Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Manusia dan Ketidakpastian

Ada terlalu banyak ketidakpastian di dunia ini. Apa yang diupayakan, tidak pasti berhasil. Apa yang ditinggalkan, tidak pasti hilang. Apa yang dijaga, tidak pasti menetap. Apa yang diharap, tidak pasti terwujud. Apa yang dilupa, tidak pasti dimaaf. Apa yang dimaaf, tidak pasti diterima kembali. Dan masih banyak lagi.. Lalu bagaimana manusia bertahan hidup dalam ragam ketidakpastian itu? Apa yang membuatnya bertahan menjalani kehidupannya? Termasuk meski sambil tersuruk, tersendat, tersandung-jatuh. Apa yang membuatnya tetap berani menyambut sebuah esok? Pada tanya-tanya ini pun tidak ada yang tahu kepastian bagi jawabnya. Demikian pula tentang alasan tertuangnya tulisan ini. Apa? Y091218K

Bolehkah saya menangis?

Kadang ada masa dimana keadaan memaksa akan jatuhnya air mata. Sayangnya tak jarang saat itu bertepatan dengan hadirnya rentetan tuntutan yang harus segera diselesaikan. Lalu diri akan terperebutkan hendak menuruti yang mana. Menangis sama sekali bukan sebuah kesalahan. Lagipula, memaksakan diri untuk bekerja saat sedang rapuh sama saja dengan berusaha menyangga batu besar dengan tusuk gigi. Ini membuat teringat akan sebuah nasihat. "Menangis tak melulu menandakan diri yang lemah, bukan pula penanda tibanya waktu menyerah. Dengan porsi tertentu, air mata akan menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah apa-apa tanpa penguat dari Sang Pemilik dari jiwa-jiwa penyembah." Y131118K 01.09

Nutrisi Pagi untuk Hati

"Hati-hati dengan hati. Dia bisa berbelok, dia bisa berbalik. Agar tetap elok, jaga dia baik-baik." Sebuah nasihat yang mengingatkan untuk tidak mudah terpengaruh. Oleh apapun. Sebaik apapun tampaknya dari luar, pastikan dulu, pertimbangkan dulu. Coba tanya lebih jauh ke dalam diri, apakah itu sesuai dengan nurani. Berlaku untuk konteks apapun, termasuk urusan memilih tambatan hati. Y071118K

Masih tentang Rindu

Pemantik rindu itu ada beraneka jenisnya. Salah satu yang ampuh menyalakannya adalah yang kulakukan dini hari ini. Apa? menyimak audio yang kurekam secara random pada momen kita berkunjung ke rumah pak dukuh. Suara-suara kalian, guyonan lepas, percakapan ngalor ngidul, suara khas pak dukuh, tawa-tawa yang saling tercampur dan bersahutan, ah.. semuanya ampuh mengembalikan nyala-nyala api rindu yang dimulai berbilang bulan lalu. Kalau begini jadi semakin terasa, kita pernah sedekat itu. Semoga kedekatan yang telah terjalin tidak merenggang seiring waktu. Kalaupun iya, kuharap masih ada yang terus mengikatkan kita. Entah berupa rasa maupun sekadar agenda bersama. Y261018K 02.02

Masih Banyak Orang Baik

Saya selalu kagum pada orang-orang yang berbuat baik. Dan saya lebih kagum kepada mereka yang mampu berbuat baik secara konsisten dan universal. Kebaikan mereka tidak memandang dimensi waktu dan tempat. Tidak memandang konteks dan sama sekali tidak bersifat kondisional. Saya selalu kagum pada mereka yang betah untuk terus berbuat baik. Saya kagum bagaimana mereka bisa berbuat demikian tanpa rasa bosan dan enggan. Sepertinya bagi mereka, berbuat baik adalah kebutuhan sekaligus kegemaran. Atau mungkin itulah bahan bakar mereka untuk terus bersemangat menjalani kehidupan. Saya selalu kagum pada mereka yang senantiasa berbuat baik secara universal. Mereka berbuat baik tanpa melihat siapa objeknya. Tidak peduli itu teman, sahabat, saudara, atau pun hanya kenalan bahkan orang-orang yang ditemuinya berpapasan saat berjalan. Mereka melakukan kebaikan tanpa memilih, dan tentu saja tanpa pamrih. Saya selalu kagum bagaimana mereka bisa berbuat baik dengan sebenar-benarnya niat, tanpa a...

Perjodohan Pisau dan Urat Nadi

Pisau adalah jodoh bagi nadi atas jiwa yang ingin bertemu denganNya Meski itu berati kembali dalam keadaan yang tak baik untuk diterima Seyakin itukah sang jiwa ingin menemuiNya, atau sebenarnya jiwa hanya ingin menjauhi masalah tanpa ia berpikir bahwa akan ada masalah baru yang dihadapi Meski hanya bisik, suara suara tak terlihat kerap menyandera kesadaran sang jiwa, terlebih saat seperti tiada lagi yang dapat diharap olehnya sebagai tempat berbagi Jiwa terlalu sibuk dengan bisik yang terus melawannya sampai ia lupa bahwa ada gemuruh yang selalu mencintainya Mungkin ia memerlukan senyap Sebab bisik maupun gemuruh terkadang tersembunyi dalam bilik kebingungan Membuatnya kacau hendak memilih menambat telinga pada yang mana Senyap tidak pernah bisa memberi jawaban pada jiwa yang kebingungan Tak ada pilihan yang dapat senyap tawarkan Kebingungan jiwa hendaknya dilebur dengan rasa syukur Karena dari syukur ada jawaban bagi jiwa Bahwa bisik maupun gemuruh adalah perpaduan harm...

We and This Year's Ied

It's such an awesome feeling to see that you're happy being around your fams. I do wish you have great moments of this year's Ied. And more, may I also wish that someday we might be celebrating Ied together as a sweet family? Haha just kidding, don't think too much about it. Once more, Selamat Idul Fitri :) N150618W 1 Syawal 1439H

Revealing

Currently I'm in love with someone. He's sweet and extraordinary. Oh wait, I'm in love with his friend too. It's a girl, 17 y.o. A really strong yet still a cutie pie and good looking in a unique way. They two really liven up my holiday. Hope to have them in this real life. . . Yes, because both of them are actually 2D character :" I never know that falling in love with unreal object can be this deep (and this hurt) *sobbing in the corner of bedroom* Thank yoo for you author for making this masterpiece :') N060618W

Kita dan Pertanyaan pada Gelap

Masih ada yang tertinggal di kelokan jalan itu? Tidak ada, jalan sudah berganti jadi perumahan Masih ada yang tersisa dalam gelas kaca itu? Tidak ada, gelas sudah dibiarkan terjatuh, pecah berserakan Masih ada yang terselip di dedaunan itu? Tidak ada, mereka sudah gugur sejak musim lalu terselesaikan Jadi, sila kau hapus dan berbahagialah meski sambil meracun kenyataan Y210518K

Kita dan Sekuntum Malam yang Ragu

Hari makin laut Pedih melarut Asa nyaris henti bertaut Padahal daun daun masih hijau Masih jauh dari radu Seuntai tunggu menyediakan waktu untuk kau seduh Sendu Tapi menyeduh tunggu tak melulu buat jemu Asal ada kau Riap riap alir darah kau sediakan untuk dieja Sedang hati sudah lelah mengira Bunga bunga kemboja bertanya Kapan akan siap bertandang? Kesiap diri dalam kesiur angin Melompat lompat mendahului jejaring takdir Tapi gagal... Kita hanya bisa diam Beradu mulut dalam senyap Bunga melati berkaca kaca Kau ini maunya bagaimana? Biar kami lari saja, kataku Tapi kau bilang, tunggu sedikit lagi Sebab yang buram ini akan tiba di akhirnya juga Jadi, tunggu saja Y100518K

Kita di Restoran Cinta

... Denting berpadu sendok dan garpu Gemas melihatmu mencicipi cinta dengan ragu Aku tersipu Ternyata kau mencintaiku hingga sedalam itu Pahit Cinta bertepuk sebelah tangan Hambar Cinta bersambut kata 'Ya' Manis Cinta teriring perjuangan kita berdua Mengapa kamu pesan ketiganya? Karena ku ingin kau tahu bagaimana rasanya mencintaimu dengan urutan seperti itu. Y200218K

Kita dan Perjalanan

Hidup adalah perjalanan, bukan? Kita berebut saling mendahului dengan waktu. Sama sama tahu, jatah kontrak kian dekat dengan pungkasannya. Tapi masih kerap lupa, masa yang ada terlalu berharga untuk sekadar foya foya seputar asa merengkuh dunia saja. Perjalanan pula yang mempertemukan kita dengan aneka mereka. Yang mengisi kejap maupun untuk menetap. Yang hanya singgah maupun yang terus berjalan searah. Termasuk aku dengan kau. Lagi lagi, pengingat akanmu kembali. Stasiun, peron, ruang tunggu, dan kereta api. Juga jalur rel yang kulewati. Sedang apa disana? Biar angin pagi yang menyampai kabar di antara kita. 06.28 K040518DR

Cerpen Koran

"..Tentang mengingatmu, semesta selalu punya cara untuk mengembalikan hadirmu di benakku. Salah satunya melalui cerpen koran alas makan yang terbaca saat tadi sarapan. Sesegera aku menyadari itu adalah cerpen koran, sesegera itu pula ingatan tentangmu menyerbu." Y020418K 02.29

Fla, Patience, and Faith

Process of making Fla (i mean manually) will actually teach you about patience and faith. The goal is to convert liquid mixture of corn starch, sugar, yolk, milk, and pinch of salt, into thick smooth fla (let's say it's solid🤔). Converting liquid into solid? We usually do it by cooling or freezing it (e.g. making ice cube). But here what you have to do is heating the liquid! And what's more, you have to keep stirring, continuously, literally without stopping, till it becomes thicker. Stirring continuously? Seems easy, right? But here is when your patience being tested. You keep stirring till 5 minutes but the mixture remains liquid. More minutes, nothing change except that your hand starta to get burned. More minutes and you start to feel hopeless, is it really gonna be solid? And you start to think of adding corn starch into the mixture, hoping it would fasten the thickening process. Here is when your faith being tested. Do you still believe the recipe which state...

Kita dan Buku

Jalur debu Kau berlari terburu Sehentak henyak, diam Kau terpaku Ada yang tertinggal di ujung jalan itu Seberkas kenangan yang telah buku Sekerat detik lecutimu Kau lanjut melaju 'Temani aku membuku baru.' Padahal kau lihat aku lagi berpayah menumpuk seribu buku Y160318K

No Moody di Hari yang Indah Ini

'I won't let your anger ruins my day, Sir!' Rasanya ingin teriak begitu. Yep. Hari ini akhirnya berjalan menyenangkan. Kalau di awal pagi sudah disambut dengan bentakan, maka kubuktikan kalau itu tak berpengaruh pada moodku untuk menampilkan yang terbaik dalam microteaching ronde kedua ini. Alhamdulillah, berbeda dengan penampilan sebelumnya, hari ini aku jauh lebih siap. RPP sudah kurancang dan kuselesaikan sejak dini hari tadi. Media pembelajaran pun berhasil kusiapkan sesuai keinginan: gelas kaca, pewarna makanan, pipet, dan air. Pilihanku terhadap model pembelajaran demonstrasi ternyata berhasil mengambil hati pak dan bu dosen, begitu pula respon positif dari teman teman. Menarik, materi sukses disampaikan, alokasi waktu yang cukup, dan hal-hal instingtif guru sudah berhasil tertampilkan. Aku pun merasa jauh lebih nyaman pada penampilan kali ini. Kekurangan? Tentu tetap ada. Itulah sebab kita terus belajar, bukan? Masukan dari ibu dosen ada untuk lebih melibatka...

Air Tak Selalu Mampu Padamkan Api

"Seringkali, memberi informasi dan saran, sebaik-sebenar apapun dan dengan cara selembut apapun kepada orang yang sedang marah adalah sia-sia. Bukannya diterima malah marahnya semakin menjadi, berapi-api. Air tidak selalu bisa memadamkan api, bisa jasi justru airnya mendidih." Y120318K Iya, kalau saya sih diem aja, kalo nggak kuat dengerin yaudah tinggalin aja dia ngomong sendiri. *yang ini bukan saran, risiko disambit tidak ditanggung asuransi*

Balada Tentang Teman yang Hilang

Sssst Apatisme semakin mencekam... Adalah saat kau dan juga kau hanya memilih diam Adalah saat kau meninggalkanku sendirian Adalah saat kau berlari menjauh hilang dari jangkauan Adalah saat kau berpaling seolah tak pernah terjadi perkenalan Adalah saat kau tiada sekali pun menghiraukan Padahal esok adalah hari dimana slide presentasi harus siap ditampilkan Apakah kau memintaku hilangkanmu dari daftar nama partisipan? Baiklah Aku tidak keberatan Selamat tinggal, 'Teman' Y040318K

Microteaching :))

Microteaching has nothing to do with teaching microbes! Yak. Semester baru telah dimulai. Makin terasa saja tuanya. Semester ini isi perkuliahan semakin membuatku merasa benar-benar masuk dalam dunia keguruan. Proporsi mata kuliah kependidikan jauh meningkat dan semakin banyak daripada keilmuan dasarnya. Terlebih lagi, pada semester ini kami memasuki era matakuliah khas guru: Microteaching. Mata kuliah microteaching merupakan mata kuliah praktik dengan 2 SKS, alias 2x100 menit. Pada matkul ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, dengan 1 kelompok beranggotakan 11 orang. Setiap kelompok diampu oleh 2 orang dosen, memiliki jadwal pertemuan 2 kali sepekan, dan menganut aturan yang agak berbeda antarkelompok tergantung dosennya. Yang khas dari mata kuliah ini adalah bahwa kami benar-benar full praktik. Ada sih teorinya, tapi amat sedikit dan hanya diberikan sebagai sisipan. Porsi pembelajaran terbanyaknya adalah kami tampil, akting, berperan sebagai guru, dengan tema...

Seekor Ikan dalam Akuarium

Sejak menetas ia tinggal dalam akuarium. Masa hidupnya hanya berada dalam akuarium. Nyaman. Ia tak berpikir akan pindah atau singgah kemana-mana. Baginya, hidup adalah dalam akuarium. Suatu hari akuarium bertanya pada ikan kecil itu, "Kamu tidak bosan?" Ikan kecil menggeleng tegas, "Kenapa harus bosan? Disini nyaman, ada kamu." "Tapi aku mengurungmu kan?" Ikan kecil berpikir sejenak. "Oh tidak, tidak. Aku tidak pernah berpikir begitu." Akuarium tidak menyahut lagi. Tapi rupanya percakapan dalam pikiran kan masih terjadi. ' Jangan-jangan, tadi itu sebenarnya cara akuarium memberitahuku kalau dia bosan atas hadirku ya?' Ikan membenak. Ia mengingat-ingat banyak hal yang terjadi selama hidupnya dalam akuarium. Ikan kecil mulai kehilangan kontrol atas ingatannya. Ia mengingat terlalu banyak. Sayangnya yang diingat itu hanya membuatnya semakin merasa. . . Bersalah.  (Bersambung) Y230118K