Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

#Day 30 Post anything that makes you remember about this year's ramadan!

Anything? Random aja kalau gitu ya. 1. Sandiwara pascatarawih Karena ramdan kali ini diminta di rumah aja, maka saya dan adik-adik tidak tarawih di mushola seperti biasanya. Nah, ada yang unik dengan suasana baru ini. Setelah rangkaian sholat selesai, lanjut doa dan niat puasa, kami bersandiwara seolah-olah di mushola dan berimajinasi salam-salaman dengan tetangga. Iya, khayalan aja, yang disalami padahal cuma kami bertiga ehe. 2. Be a kitchen explorer! Yess, sejak sebelum puasa saya sudah membeli aneka bahan kue. Kami sudah mendaftar menu apa saja yang akan dicoba. Maka, kami mengeksplor resep-resep itu untuk direalisasikan sebagai salah satu jajanan saat berbuka. Tentu tak lupa kami dokumentasikan setiap langkah pembuatan dan hasilnya. Sepanjang masa di rumah ini, sudah ada cukup banyak resep yang kami praktikkan UwU. Diantaranya adalah berikut ini~ 3. Lupa-lupa-qunut-salah doa Ini ngakak sih. Sebagaimana kebiasaan yang kami anut, kalau sudah masuk ke malam kelima belas maka ...

#Day 29 How is your preparation for Eid?

Suatu hari lalu ibu pernah 'menjabarkan konsep lebaran' keluarga kami tahun ini. 1. Pindahkan kursi dan meja tamu ke sisi barat. 2. Bentangkan karpet sebagai alas di sisi timur. 3. Keluarkan kue dan jajanan khas lebaran. 4. Tutup pintu dan pagar. 5. Nikmati kue dan jajan tanpa melibatkan tetangga. Lha?😂 Poin 1 dan 2 sudah terlaksana sih, karena memang itu masih waras serta sesuai dengan SOP lebaran tahun-tahun lalu. Selain mengubah susunan di ruang tamu, kami juga mengubah susunan perabot dan ruang tengah serta belakang. Lemari serta meja ditata ulang letaknya. Persiapan lainnya adalah mencuci toples (walau sepertinya tidak akan diisi, lha tiap beli atau dapat kue sudah ada toplesnya sekalian kok). Lagipula, kalau mau menganut 'konsep' tadi, maka kuenya tidak perlu ditata dalam toples cantik, kan mau dimakan sendiri ehe ehe. Perubahan besar pada beberapa bagian rumah juga kami lakukan selama ramadan ini. Abi memperbaiki kamar mandi lama yang ada di rumah belakang. Heba...

#Day 28 Recommend a positive youtube channel!

Selama menetap di rumah tentu jadi punya lebih banyak waktu luang daripada saat di asrama yang working hour-nya bisa dibilang 24 jam. Nah, salah satu teman menghabiskan waktu yang paling setia buat saya adalah youtube yuhuu. Bahkan saking lamanya berinteraksi, ia sampai merekomendasikan video-video yang sebenarnya ngga dekat-dekat amat dengan yang saya minati. Kadang saya tonton juga sih, tapi lebih sering saya lewatkan aja hehe. Nah, kalau membicarakan channel positif, saya akan pilih 2 yaa Here we go~ 1. Aulion Wah ini nih kreator konten terniattttt-nya Indonesia. Videonya full dengan post_itivity dan warna-warni yang bisa bikin penontonnya bahagia. Channel ini adalah satu-satunya channel favorit yang saya subscribe, sekaligus satu-satunya subscribe-an yang saya favoritkan. *Lah kok? Iya, emang gitu. Saya hanya subscribe sedikit channel, dan selain Aulion ini saya subscribe karena disuruh aja ehe. Sebetulnya saya heran sih kenapa video dari channel ini jarang banget ...

#Day 27 How is the progress of your ramadan target?

Saatnya laporan! Grafik-grafik diatas adalah laporan dari kegiatan yang sudah saya lalui mulai hari pertama sampai keduapuluh tujuh. Jadi masih ada waktu 3 hari lagi untuk melanjutkannya. *Tapi kayanya saya nggak akan update grafik akhirnya disini sih, mager ehe~ Untuk target Post_itivity, Sholat Dhuha, Tahajjud, dan tarawih tidak saya buat grafiknya karena alhamdulillah pencapaiannya selalu sejalan dengan target harian yang ditetapkan. Bahkan untuk tahajjud, pencapaiannya 2 kali lipat dari target. Kalau pun dibuat grafik hasilnya tidak akan menarik, cuma lurus horizontal doang hehe. Oh ada sedikit pengecualian untuk 19-May Tahajjudnya pas dengan target, bukan dobel. Ini kali pertama saya 'niat banget' merekap perkembangan pencapaian target ibadah untuk jangka waktu sebulan. Memang ya, yang namanya iman itu akan selalu naik turun. Dengan membuat grafik-grafik itu saya jadi semakin sadar bahwa istiqomah dalam ibadah itu tidak mudah. Padahal jangka waktunya hanya satu bulan, bahk...

#Day 26 Tell one advice from your teacher!

Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan sosok-sosok guru yang luar biasa. Bahkan dimulai dari lingkup paling kecil, yaitu rumah, peran penting guru sudah saya rasakan adanya. Latar belakang keluarga pun mendukung melekatnya kenangan tentang istimewanya seorang guru bagi saya. Ini juga yang menjadi salah satu sebab terkuat mengapa saya memiliki cita-cita yang tak berubah sejak dulu: menjadi guru. Pada tulisan ini saya akan coba sampaikan salah satu pesan mendalam yang disampaikan guru saya. Doakan mereka (siswa) agar dilembutkan hatinya. Beliau adalah guru fisika saat saya SMA. Uniknya, sekarang kami menjadi rekan kerja, bahkan kami adalah partner menjadi wali kelas. Iya, 1 kelas ada 2 walinya. Karena beliau sudah berpengalaman menjadi walas, maka saya yang masih junior ini berkesempatan untuk belajar banyak darinya. Pesan itu disampaikan berulang, yakni ketika keadaan kelas sedang kurang kondusif atau ada masalah. Nasihat itu menjadi pengingat bagi saya agar selalu melibatkan...

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

#Day 24 Mind to post your handwriting? Write down a quote from your favorite sahabat Rasul!

Karena doa adalah sebaik-baik penghubung~

#Day 23 Share a resume of kajian you have joined!

Sesi Tanya Jawab Oleh Bapak Ali Unsal 11 Oktober 2019 1. Apa saja tips agar diri tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk melakukan hal yang fun ? Bayangkan raja memberi kita 24 keping emas dan dengan itu kita boleh menghabiskannya untuk bersenang senang atau berinvestasi. Buknkah merugi kalau hanya dihabiskan dan tidak ada yang disisihkan untuk tabungan? Itu adalah analogi 24 jam dalam sehari milik kita. Kita bisa mencontoh bagaimana orang-orang sukses menghabiskan waktunya secara efektif. Misalnya Bill gates menyisihkan 2 pekan untuk reading camp , sedangkan Mark Zuckerberg pendiri Facebook setiap tahun punya daftar buku bacaan yang tidak sedikit. Dengan banyak membaca buku, kita bisa menggunakan waktu dengan hal yang bermanfaat. Ingat pula bahwa hidup ini sangat pendek. Tidak ada garansi untuk besok. Kalau kita tahu bahwa besok akan mati, pasti akan bisa fokus berbuat baik, ibadah, menghindari konflik, dan menjaga kedamaian. Dalam mengabdi di jalan Allah, kita masih bisa kok melak...

#Day 22 Tell a story about a photo you take!

Tiket bus? Iya. Tiket ini saya foto saat sedang dalam perjalanan mudik. Hari itu sedang ramadan juga. Saya memutuskan pulang pada sore langsung setelah sidang skripsi. Uwu sebuah kado terindah deh. Saya selesai sidang sekitar pukul 11.00. Seperti pada umumnya, teman-teman ikut meramaikan dong, dan  banyak juga yang memberi kado. Nah padahal saya sudah berencana akan pulang setelah urusan kampus selesai, langsung ke terminal tanpa balik ke asrama dulu. Saya sudah sekalian membawa barang yang akan ikut mudik. Tidak banyak sih, bahkan bisa dibilang saya tidak bawa apa-apa selain masker, hp, dompet, laptop (karena dipakai sidang kan), dan pakaian yang menempel di badan. Iya saya pulang pakai seragam hitam putih khas sidang. Oh bawa outer juga sih, saya pakai agar tidak terlalu mencolok penampilannya kayak anak magang wkwk. Tapi intinya saya berusaha membawa barang seminimal mungkin. Lalu bagaimana dengan kado yang saya dapat? Ini membuat bingung. Kalau saya harus balik ke asrama, jarak...

#Day 21 Write a letter for 'The Future Me'!

Malam ini kabar pemancing kecewa itu datang. Video yang kami buat sampai tidak tidur sampai waktu sahur, ternyata tidak menang. Sedih sekali, terutama bila mengingat bahwa yang kami kerahkan sudah segalanya. Sampai saat menulis ini pun, rasa kecewa masih bercokol dalam hati. Semoga cepat atau lambat ia akan memudar seiring diri yang mau menerima kenyataan. Tadi menjelang jam 9 malam, doa khataman dipanjatkan. Agenda rutin 2 kali tiap pekan selama ramadan. Digagas oleh pentolan teman angkatan saat SMP. Tadi adalah sesi yang kelima. Lucunya, sudah 2 kali ibu tanya siapa yang mimpin, kok pinter gitu ngajinya bagus, bisa mimpin tahlil pula, cocok buat dijadikan menantu. Waduh💣 Yaa namanya juga santri, wajar kalo pandai mengaji, apalagi teman-teman itu. Demikian pikirku menanggapinya. Sebetulnya kalau harus jujur sih, kagum juga sama yang modelan begitu. Hehe~ 10 tahun dari sekarang, bagaimana ya aku? Sudah berkeluarga, dengan siapa, punya anak berapa, tinggal dimana, bagaimana karirku,...

#Day 20 Post one of your favorite mahfudzat!

Jujur ya, saya baru menemukan mahfuzat ini barusan. Jadi.. apakah tetap bisa dianggap sebagai favorit? Boleh saja lahya~ Dari hasil berselancar di dunia maya, saya memilih yang membuat diri terpikat. Dari maknanya maupun dari susunan katanya, bahkan hurufnya. Ù„ِÙƒُÙ„ِّ Ù…َÙ‚َامٍ Ù…َÙ‚َالٌ ÙˆَÙ„ِÙƒُÙ„ِّ Ù…َÙ‚َالٍ Ù…َÙ‚َامٌ Likulli maqaamin maqaalun, wa likulli maqaalin maqaamun Kalau diperhatikan, kata maqaalun dan maqaamun hanya berbeda 1 huruf. Tapi rupanya yang satu itulah menjadi pembeda arti. Pun yang membuatnya unik lagi adalah kedua kata itu bisa disandingkan dalam serangkai kalimat penuh hikmah. Arti dari kata mutiara tersebut adalah sebagai berikut. Untuk tiap-tiap tempat itu ada kata-katanya yang tepat, dan untuk setiap kata itu ada tempatnya yang tepat. Mahfuzat ini menjadi pengingat bagi saya, bahwa yang benar tidak selau tepat. Termasuk dalam perkataan. Kita bisa saja punya fakta yang kebenatannya pasti, didukung data yang valid dan terkini. Namun boleh jadi fakta itu tak perlu disampaik...

#Day 19 Recommend a non-fiction book!

Lapis-Lapis Keberkahan Bagi penyuka bacaan berjenis naratif, diksi syahdu mendayu, kaya akan data, dan tetap penuh hikmah maka buku ini adalah jawabannya. Saya bertemu dengannya saat di asrama. Berbekal pinjam pada teman, saya berkenalan dengan isinya. Yang terasa? Jatuh cinta pada pandangan pertama. Pada bahasanya, pada cara penceritaannya, pada kontennya. Semuanya. Sayang sekali karena bukan milik sendiri, saya belum selesai membacanya. Buku ini akan membantu kita mendefinisikan ulang tentang apa itu keberkahan. Dengan narasi, membuat penjelasannya nikmat diikuti tanpa terkesan menggurui. Selain itu, isi buku ini sarat akan kisah mengesankan dari banyak tokoh luar biasa, termasuk Rasulullah juga tentunya. Bagi saya, dengan membaca buku ini terasa seperti telah membaca aneka buku sekaligus. Buku setebal 500an halaman ini sangat cocok untuk dihabiskan selama masa di rumah aja. Bila dibaca dengan hati yang lapang, niat yang baik, insyaAllah kita akan diperjumpakan pada banyak hikmah ...

#Day 18 Share a simple recipe for iftar!

Cireng Bumbu Rujak Cepat, rasanya enak, semua orang di rumah saya suka Hehe Here we go~ Campurkan tepung, garam, kaldu bubuk, dan potongan daun bawang. Aduk rata. Tuang sedikit-sedikit air mendidih ke adonan sambil diaduk hingga tercampur. Tidak perlu terlalu lama agar tidak keras hasilnya. Pindahkan adonan basah ke nampan yang telah ditaburi tapioka kering agar tidak lengket. Ambil sedikit lalu bentuk agak bulat pipih dan baluri dengan tapioka kering. Lakukan sampai adonan habis. Goreng adonan bulat pipih dengan minyak panas dan api kecil sampai matang (adonan berubah agak bening dan luarnya krispi) Lalu mari kita buat bumbu rujaknya~ Uleg bawang, cabai, garam, gula merah serut. Larutkan asam dengan 5-7 sdm air matang. Campur bumbu uleng dengan air asam jawa. "Kok postnya screenshot.an Cookpad? Gak karya asli dong?" Lha itu dari akun milik saya kok, fotonya juga bersumber dari dokumentasi pribadi😂 Sekalian kasih tau ke pembaca, siapa tau bakal ada yang nambahin jadi fol...

#Day 17 Tell one advice from your parents!

Berhematlah agar bisa berbagi Adalah salah satu dari sekian banyak nasihat yang pernah disampaikan oleh bapak. Meski sebetulnya disampaikan berulang, tapi yang paling teringat adalah saat malam itu. Malam dimana dingin angin terasa aneh dan seperti ada yang kosong tapi tak tahu kenapa. Gazebo depan asrama menjadi saksi, ikut menyimak pesan-pesan bapak sebelum ia pergi untuk selamanya. Nasihat itu mengajarkan saya untuk berusaha menekan ego dan berlatih mengutamakan orang lain. Berhemat artinya menahan diri agar tidak selalu serta merta mengabulkan semua keinginan. Semua yang akan dibeli harus melalui pertimbangan rasional. Dengan begitu, kemungkinan untuk terbuangnya uang dalam hal yang sia-sia akan terminimalkan. Nah, itu artinya akan lebih banyak bagian uang yang bisa disisihkan untuk berbagi. N100520W 22.37 Kalau sebuah teko isinya racun, yang tumpah darinya pasti racun juga kan :) #Post_itivity

#Day 16 Recommend a 'hidden gem' yet useful app in your phone!

Forest! Entah apakah sekarang masih tergolong hidden gem atau tidak, tapi saat dahulu pertama kali, saya merasa seperti telah menemukan harta karun. Sudah satu tahun saya memakai aplikasi yang sangat membantu saya mengatur waktu penggunaan handphone ini. Awalnya saya sedang mencari aplikasi habit tracker , namun justru Forest yang muncul sebagai salah satu aplikasi rekomendasi editor. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan sifatnya yang tidak berbayar (kecuali upgrade premium ) menjadi pertimbangan untuk saya coba menginstallnya. Konsep dasar Forest adalah pengguna bisa menanam pohon virtual selama durasi waktu yang bisa diatur. Selama proses pertumbuhan pohon, pengguna tidak bisa beralih layar ke aplikasi lain. Bila nekat melakukannya, maka pengguna harus rela pohonnya mati. Dengan begitu, kita dilatih untuk sedikit demi sedikit lepas dari handphone sehingga bisa fokus melakukan hal yang lebih produktif. Waktu minimal penanaman 1 pohon adalah 10 menit, lalu berlanjut dengan kelipat...

#Day 15 Share 1 historical story of your hometown!

Jujur, topik hari ini memaksa saya untuk sedikit lebih tahu tentang desa tempat tinggal. Berbekal informasi dari internet, saya akan mencoba membahasakan cerita sejarah tentang tempat yang menjadi latar salah satu lagu almarhum Didi Kempot ini. Desa Grudo. Namanya berasal dari kata Garuda. Ini merujuk pada kisah yang menyatakan bahwa dahulu di daerah tersebut pernah jatuh burung garuda yang terluka akibat pemburu. Kabar jatuhnya burung itu tersiar ke telinga khalayak, menumbuhkan kebiasaan penyebutan Grudo bagi daerah ini. Grudo terus berkembang menjadi desa dengan wilayah yang juga meliputi Terminal Kertonegoro alias terminal utama kota kami. Kalau pembaca termasuk penikmat campursarian Lord of Broken Heart pasti familiar dengan nama terminal itu, termasuk kembang tebu kabur kanginan -nya~ Saya tinggal di salah satu dusun di Desa Grudo. Ngronggi namanya. Saya terkesima saat mencari tahu cerita sejarahnya. Ternyata Ngronggi bahkan pernah menjadi bagian penting dan saksi perjuangan m...

#Day 14 Share a funny ramadan meme!

#Day 13 A simple sunnah I do every day is...

'Makan-minum sambil duduk.' Kecuali sedang dalam keadaan yang sangat terpaksa, saya akan mengusahakan untuk bisa duduk saat makan maupun minum. Karena sunnah, insyaAllah saya memang niatkan begitu (semoga tercatatnya juga begitu). Selain itu, saya rasa memang jauh lebih nyaman untuk makan minum dengan duduk, bukan berdiri apalagi berjalan. Saya juga cukup sensitif saat melihat orang lain makan minum sambil berdiri. Kalau sedang di sekolah lalu melihat siswa yang makan atau minum dengan berdiri, maka saya akan otomatis menegurnya. Karena sudah sering begitu, maka tak sedikit dari mereka yang sudah sadar diri sebelum saya komentari. Bahkan misalpun sebenarnya saya tidak melihatnya, hanya kebetulan sedang menghadap ke arahnya, dia sudah senyum-senyum dan menyadari kesalahannya. "Hehe, iya miss, maaf." begitu katanya, lalu melanjutkan makan atau minum sambil duduk. Teladan Rasulullah tentang makan minum sambil duduk tertuang dalam 2 sabda beliau berikut. “Jangan kalian mi...

#Day 12 Share your useful lifehacks!

1. Kalau memasak roti dengan teflon sebagai ganti oven, masak lebih dahulu dengan dikukus sampai matang. Barulah setelah itu dipanggang dengan teflon hingga cukup kering. Ini untuk menghindari gosong dan adonan tetap matang. Tapi berlaku untuk makanan tipe roti, termasuk pizza. Kalau kue kering macam kastangel ya nggak bisa. ehe~ 2. Beri karet di charger hp seperti ini agar bisa tersimpan rapi. 3. Saat sedang membuat tulisan, karangan, karya tulis, tapi harus terjeda, berhentilah di tengah kalimat, jangan di akhirnya. Ini agar lebih mudah melanjutkannya lagi. 4. Khawatir lupa jadwal suatu agenda? Catat di google calendar dan bikin alarm! 5. Punya barang penting dan berharga? Fotolah untuk antisipasi. Ini akan mempermudah pencarian semisal ia hilang. 6. Siapkan kertas kecil bertuliskan nama dan kontak yang bisa dihubungi, selipkan dalam dompet. Ini memudahkan orang yang menemukannya kalau suatu hari hilang darimu. Lakukan hal yang serupa untuk flashdisk. Simpan file text...

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...