Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

[FAILED]

Dalam jajaran nama-nama, Tidak ada. Gagal. Lagi. Harus berapa kali lagi? Harus merasa begini lagi? Masih adakah kesempatan itu? Atau aku yang terlalu cepat menjapai jemu? Gagal. Lagi. Apakah masih berhak mengulang pacu itu? Apakah akan ada hari dimana gagal itu bosan mendatangiku? Lagi lagi gagal. ... Ini masih terlalu cepat buat menyerah, Yo.. Gagal lagi? Maka cobalah lagi! Percaya, esok namamu akan ikut serta tercetak disana! Juga... Coba lagi! Biar itu sampai kepadanya! Biar itu sampai kepadanya! Biar itu sampai kepadanya! Akankah mencapainya? Iya!! Kecewa, tapi harus sedikit saja. Percaya atas kesempatan berikutnya, itu harus seberaninya. Menjaga harap tentang keberhasilan akan tiba, itu harus sekuatnya. Menjaga percaya biar tiada kecewa, itu luar biasa Masih banyak tantangan di depan, deret nama pemenang yang harus diperebutkan, tapak cita yang harus diperjuangkan. Kemampuanmu, perbaikilah! Y291017K

Kaca

Kamu lihat itu apa? Pecahan-pecahan kaca. Menyerpih tapi masih berusaha menetap bersama. Berjuang agar tak terberai. Remah lemah yang berupaya mempertahankan yang semestinya telah rusak tak tertolong. Bukankah itu naif? Apakah boleh kukatakan itu perjuangan yang tak realistis? Kita pernah menjadi serupa mereka. Bertahan menyatukan keping keping masa lalu yang sekejap lagi hancur. Bekerja keras meyakini patahan-patahan itu masih dapat dijaga meski saling tahu itu artinya luka. Bertahan mereguk sakit demi keinginan tidak rasional mempertahankan sisa-sisa rasa yang telah tercoreng kecewa dan raibnya rasa percaya. Pedih perih ingin dilupa tapi itulah yang rupanya diam diam menikam kita tanpa ampun. Kita berusaha bertahan memunguti pecahan kaca meski jari penuh barut luka. Sampai akhirnya kita tersadar, bukan begini caranya melanjutkan jalan cerita. Menahan luka tanpa usaha mengobatinya bukanlah ide bagus untuk membangun sebuah kisah indah. Memaafkan yang sudah sudah, kita mencoba b...

Baper sih, padahal kan cuma mimpi ._.

'Aku punya waktu sendiri, kamu pun punya waktu sendiri. Tapi mulai besok kita akan menjalani satu waktu bersama-sama' What a random dream is that ._. Aku mimpi menikah. Dengan kamu! Dalam mimpi itu bukan sedang hari H sih. Acaranya baru akan dimulai esoknya. Sedang persiapan dekorasi. Dan di selanya, kalimat itu terucap. Y171017K