Langsung ke konten utama

Apa yang indah dari perbedaan?


suatu hari, ada seseorang mengagetkan saya dengan pertanyaan 

Apa yang indah dari perbedaan?
terdengar biasa ya? iya memang. tapi yang membuatnya tidak biasa adalah Si Penanya. Memangnya dia siapa? orang. Seseorang. Seseorang yang..... ah, sudahlah. saya tidak mau galau.

maka setelah berpikir dan merenung selama banyak jam, saya temukan juga beberapa jawaban yang meski sedikit berlebihan atau mungkin aneh juga, tapi setidaknya InsyaAllah bisa menjadi jawaban.

"Apa yang indah dari perbedaan?"

1.       Adalah perbedaan yang membuat pelangi itu dapat dinyanyikan lagu tentangnya. Merah-kuning-hijau. Berbeda warnanya.
2.       Adalah perbedaan yang membuat malam ditunggu saat siang yang datang, dan siang ditunggu saat malam yang datang. Siang dengan kesibukan, dan malam dengan ketenangan.
3.       Adalah perbedaan yang membuat musim hujan dan musim kemarau masing-masing punya orang-orang yang berharap akan kedatangannya. Musim hujan dengan harapan petani, kemarau dengan para pembuat batu-bata.
4.       Adalah perbedaan yang membuat setiap fase kehidupan patut disimpan memori tentangnya. Masa kanak-kanak dengan keriangannya, masa remaja dengan euforianya, dan sebagainya, dan sebagainya.
5.       Adalah perbedaan yang membuat setiap orang punya kesempatan untuk menang. Yakni perbedaan jalur yang dilaluinya.
6.       Adalah perbedaan yang membuat seseorang patut merindu. Yaitu perbedaan ruang, waktu, dimensi, atau dunia.
7.       Adalah perbedaan yang membuat rak-rak di toko buku selalu penuh. Yakni perbedaan ide antarpenulis. Ide baru, ide lama, ide lama yang diperbarui.
8.       Adalah perbedaan yang membuat kita perlu makan, mandi, dan lainnya. Yaitu perbedaan antara lapar-kenyang, kotor-bersih, dan lainnya.
9.       Adalah perbedaan yang membuat kita pernah kecewa. Yakni perbedaan antara harapan dan kenyataan.
10.   Adalah perbedaan yang membuat kita pernah bersedih dan bahagia. Yakni perbedaan antara saat bertemu dan saat berpisah, saat menemukan dan kehilangan, kelahiran dan kematian.
11.   Adalah perbedaan yang membuat kita selalu berhak berusaha dan berdoa. Yakni perbedaan kemungkinan akan hasil yang bisa kita dapatkan.
12.   Adalah perbedaan yang membuat kita harus selalu bersyukur. Yakni perbedaan jatah rezeki dan karunia tiap makhluk.
13.   Adalah perbedaan yang membuat kata-kata yang kutulis ini ada artinya. Yakni perbedaan susunan huruf di tiap-tiapnya.
14.   Adalah perbedaan yang harusnya membuat kita terus terpacu untuk maju. Sadar untuk terus berjuang. Terus mengejar ketertinggalan dari yang lain sebab ingin mencapai kesamaan, padahal sudah pasti tak ada yang persis sama, tiap orang memiliki keunggulan yang berbeda.
15.   Adalah perbedaan yang membuat yang lalu menjadi masa lalu, dan yang akan datang menjadi masa depan.
16.   Adalah perbedaan yang membuat hidup tidak akan membosankan. Yaitu perbedaan kejutan yang ditawarkannya.
17.   Adalah perbedaan yang membuat kita pernah merenung, melamun, berdiskusi, tersenyum, marah, lelah, mengantuk, puas, menangis, jatuh cinta, berdebat, terharu, dan sebagainya.
18.   Adalah perbedaan yang membuat manusia tak dapat hidup sendiri. Yakni perbedaan kebutuhan dan kemampuan pemenuhan kebutuhannya.
Gimana? Udah cukup kah deskripsiku tentang ‘yang indah dari perbedaan’? tentu belum. Masih banyak lagi sisi indahnya. Asalkan dilihat dari sudut pandang yang benar. Tapi yang pokok adalah : Perbedaan untuk dipersandingkan, bukan untuk dipertandingkan “
(Prof.Dr.Fuad Hassan)
è entahlah, beliau siapa ._.

yap, itu pendapat saya, pendapat pembaca???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...