Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tentang Story dan Silaturahim yang Tersambung Kembali

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang membuat story cukup menarik perhatian saya di W hatsapp. Simpel saja, hanya tulisan   Panggil namaku maka akan aku post 5 fakta tentang kamu Karena pada dasarnya saya dan dia cukup dekat, sering saling balas story juga, dan saya kepo bagaimana efek story itu, maka saya balas,   Wahai ***** apakah kamu sedang gabut Saya sengaja menyamarkan kekepoan saya dengan menambah pertanyaan di belakang panggilan yang tertuju untuknya. Bukan apa-apa sih, saya khawatir aja kalau efeknya ternyata yang enggak-enggak. Apalagi teman saya ini terkenal unik, eksentrik, dan jahil juga. Tidak butuh lama sampai dia membalas. Ternyata dia sedang terbawa trend di kalangan teman-teman kuliahnya. Saling mengirim story , saling terpancing, saling membalas, dan ternyata saling jadi 'korban', termasuk saya. Kamu termasuk manggil namaku kan ya berarti? Mulanya saya masih mencoba mengelak. Tapi memang dasarnya dia anak cerdas, akhirny...

Tentang Kopi

"I thought i've moved on. But yesterday's reminder from someone made me sure that this feeling remains the same, even after more than 2 years of being lost contact." "Once you care about someone, you never really forget about them." Kadang saya lupa dengan apa yang saya rasa —mari kita istilahkan sebagai 'kopi' . Saya pikir setelah sekian lama ini sudah benar-benar hilang. Lagipula kan sudah tidak ada interaksi sama sekali. Maka saya kira semua kopi sudah menguap atau tumpah menyisakan gelas kosong. Kopi ini bagi saya mirip dengan starch solution yang pernah saya buat untuk projek sains pekan lalu. Saat lama didiamkan, larutan itu akan menjadi semakin jernih. Tapi bukan berarti starch -nya hilang. Melainkan ia hanya mengendap di dasar labu ukur yang menjadi tempatnya. Lalu bila saya mengaduknya atau menggerakkan wadahnya, kembali larutan itu menjadi pekat warna putihnya. Pun sama yang terjadi tentang kopi ini. Saya meletakkannya d...

Ça Va Ça Vient

"Ça Va Ça Vient" Sepenggal frasa dari bahasa Prancis yang saya dapat dari sebuah lagu. Pertama saya mendengar lagu itu adalah saat dinyanyikan dalam sebuah festival budaya yang diadakan beberapa pekan lalu (insyaAllah saya akan menceritakan tentang festival ini lebih detailnya di tulisan lain). Penyanyinya beneran seperti bintang! Padahal ia masih siswa SMA tapi sudah luwes sekali pembawaannya. Suaranya merdu, cantik, dan mampu menguasai panggung dengan lihai. Pokoknya saya terpesona deh. Maka segeralah jiwa kepo menyeruak dalam diri. Saya cari judul lagu yang dinyanyikannya. Ingin tahu versi aslinya. Dan... saya autojatuh cinta dengan frasa Ça Va Ça Vient. Saya jatuh cinta dengan lagunya, nadanya, musiknya, video klipnya, artinya, maknanya, penyanyi aslinya, bahkan sampai saat ini playlist youtube saya diisi dengan lagu-lagu yang dibuat oleh penyanyi asli Ça Va Ça Vient. Lalu sebenarnya apa sih yang membuat frasa Ça Va Ça Vient menjadi sangat ear-catching dan memorable...

Dear No One

I like being independent Not so much of an investment No one to tell me what to do I like being by myself Don't gotta entertain anybody else No one to answer to But sometimes, I just want somebody to hold Someone to give me the jacket when its cold Got that young love even when we're old Yeah sometimes, I want someone to grab my hand Pick me up, pull me close, be my man I will love you till the end So if you're out there I swear to be good to you But I'm done lookin', for my future someone Cause when the time is right You'll be here, but for now Dear no one, this is your love song I don't really like big crowds I tend to shut people out I like my space, yeah But I'd love to have a soul mate And God will give him to me someday And I know it'll be worth the wait So if you're out there I swear to be good to you But I'm done lookin', for my future someone Cause when the time is right You'll be here, but for ...

Poin Penting tentang Bagaimana Mengabdi dengan Sepenuh Hati

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan mendulang ilmu dari seorang yang luar biasa. Dalam menyimak beliau, saya jadi banyak belajar untuk lebih menginternalisasi makna sesungguhnya dari sebuah pengabdian. Rasanya terlalu sayang kalau ilmu ini saya simpan sendiri. Jadilah saya mencoba merangkumnya di sini dengan beberapa penyesuaian. Semoga yang saya tulis ini masih merepresentasikan apa yang saat itu beliau pembicara sampaikan. Perlu diingat kalau pengabdian yang dimaksud dalam tulisan ini lebih merujuk pada konteks pengabdian dalam bidang pendidikan. Tapi tidak menutup kemungkinan pula kalau konsep dan prinsip dasarnya bisa diterapkan dalam bidang-bidang lainnya. Selamat membaca :) ------------------------------------------------------------------------ Bagaimana kita dapat melakukan pengabdian yang sebenarnya? Disadur dari seminar oleh Kemal A. ------------------------------------------------------------------------ 1. Dengan mengetahui mengapa melakukan penga...

Tentang Kejutan

Saya selalu suka cara Allah memberi kejutan buat hamba-Nya. Tidak pernah gagal. Tidak pernah ketahuan sebelum waktu yang sudah Ia rencanakan. Ngomong-ngomong tentang kejutan, saya teringat saat diberi kejutan pada hari ulang tahun. Itu adalah ulang tahun kedelapanbelas, di tahun terakhir saya menjalani masa SMA. Kala itu saat sarapan saya sudah merasa kalau akan ada sesuatu. Tapi saya tidak mau ge-er sih. Kalau biasanya setelah sarapan saya langsung menuju lapangan, maka hari itu saya 'ditahan' di ruang makan dengan cara diajak ngobrol cukup lama. Sampai tiba-tiba... Tiga (kalau tidak salah) orang teman ‘menculik’ saya. Salah seorangnya menutup mata saya erat-erat, sedangkan dua lainnya bertugas menggandeng paksa dan mengarahkan saya entah kemana. Saya dibawanya meninggalkan ruang makan lalu berhenti setelah berjalan agak jauh. Dua orang selain si penutup mata melepaskan saya. Saya masih belum tahu apa yang mereka rencanakan. Sampai kemudian mata saya dibebaskan...