Langsung ke konten utama

Sindrom Penghabisan Liburan


Ada salah satu hal yang kuperhatikan setiap kali menjalani masa liburan dan pulang ke rumah, yakni tentang tahapan yang terjadi selama menghabiskan saat menyenangkan tersebut. Di awal masa itu, biasanya akan timbul rasa malas yang amat sangat. Godaan untuk melakukan gerakan ‘santai-santai-mumpung-libur’ muncul begitu kuat. Itu akan berlangsung setidaknya sampai dua hari. Masa berikutnya, semangat untuk memulai rutinitas rumah telah cukup bangkit. Masa-masa itu biasanya terisi dengan rutinitas di dapur, berkutat dengan siklus pakaian (re: cuci-jemur-lipat/setrika-pakai), bebersih dan beberes, menjahili adik, berperjalanan ke rumah saudara, dan selingan-selingan lain. Rutinitas itu akan terus terjalani sampai hari mendekati masa liburan habis. Nah, tibalah di akhir liburan. Biasanya akan mulai ada gejolak hati. Rasa tidak nyaman. Tiba-tiba mudah marah, bahkan sembunyi-sembunyi menangis tidak jelas. Bawaannya sebel aja gitu. Gejala-gejala itulah yang kunamakan Sindrom Penghabisan Liburan. Ini fase yang cukup berbahaya menurutku. Tentu saja karena masa akhir liburan semestinya dijalani dengan sebaik-baiknya. Sayangnya, keadaan emosi yang tiba-tiba menjadi seperti saat PMS itu seringkali merusak suasana. Mungkin masa-masa seperti itu disebabkan karena diri yang mencoba mengingkari kenyataan bahwa liburan sebentar lagi habis. Itu artinya, diri juga belum rela untuk meninggalkan kenyamanan rumah dan beralih pada perantauan. Entahlah, sampai saat ini fase terakhir itu masih saja terjadi walaupun memang kadarnya sudah tidak separah dulu. Mungkin mengelola emosi saat tibanya fase itu juga termasuk dalam proses pendewasaan. Pada akhirnya, kenyataan untuk kembali ke perantauan akan datang juga. Maka pesanku untuk diriku adalah bahwa yang perlu diatur pandai-pandai selain menyiapkan barang agar tidak tertinggal adalah juga menyiapkan hati agar tidak syok untuk kembali ke rutinitas rantauan.

N300619W
Lama juga ya sudah tidak menyapa 😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...