Berkejaran dengan hujan. Sore ini aku berkejaran dengannya. Mungkin lebih tepatnya hujanlah yang mengejarku. Sedang aku, mengejar waktu.
Hujan curang! Ia mengejar saat aku jelas-jelas telah lelah seharian memunguti detik di ruang kuliah. Sudah letih dan ingin cepat rebah istirah.
Tapi waktu rupanya lebih kejam. Ia terus berlari, tanpa pernah peduli bahwa seumur hidupku penuh dengan usaha untuk dapat mengimbangi lajunya.
Mengejar waktu? Dengan apa?
Ia tak akan pernah tertangkap, aku tahu. Yang kuupayakan bukanlah mendahuluinya, sebab memang tak kupunya kuasa. Waktu hanya dapat diisi, diiringi. Dimanfaatkan. Sebaik yang kubisa.
Y280917K
17.34
Hujan curang! Ia mengejar saat aku jelas-jelas telah lelah seharian memunguti detik di ruang kuliah. Sudah letih dan ingin cepat rebah istirah.
Tapi waktu rupanya lebih kejam. Ia terus berlari, tanpa pernah peduli bahwa seumur hidupku penuh dengan usaha untuk dapat mengimbangi lajunya.
Mengejar waktu? Dengan apa?
Ia tak akan pernah tertangkap, aku tahu. Yang kuupayakan bukanlah mendahuluinya, sebab memang tak kupunya kuasa. Waktu hanya dapat diisi, diiringi. Dimanfaatkan. Sebaik yang kubisa.
Y280917K
17.34
Komentar
Posting Komentar