Baru semalam berpesan: kamu harus belajar untuk mengontrol emosi. Ya itu, kayak yang dia bilang.
Tapi gimana caranya itu?
Emm ah iya, ya kita harus berusaha untuk menyeimbangkan. Nggak boleh terlalu. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu apapaun, itu nggak baik.
Hmm-hmm
. . .
Ohiya, tiba tiba dapat jawaban nih. Misalnya, kamu kesel sama sesuatu atau seseorang, coba deh cari sisi positifnya hal itu. Cari terus sebanyak banyaknya. Coba ingat ingat hal baik apa yang pernah dia lakukan buat kamu, sekecil apapun itu. Coba kumpulkan semua hal menyenangkan yang pernah dia berikan buat kamu. Sesepele apapun itu. Oh iya, pernah dengar nasihat dari teman, kita hanya berhak untuk melabeli seseorang atau sesuatu dengan satu label buruk setelah kita melabelinya dengan minimal 40 label kebaikan. Gimana, paham nggak maksudnya?
Ngggg enggak
Hehehe
Gini, kamu tahu label kan ya? Bayangkan kamu lihat bunga ini. Lalu kamu punya satu label yang tulisannya kata kata negatif. Mm misalnya 'membosankan'. Selaib itu kamu punya banyak label lain, lebih dari 40, yang isinya kata kata positif. Nah kamu baru boleh menempelkan label negatif yang satu tadi setelah kamu menempelkan paling sedikit 40 label yang baik. Itu juga berlaku buat ke orang yah. Jadi kalau kamu lagi lesel, badmood, mutung karena seseorang, coba deh sebelum kamu memutuskan untuk kesel kamu sibukkan pikiranmu dulu untuk memikirkan hal baiknya. Cari terus sampai minimal ada 40. Nah nanti kan lama lama kita malah lupa sama hal buruknya yang barusan bikin kesel. Gimana, uda paham maksudnya?
Ooh iya iya
Tapi itu memang harus berlatih. Nggak bisa langsung otomatis terbiasa mikir dengan jalan kayak gitu. Kita sama sama belajar kok. Semangat bareng bareng yah.
. . .
Ngomong sih gampang, ngelakuinnya yang susah
.
Ah enggak juga, 'ngomong sih gampang' itu kan buat yang terbiasa ngomong. Kalau yang nggak terbiasa ya susahh.
.
Baru semalam berpesan, dan paginya eh kena ujian. Apakah akan berhasil mendapat kelulusan?
Y050417K
Tapi gimana caranya itu?
Emm ah iya, ya kita harus berusaha untuk menyeimbangkan. Nggak boleh terlalu. Terlalu senang, terlalu sedih, terlalu apapaun, itu nggak baik.
Hmm-hmm
. . .
Ohiya, tiba tiba dapat jawaban nih. Misalnya, kamu kesel sama sesuatu atau seseorang, coba deh cari sisi positifnya hal itu. Cari terus sebanyak banyaknya. Coba ingat ingat hal baik apa yang pernah dia lakukan buat kamu, sekecil apapun itu. Coba kumpulkan semua hal menyenangkan yang pernah dia berikan buat kamu. Sesepele apapun itu. Oh iya, pernah dengar nasihat dari teman, kita hanya berhak untuk melabeli seseorang atau sesuatu dengan satu label buruk setelah kita melabelinya dengan minimal 40 label kebaikan. Gimana, paham nggak maksudnya?
Ngggg enggak
Hehehe
Gini, kamu tahu label kan ya? Bayangkan kamu lihat bunga ini. Lalu kamu punya satu label yang tulisannya kata kata negatif. Mm misalnya 'membosankan'. Selaib itu kamu punya banyak label lain, lebih dari 40, yang isinya kata kata positif. Nah kamu baru boleh menempelkan label negatif yang satu tadi setelah kamu menempelkan paling sedikit 40 label yang baik. Itu juga berlaku buat ke orang yah. Jadi kalau kamu lagi lesel, badmood, mutung karena seseorang, coba deh sebelum kamu memutuskan untuk kesel kamu sibukkan pikiranmu dulu untuk memikirkan hal baiknya. Cari terus sampai minimal ada 40. Nah nanti kan lama lama kita malah lupa sama hal buruknya yang barusan bikin kesel. Gimana, uda paham maksudnya?
Ooh iya iya
Tapi itu memang harus berlatih. Nggak bisa langsung otomatis terbiasa mikir dengan jalan kayak gitu. Kita sama sama belajar kok. Semangat bareng bareng yah.
. . .
Ngomong sih gampang, ngelakuinnya yang susah
.
Ah enggak juga, 'ngomong sih gampang' itu kan buat yang terbiasa ngomong. Kalau yang nggak terbiasa ya susahh.
.
Baru semalam berpesan, dan paginya eh kena ujian. Apakah akan berhasil mendapat kelulusan?
Y050417K
Komentar
Posting Komentar