Langsung ke konten utama

Senarai: Yang Terpisah karena Kesibukan

"Apakah menenggelamkan diri dalam kesibukan akan selalu berarti mengiyakan sebuah perpisahan?

Sibuk memenuhi kebutuhan diri, berpisah dari kepekaan untuk mau membantu pemenuhan  kebutuhan orang lain
Sibuk scrolling timeline sosial media, berpisah dari kesempatan bercakap kaya manfaat dengan orang di sekitar
Sibuk pekerjaan, berpisah dari hangatnya kekeluargaan dan anak anak yang butuh perhatian
Sibuk garap lemburan, berpisah dari istirahat yang tubuh butuhkan
Sibuk dunia perkuliahan, berpisah dengan momen bertemu sanak dan kawan
Sibuk dalam dunia maya yang penuh apdetan, berpisah dengan konsen terhadap ikan di penggorengan
Sibuk mencari kesalahan orang, berpisah dengan kerendahan hati untuk mau mengintrospeksi kesalahan diri sendiri
Sibuk pacaran, berpisah dari serunya bersayang sayangan dengan Sang Pemilik Segala Keindahan
Sibuk berbicara, berpisah dari anggunnya sebuah diam
Sibuk berkomentar, berpisah dari elegannya sebuah tindakan nyata
Sibuk sakit hati menerima komentar, berpisah dari kesempatan melakukan pembuktian kemampuan
Sibuk berpuas diri akan hasil pekerjaan, berpisah dari pemahaman akan pentingnya evaluasi dan usaha peningkatan
Sibuk mengeluh, berpisah dari cantiknya sebuah ucap syukur
Sibuk bersedih, berpisah dengan pilihan untuk bahagia
Sibuk menuntut hak, berpisah dengan kemauan menjalankan kewajiban
Sibuk berjanji, berpisah dengan kesadaran terhadap lisan yang harusnya selalu berhati hati
Sibuk headset.an, berpisah dari fadhilahnya mendengarkan azan
Sibuk mencela, berpisah dari santunnya mengapresiasi
Sibuk mencinta, berpisah dari pencarian cela
Sibuk menyayang, berpisah dari bahayanya perpecahan
Sibuk berbaik hati, berpisah dari racun pemati empati
Sibuk silaturrahim, berpisah dari kemungkinan ukhuwwah mati teriris belati
Sibuk saling mendoa, berpisah dari gundah pikir ia sedang apa
Sibuk percaya, berpisah dari tanda tanya dan prasangka
Semoga sibuk kita adalah sibuk yang tepat, yang bermanfaat, sibuk penanda taat."

Y101216K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...