“Anyati, jangan terus terpejam. Tataplah rembulan itu. Aku suka, ketika melihat dua keindahan saling bertatapan.” Saya sedang jatuh cinta. Dengan kata-kata. Karya siapa? Salah satu siswa saya di kelas putra. Semalam secara tak sengaja saya menemukan alamat blog yang ternyata milik seorang siswa. Belum banyak isinya, hanya 2 tulisan saja. Saya coba baca yang pertama, sebuah cerita pendek yang tak pendek-pendek amat sebenarnya. Sejenak kemudian teringat, rupanya itu adalah karya yang memenangkan lomba di sekolah dalam peringatan bulan bahasa. Seketika membaca, seketika saya terpesona. Kata-katanya seperti bukan sebuah karya anak SMA. Saya jadi semakin percaya, setiap anak diberkahi dengan potensi masing-masing. Si penulis itu bukan siswa yang 'wah' dalam kelas saya. Ia sering kesulitan memahami materi yang saya sampaikan. Begitu pula dengan tugasnya, perlu lebih bersungguh-sungguh bahkan untuk tugas yang sebenarnya sederhana. Tapi di luar kelas, ia berhasil menunjukkan potensi te...