Langsung ke konten utama

Perjodohan Pisau dan Urat Nadi

Pisau adalah jodoh bagi nadi atas jiwa yang ingin bertemu denganNya
Meski itu berati kembali dalam keadaan yang tak baik untuk diterima
Seyakin itukah sang jiwa ingin menemuiNya, atau sebenarnya jiwa hanya ingin menjauhi masalah tanpa ia berpikir bahwa akan ada masalah baru yang dihadapi
Meski hanya bisik, suara suara tak terlihat kerap menyandera kesadaran sang jiwa, terlebih saat seperti tiada lagi yang dapat diharap olehnya sebagai tempat berbagi
Jiwa terlalu sibuk dengan bisik yang terus melawannya sampai ia lupa bahwa ada gemuruh yang selalu mencintainya
Mungkin ia memerlukan senyap
Sebab bisik maupun gemuruh terkadang tersembunyi dalam bilik kebingungan
Membuatnya kacau hendak memilih menambat telinga pada yang mana
Senyap tidak pernah bisa memberi jawaban pada jiwa yang kebingungan
Tak ada pilihan yang dapat senyap tawarkan
Kebingungan jiwa hendaknya dilebur dengan rasa syukur
Karena dari syukur ada jawaban bagi jiwa
Bahwa bisik maupun gemuruh adalah perpaduan harmoni yang menandakan bahwa jiwa masih dipercaya oleh Yang Kuasa untuk tetap berjalan di atas tanahNya
Barangkali memuisikan malam seperti ini dapat menjelma jadi undangan atas rasa sadar, syukur, serta sabar
Memuisi tak pernah terasa sehalus ini
Hari yang telah radu tak pernah terasa selembut ini
Terima kasih bahwa oleh Nya setiap titik jiwa dikirim ke dunia tak mungkin tanpa penjaga
Akan selalu ada tiang penyangga bagi jiwa runtuh
Siap turut serta memanggul beban dan menghempas sesak yang meruntuhkan jiwa
Tiang yang selalu setia untuk turut serta menopang beban, menguatkan, dan meyakinkan bahwa tiada beban datang tanpa pengangkutan
Baiklah
Langit sudah benar memekat saat gerak jiwa mulai terlihat, menuju keremangan, menunggu terang jalan
Bila bukan esok maka lusa, tapak demi tapak yang mengarahkannya ke kesetiaan pada usaha dan ribuan rasa percaya tak lama lagi akan kembali terengkuh, bukan?
Baiklah
Menanti pagi, lelah jiwa perlahan larut dalam puisi
Dalam kantuk yang bergerilya menghinggapi netra, jiwa telah mengingkari perjodohan pisau dan urat nadi


Kretek-Sedayu
20 September 2018

Sebuah kolaborasi antara jiwa sepi dan dia yang baiknya tanpa henti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...