Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Suasana Penyulut Rindu

"Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga..." Mengapa keluarga? Karena ia adalah satu-satunya suasana dimana aku tidak pernah dan tidak akan pernah, dituntut, diminta menjadi seseorang atau melakukan sesuatu, melampaui kemampuanku. . . Karena ia adalah atmosfer dimana aku benar-benar diperkenankan menjadi aku. . . Jadi, bagaimana bisa aku tidak merindu? Y160417K

Senarai: Yang Terpisah karena Kesibukan

"Apakah menenggelamkan diri dalam kesibukan akan selalu berarti mengiyakan sebuah perpisahan? Sibuk memenuhi kebutuhan diri, berpisah dari kepekaan untuk mau membantu pemenuhan  kebutuhan orang lain Sibuk scrolling timeline sosial media, berpisah dari kesempatan bercakap kaya manfaat dengan orang di sekitar Sibuk pekerjaan, berpisah dari hangatnya kekeluargaan dan anak anak yang butuh perhatian Sibuk garap lemburan, berpisah dari istirahat yang tubuh butuhkan Sibuk dunia perkuliahan, berpisah dengan momen bertemu sanak dan kawan Sibuk dalam dunia maya yang penuh apdetan, berpisah dengan konsen terhadap ikan di penggorengan Sibuk mencari kesalahan orang, berpisah dengan kerendahan hati untuk mau mengintrospeksi kesalahan diri sendiri Sibuk pacaran, berpisah dari serunya bersayang sayangan dengan Sang Pemilik Segala Keindahan Sibuk berbicara, berpisah dari anggunnya sebuah diam Sibuk berkomentar, berpisah dari elegannya sebuah tindakan nyata Sibuk sakit hati menerima ko...

Cuplikan Narasi Saat Netra Jelang Temaram

Baru semalam berpesan: kamu harus belajar untuk mengontrol emosi. Ya itu, kayak yang dia bilang. Tapi gimana caranya itu? Emm ah iya, ya kita harus berusaha untuk menyeimbangkan. Nggak boleh terlalu. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu apapaun, itu nggak baik. Hmm-hmm . . . Ohiya, tiba tiba dapat jawaban nih. Misalnya, kamu kesel sama sesuatu atau seseorang, coba deh cari sisi positifnya hal itu. Cari terus sebanyak banyaknya. Coba ingat ingat hal baik apa yang pernah dia lakukan buat kamu, sekecil apapun itu. Coba kumpulkan semua hal menyenangkan yang pernah dia berikan buat kamu. Sesepele apapun itu. Oh iya, pernah dengar nasihat dari teman, kita hanya berhak untuk melabeli seseorang atau sesuatu dengan satu label buruk setelah kita melabelinya dengan minimal 40 label kebaikan. Gimana, paham nggak maksudnya? Ngggg enggak Hehehe Gini, kamu tahu label kan ya? Bayangkan kamu lihat bunga ini. Lalu kamu punya satu label yang tulisannya kata kata negatif. Mm misalnya ...