   Hidup, Menguatkan. ... Hari ini aku menangis Hari ini pula aku berhasil tersenyum lega Keduanya teriring cinta-Nya yang Ia percikkan melalui kalian Hari ini indah, sungguh Kalian yang meyakinkanku, semuanya akan baik baik saja. Memiliki jalan pikir yang berbeda, itu istimewa. 'It is okay to think about concrete things while others are talking about the abstract ones.' Kalian memahami, membicarakan hal filsafati bukan (atau setidaknya belum) menjadi sesuatu yang diriku dapat lebur disitu. Siapa lagi yang berkeindahan hati, berkenan mengubah pola interaksi, untuk membuatku kembali merasa memiliki dangau pelerai letih? Selain kalian... MasyaAllah, kalian baik sekali Sila selalu terbuka buatku bercerita 'Tapi aku tidak berhak memaksa kalian mendengakan bila bahkan aku tak bisa menyampaikan maksudku dengan runtutnya kalimat yang enak didengar. . .' Kemudian kalia...

Sarkas di Ujung Retas?

Kawan.. Mungkin, rindu yang terlalu sering terkatakan, tanpa adanya usaha penyembuhan, hanya menimbulkan rasa bosan, iya kan? Maka Mungkin, aku harus menyeduhnya sendiri sebagai secangkir kopi Tidak, aku tidak akan memaksamu menemani Berharap kamu merindukanku saja aku sudah tak berani Y200517K Kepada Belimbing dan Ayam

Suasana Penyulut Rindu

"Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga..." Mengapa keluarga? Karena ia adalah satu-satunya suasana dimana aku tidak pernah dan tidak akan pernah, dituntut, diminta menjadi seseorang atau melakukan sesuatu, melampaui kemampuanku. . . Karena ia adalah atmosfer dimana aku benar-benar diperkenankan menjadi aku. . . Jadi, bagaimana bisa aku tidak merindu? Y160417K

Senarai: Yang Terpisah karena Kesibukan

"Apakah menenggelamkan diri dalam kesibukan akan selalu berarti mengiyakan sebuah perpisahan? Sibuk memenuhi kebutuhan diri, berpisah dari kepekaan untuk mau membantu pemenuhan  kebutuhan orang lain Sibuk scrolling timeline sosial media, berpisah dari kesempatan bercakap kaya manfaat dengan orang di sekitar Sibuk pekerjaan, berpisah dari hangatnya kekeluargaan dan anak anak yang butuh perhatian Sibuk garap lemburan, berpisah dari istirahat yang tubuh butuhkan Sibuk dunia perkuliahan, berpisah dengan momen bertemu sanak dan kawan Sibuk dalam dunia maya yang penuh apdetan, berpisah dengan konsen terhadap ikan di penggorengan Sibuk mencari kesalahan orang, berpisah dengan kerendahan hati untuk mau mengintrospeksi kesalahan diri sendiri Sibuk pacaran, berpisah dari serunya bersayang sayangan dengan Sang Pemilik Segala Keindahan Sibuk berbicara, berpisah dari anggunnya sebuah diam Sibuk berkomentar, berpisah dari elegannya sebuah tindakan nyata Sibuk sakit hati menerima ko...

Cuplikan Narasi Saat Netra Jelang Temaram

Baru semalam berpesan: kamu harus belajar untuk mengontrol emosi. Ya itu, kayak yang dia bilang. Tapi gimana caranya itu? Emm ah iya, ya kita harus berusaha untuk menyeimbangkan. Nggak boleh terlalu. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu apapaun, itu nggak baik. Hmm-hmm . . . Ohiya, tiba tiba dapat jawaban nih. Misalnya, kamu kesel sama sesuatu atau seseorang, coba deh cari sisi positifnya hal itu. Cari terus sebanyak banyaknya. Coba ingat ingat hal baik apa yang pernah dia lakukan buat kamu, sekecil apapun itu. Coba kumpulkan semua hal menyenangkan yang pernah dia berikan buat kamu. Sesepele apapun itu. Oh iya, pernah dengar nasihat dari teman, kita hanya berhak untuk melabeli seseorang atau sesuatu dengan satu label buruk setelah kita melabelinya dengan minimal 40 label kebaikan. Gimana, paham nggak maksudnya? Ngggg enggak Hehehe Gini, kamu tahu label kan ya? Bayangkan kamu lihat bunga ini. Lalu kamu punya satu label yang tulisannya kata kata negatif. Mm misalnya ...

Bekas Sebuah Kematian

Kehilangan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menghindar? Perpisahan. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa menafikan? Kepergian. Utamanya melalui kematian. Siapa yang bisa membatalkan? Semua orang mati. Banyak yang tak bisa dipilih: waktu, tempat, cara, dan dimensi lainnya yang mungkin tak dapat terbahasakan oleh manusia. Memang takdir yang bicara. Tiada daya manusia suatu apa. Tapi keadilan? Itu lain persoalannya. Kami mengalami. Jadi pihak yang yang ditinggalkan. Tidak hanya tentang kehilangan satu nyawa. Ia harapan. Ia teladan. Ia tak tergantikan. Sakit. Sungguh. Dan kematian dengan cara seperti itu? Oleh orang tak bertanggung jawab? Benar benar secara harfiah 'lempar batu sembunyi tangan'? Hati siapa yang tak merasa susah untuk memaafkan? Kami kehilangan. Kehilangan yang takkan terketemukan. Dan mereka, yang sepertinya memang telah kehilangan kemanusiaan, entah bersembunyi dimana. Bahkan hingga bertahun kini pun tak diketahui rimbanya. Bertah...

Sudah Dewasa?

Saat ada dua hal yang sama sama membawa manfaat dan kebaikan, bila salah satunya lebih terasa nyaman untuk dilakukan, mengapa harus memaksakan diri memilih yang mengundang keterpaksaan dan rasa tertekan? Sudah semakin memasuki usia dewasa, harus semakin bisa memilih mana hakikat-hakikat hidup yang pantas dijadikan tujuan. Harus semakin bisa tegas menentukan, jalan mana yang akan ditelusuri untuk mencapai impian. Harus semakin bisa mengambil keputusan, dengarkan suara hati, tanyakan pada diri sendiri, inikah yang diiyakan oleh sanubari? Harus semakin yakin dan percaya untuk mempertahankan prinsip hidup, selama tidak melanggar hak makhluk lain, tidak bertentangan dengan norma dan etika, maka alasan apa yang berhak menghalangi tekad itu? Y270317K

Guyonan Eksklusif

Ada, guyonan aneh yang hanya bisa dipahami oleh siblings. Yang bahkan sampai membuat tertawa tak henti, sampai sakit perut. Guyonan seperti itu bersifat eksklusif sekali. Mengapa? Karena saat disampaikan pada orang di luar khalayak siblings maka akan terdengar biasa, tidak lucu, bahkan tidak dapat dipahami. Tapi justru itulah yang membuatnya istimewa. Yang membuatnya manjur sekali mengundang kangen kala guyonan itu tersampaikan saat siblings sedang merentang jarak entah hingga kapan. Kangen rumah, kangen ibu, kangen abi, kangen siblings, kangen semuamuanyaaa yang hanya akan dilunasi melalui gerbang perjumpaan bernama 'pulang'. Y270317K Pada sebuah pulang yang semu...

Tentang Rindu

*yah gapapa. mbok ada yang menganggap aku musim seminya juga . . . ^Karna kalo dirindukan berarti diharapkan untuk ditemukan . . . *kayak... kalo rindu ki kehadirannya aja udah bikin adem gitu lho ^IYA *nah itu *ga usah komunikasi wes gapapa. dia ada aja udah seneng (Realscript@1802) . . . . . . . . . Dua manusia sedang membicarakan rindu. Mereka bersepakat untuk tidak meminta dicintai. Namun mereka ingin dirindukan. Mereka berdua sama sama meyakini, bahwa menjadi seorang yang dirindukan adalah lebih indah daripada dicintai. Mengapa? Karena mereka berdua sudah tamat merindukan sosok istimewanya masing masing. Dan dalam fase itu mereka tamat memahami bagaimana spesialnya menjadi sosok yang dirindukan. Y030317K

Kilas Balik: Yang Tersimpan dari Pekan Lalu

Cerlang sejuk semilir sore ini amat mirip dengan yang meneduhi kita pekan lalu. Memang aku telah kesulitan seumpama diminta menceritakan detail kronologi pertemuan itu. Tapi bila yang ditanya adalah rasa, tentu saja aku masih sepenuhnya terkesima. Pada apa? Apapun. Apapun yang terceritakan, apapun pertanyaan yang tersampaikan, setiap detik yang terlalui benar benar membuatku terkesima. Tentu saja. Memangnya aku pernah membenak bahwa pertemuan istimewa itu akhirnya dapat sungguhan terjadi? Istimewa sekali, satu jam yang benar benar hebat. Y170217K 16.40

Isolasi

Gelembung yang semula kukira hanya setipis gelembung sabun, ternyata justru berubah menjadi serupa bola besi yang semakin tebal dan tak terjangkau isinya. Penghuni-penghuni gelembung mengisolasi diri. Mereka terkunci. Oleh apa? Bahkan aku tak diizinkannya bertanya. Gelembung sabun yang mereka janjikan hanya tertinggal keinginan. Nyatanya mereka semakin bangga berada dalam bola besi itu. Mau sampai kapan? Akankah siklus hadirnya gelembung sabun tetap hanya pada masa sepi kesibukan? Jangan-jangan, setelah ini aku mengambil keputusan: membuat bola besiku sendiri? Bila memang akhirnya iya, emangnya siapa yang akan peduli? Y140217K Pada sebuah sore yang hancur, Tapi siapa peduli?

Relativitas Waktu?

Banyak sedikitnya waktu itu relatif. Semakin ingin kita merasainya sebagai sesuatu yang banyak, maka semakin terasa sedikitlah ia. Pun tergantung dengan apa atau siapa porsi waktu itu terhabiskan. Menghabiskannya dengan yang berharga akan membuatnya terasa amat cepat berlalu. Semisal sebuah pertemuan dengan seseorang yang istimewa, hmm satu jam lebih terasa seperti beberapa menit saja. . . Y110216K

'Apakah kamu cantik?'

"Apakah kamu cantik? Aku tidak tahu. Yang pasti, aku mencintaimu bukan karena itu." Aihhh mau satu yang kayak gituuuu Wkwk paanzehh Sekian lama nggak posting, tetiba muncul wafer begini. Padahal juga bukan malming. Nggapapa ya sekali-sekali #padahalsering Yeah hitung-hitung memulai tahun 2017 dengan romantisme gitu. Kali aja di tahun ini giliran dapat cerita romance #monikahtauninimbak? Eh bukaaan --" Yakaliii Aku ngga se.desperate itu kok walopun tugaz qulyah makin bikin diri ngerasa perlu diruqyah. Okeh yaudah. Udahin aja. Nggak perlu perlu penjelasan lagi. Halah. Wafer meneh. Okay, berhubung sekarang sudah jam 00.43, harus tiduuuur Bubaiiii Y130117K ^eaaa 17 hihihi