"Apakah menenggelamkan diri dalam kesibukan akan selalu berarti mengiyakan sebuah perpisahan?
Sibuk memenuhi kebutuhan diri, berpisah dari kepekaan untuk mau membantu pemenuhan kebutuhan orang lain
Sibuk scrolling timeline sosial media, berpisah dari kesempatan bercakap kaya manfaat dengan orang di sekitar
Sibuk pekerjaan, berpisah dari hangatnya kekeluargaan dan anak anak yang butuh perhatian
Sibuk garap lemburan, berpisah dari istirahat yang tubuh butuhkan
Sibuk dunia perkuliahan, berpisah dengan momen bertemu sanak dan kawan
Sibuk dalam dunia maya yang penuh apdetan, berpisah dengan konsen terhadap ikan di penggorengan
Sibuk mencari kesalahan orang, berpisah dengan kerendahan hati untuk mau mengintrospeksi kesalahan diri sendiri
Sibuk pacaran, berpisah dari serunya bersayang sayangan dengan Sang Pemilik Segala Keindahan
Sibuk berbicara, berpisah dari anggunnya sebuah diam
Sibuk berkomentar, berpisah dari elegannya sebuah tindakan nyata
Sibuk sakit hati menerima komentar, berpisah dari kesempatan melakukan pembuktian kemampuan
Sibuk berpuas diri akan hasil pekerjaan, berpisah dari pemahaman akan pentingnya evaluasi dan usaha peningkatan
Sibuk mengeluh, berpisah dari cantiknya sebuah ucap syukur
Sibuk bersedih, berpisah dengan pilihan untuk bahagia
Sibuk menuntut hak, berpisah dengan kemauan menjalankan kewajiban
Sibuk berjanji, berpisah dengan kesadaran terhadap lisan yang harusnya selalu berhati hati
Sibuk headset.an, berpisah dari fadhilahnya mendengarkan azan
Sibuk mencela, berpisah dari santunnya mengapresiasi
Sibuk mencinta, berpisah dari pencarian cela
Sibuk menyayang, berpisah dari bahayanya perpecahan
Sibuk berbaik hati, berpisah dari racun pemati empati
Sibuk silaturrahim, berpisah dari kemungkinan ukhuwwah mati teriris belati
Sibuk saling mendoa, berpisah dari gundah pikir ia sedang apa
Sibuk percaya, berpisah dari tanda tanya dan prasangka
Semoga sibuk kita adalah sibuk yang tepat, yang bermanfaat, sibuk penanda taat."
Y101216K
Sibuk memenuhi kebutuhan diri, berpisah dari kepekaan untuk mau membantu pemenuhan kebutuhan orang lain
Sibuk scrolling timeline sosial media, berpisah dari kesempatan bercakap kaya manfaat dengan orang di sekitar
Sibuk pekerjaan, berpisah dari hangatnya kekeluargaan dan anak anak yang butuh perhatian
Sibuk garap lemburan, berpisah dari istirahat yang tubuh butuhkan
Sibuk dunia perkuliahan, berpisah dengan momen bertemu sanak dan kawan
Sibuk dalam dunia maya yang penuh apdetan, berpisah dengan konsen terhadap ikan di penggorengan
Sibuk mencari kesalahan orang, berpisah dengan kerendahan hati untuk mau mengintrospeksi kesalahan diri sendiri
Sibuk pacaran, berpisah dari serunya bersayang sayangan dengan Sang Pemilik Segala Keindahan
Sibuk berbicara, berpisah dari anggunnya sebuah diam
Sibuk berkomentar, berpisah dari elegannya sebuah tindakan nyata
Sibuk sakit hati menerima komentar, berpisah dari kesempatan melakukan pembuktian kemampuan
Sibuk berpuas diri akan hasil pekerjaan, berpisah dari pemahaman akan pentingnya evaluasi dan usaha peningkatan
Sibuk mengeluh, berpisah dari cantiknya sebuah ucap syukur
Sibuk bersedih, berpisah dengan pilihan untuk bahagia
Sibuk menuntut hak, berpisah dengan kemauan menjalankan kewajiban
Sibuk berjanji, berpisah dengan kesadaran terhadap lisan yang harusnya selalu berhati hati
Sibuk headset.an, berpisah dari fadhilahnya mendengarkan azan
Sibuk mencela, berpisah dari santunnya mengapresiasi
Sibuk mencinta, berpisah dari pencarian cela
Sibuk menyayang, berpisah dari bahayanya perpecahan
Sibuk berbaik hati, berpisah dari racun pemati empati
Sibuk silaturrahim, berpisah dari kemungkinan ukhuwwah mati teriris belati
Sibuk saling mendoa, berpisah dari gundah pikir ia sedang apa
Sibuk percaya, berpisah dari tanda tanya dan prasangka
Semoga sibuk kita adalah sibuk yang tepat, yang bermanfaat, sibuk penanda taat."
Y101216K
Komentar
Posting Komentar