Kutahu, ikhlas dan sabar itu bagaikan sepasang suami istri. Masing-masingnya tak mau dan tak rela untuk dipisahkan. Kehadiran salah satunya tentu menuntut hadirnya yang lain. Mencoba mengundang salah satunya berarti harus siap mengundang keduanya. Mencoba membiarkan salah satunya untuk tinggal berarti harus juga siap memelihara pasangannya. Benar, mereka dua yang menjadi satu. Kutahu, keduanya demikian. Banyak orang telah memberitahuku. Tapi walau dengan pengetahuanku itu, sungguh nyatanya tetap tak mudah untuk mampu menjamu keduanya sekaligus. Banyak yang harus dikorbankan. Banyak yang harus dikeluarkan sebagai biaya untuk memelihara mereka. Banyak yang harus disiapkan untuk menampung keduanya agar tetap dapat tinggal bersama. Sabar. Kata mereka untuk menjamu sebuah sabar butuh kesiapan yang besar. Butuh biaya berupa keberanian untuk menyediakan hati yang lapang seluas samudera bahkan lebih. Butuh biaya berupa ketahanan kalbu agar ia tetap mampu menampung segala kesedihan da...