Langsung ke konten utama

I feel recharged!

Bertemu kawan lama, terlebih secara eksklusif dan pada momen yang eksklusif, kota ini di malam hari bekas jejak gerimis, benar benar berhasil menjadi pengobat rindu yang selama ini menyerap dayaku juga semangatku.

Tentu, sangat kunikmati tiap detik sejak ujung temu. Kami berdua saja, di bawah gerimis yang seperti mempermainkan kami apakah ia patut dihalau dengan payung atau dibiarkan saja lembut memeluk jalanan kota.

Kami bercerita panjang sekali sambil menghabiskan makan malam di tepi jalan besar itu. Sesungguhnya dalam tiap suapku kuharap itu bukan yang terakhir, juga kata dalam cerita itu bukan yang penghabisan, sebab kuingin malam ini memanjang dan waktu temu itu tidak cepat usai.

Tapi bagaimanapun, dimana ada pangkal maka disitu ada ujung. Begitu pula pada sebuah temu. Seingin apapun aku memanjangkan waktu, perpisahan kembali sudah mengajak kami pulang.

Tiap langkah yang kami tapaki menuju halte bis kurasa berat dan cukup ampuh dalam mengundang sesak hati. Jalan bercabang banyak, ia jadi saksi bahwa temu kami berakhir tak lama lagi. Ingin rasanya halte bis itu kuminta mundur, berpindah lebih jauh lagi. Sebab pada tapak menujunya, kami berdua saja memunguti detik yang tersisa.

Malam masih muda. Mengapa sebuah pulang sudah begitu tega?

Remah remah waktu makin habis setiba kami di halte bis. Jalur kami berbeda. Sepotong pulang menjemput kawan itu lebih dahulu. Meninggalkan aku yang masih tergugu menyadari sesuatu, temu baru usai sedetik lalu namun sekarang aku sudah rindu?

Malam sebenarnya belum juga menua. Sekerat pulang membawaku turut serta.

Sepotong bahagia menyelinap sebagai buah tangan. Kembalinya bara semangat kini bukan lagi sekadar angan. Tentu terimakasih tak lupa kukirimkan, istimewa khusus buatmu kawan.

Y18231116K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...