Langsung ke konten utama

You Can't Please Everyone

menjadi diri sendiri tidaklah mudah. hanya orang-orang yang mampu mengenal dirinya dengan baiklah yang berani menjadi dirinya sendiri. tak tergoyahkan oleh suara-suara sumbang di luar dirinya. kata kawanku pagi ini, orang yang demikianlah yang disebut dengan orang yang mengerti konsep dirinya.
aku sendiri merasakan, aku masih sering berlaku dengan dasar ingin membuat orang lain senang. bertindak dengan alasan tak ingin membuat orang lain kecewa.
hmm mungkin sekilas hal itu semacam positif ya?
tapi sebenarnya tak jarang aku juga merasa tersiksa. mengapa? karena yang kulakukan itu tidak selalu sesuai dengan kata hatiku. parahnya lagi, ada efek aku berharap orang-orang akan puas dengan yang kulakukan. lalu bila harapan itu tak menjadi nyata, ada dampak luar biasa dalam diriku yakni kekecewaan dan rasa bersalah yang amat berlebihan. bahkan hingga taraf aku menyalahkan diriku sendiri. bila sudah demikian, biasanya yang kerepotan tidak hanya aku. kawan baikku pun terkena dampaknya. entah sudah berapa kali aku meminta waktunya untuk menemaniku mengurai gumpalan-gumpalan pikiran yang menyesakkan. entah berapa kali aku menyita waktunya untuk mendengarkan kalimat-kalimat tak mengenakkan yang kutujukan pada diriku...
hingga saat ini pribadiku masih seperti itu. belum sepenuhnya menjadi diri sendiri. aku masih kerap menjadi orang sesuai dengan keinginan lingkunganku. keinginan orang-orang di sekitarku.
lalu mau sampai kapan?
itu tanya yang hingga kini menghantuiku. sampai kapan . . .
aku pun tidak tahu jawab pastinya. mungkin dalam waktu dekat, mungkin masih esok lusa.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...