Langsung ke konten utama

Bagaimanapun, Barat dan Timur Tak Akan Terraih oleh Sepasang Kanan dan Kiri, Kan?

Yang disebut memiliki tanggung jawab tidaklah pernah terasa mudah.
Yang dikata memiliki kewajiban tidaklah pernah terasa ringan.
Konflik tentu dapat selalu terjadi. Ketika sebuah kepentingan dua pihak mendesak untuk saling didahulukan. Kala itu pula seorang yang diamanahkan memegang amanah dari kedua pihak merasa dibingungkan.
Dua hal hampir selalu menjadi barat dan timur. Memegang timur akan berarti melepas yang barat, dan demikian pula sebaliknya. Barat dan timur tidak akan pernah bisa dipaksakan untuk jadi dekat dan dapat tergapai oleh kanan dan kiri. Kecenderungam memilih salah satunya tentu akan bersinggungan dengan tuntutan pihak satunya. Memaksa yang berada di tengah-tengah untuk jadi tertekan dan tak tahu harus berbuat apa. Memilih keduanya? Itu tak mungkin. Sama saja itu bukanlah suatu pilihan. Menyeimbangkan porsi? Itu juga dapat dibilang tak mungkin dilakukan. Akan selalu ada tuntutan dan ingin jadi yang diutamakan. Lalu ketika ego seolah menginginkan. Memilih, apa yang harus kami lakukan? Memilih satu dan meninggalkan yang lain? Namun yang menjadi masalah adalah saat yang hendak kami tinggalkan malah dengan jelas menghalangi niat kami. Kami pun tak kuasa menerang-benderangkan apakah yang mereka harapkan dari keberadaan kami, orang orang uang menyebalkan. Mengapa kami masih dipertahankan padahal kami telah nyatakan bahwa minim sekali level kemauan? Apakah bila benar kami pergi, maka kala itulah sebuah ego telah memenangkan pertarungan?

Y110316K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...