Hari ini adalah hari dimana kita pada akhirnya resmi dinyatakan lulus sebagai sarjana yang menyandang gelar S. Pd. Seharusnya ini adalah momen yang menyenangkan. Setelah perjuangan panjang selama 4 tahun, akhirnya kita tiba juga di pungkasan.
Kiranya sehari tadi menjadi pengobat bagi rindu yang diam-diam mendatangiku. Bertemu kalian teman-teman tersayangku. Ada sepotong rasa haru saat tadi kita menghabiskan waktu dengan makan siang bersama di bawah rindang pepohonan. Tak rela rasanya bila suasana itu segera berlalu dan terganti dengan rutinitas di tempat baru yang mengundang jemu.
Mungkin ini adalah sebentuk pengakuan yang terlalu naif. Tapi aku ingin bilang, aku masih ingin bersama kalian. 'Menikmati' masa menyebalkan membuat laporan, terlebih dengan tulisan tangan. Masa kita berpetualang ke sungai, pantai, laut, gunung, dan hutan. Masa kita belajar dengan saling bertanya sesaat sebelum ujian. Masa kita bersama di tempat berbeda saling menahan kantuk demi persiapan tampil menyampaikan hasil percobaan. Masa dimana kuyakin saat itu kita diam-diam saling mendoakan.
Rupanya sekerat rindu ini sudah memaksa untuk diungkapkan. Bahkan saat makan malam tadi aku berbohong dan mengatakan kalau sedang kepedasan. Padahal itu hanya alibi untuk menutupi fakta bahwa mataku tiba-tiba hampir berlinang dan mulai kemerahan. Aku sendiri tak menyangka jika ternyata soreku ini kuhabiskan dengan sesenggukan di kamar sendirian. Sekuat itu kesan yang kalian ciptakan. Sehebat itu kenangan yang kalian tinggalkan. Sedahsyat itu makna 4 tahun yang kalian berikan.
Entahlah, mungkin hanya aku yang terlalu cengeng. Terlalu terburu-buru menyatakan rindu. Terlalu mengharu untuk perpisahan yang kuharap hanya semu.
Tapi jangan-jangan, serbuan mendadak atmosfer sendu ini sebenarnya bukan karena rindu? Jangan-jangan ini lebih disebabkan oleh kekhawatiranku menghadapi kenyataan: fakta bahwa hari ini menjadi penanda resminya penyelesaian status sebagai mahasiswa, berganti peran, bersiap menghadapi masa depan yang lebih menantang dan mungkin juga mengejutkan.
Bisa jadi sesakku sore ini adalah sesak ketakutan, bukan sepenuhnya karena kerinduan. Mungkin saja..
Tapi apakah itu berarti tak ada tempat di hati untuk kalian?
Tentu saja bukan demikian. Akan selalu ada seruang istimewa untuk menyimpan yang kalian suguhkan.
Bagaimanapun, realita memaksa diri kembali sadar. Waktu yang tersedia bagi kita bukanlah untuk diputar. Ia ada sebagai kesempatan guna membentuk pribadi yang diupayakan semakin tegar dan penuh sabar.
Pada akhirnya, pertemuan kita ini adalah sebagaimana jalanan. Meski sempat beriring, namun bisa jadi akhirnya tak terus bersanding. Yang semula bersisian, dapat saja nantinya justru berseberangan. Segala yang berlalu itu, diharapkan dapat memberi pelajaran dan bekal untuk melanjutkan petualangan. Karena tentu saja, ada tanggung jawab selanjutnya yang menanti. Ada skenario luar biasa dari-Nya yang harus ditaati.
Semoga kita bisa terus saling mendoa. Mengingatkan di kala lupa. Hingga tiba waktunya kita dipertemukan kembali dalam suasana yang berbahagia, entah dalam versi yang seperti apa.
Salam sayang buat Blue Whale tersayang♥️
Selamat menempuh hidup baru :)
Y050819K
Kiranya sehari tadi menjadi pengobat bagi rindu yang diam-diam mendatangiku. Bertemu kalian teman-teman tersayangku. Ada sepotong rasa haru saat tadi kita menghabiskan waktu dengan makan siang bersama di bawah rindang pepohonan. Tak rela rasanya bila suasana itu segera berlalu dan terganti dengan rutinitas di tempat baru yang mengundang jemu.
Mungkin ini adalah sebentuk pengakuan yang terlalu naif. Tapi aku ingin bilang, aku masih ingin bersama kalian. 'Menikmati' masa menyebalkan membuat laporan, terlebih dengan tulisan tangan. Masa kita berpetualang ke sungai, pantai, laut, gunung, dan hutan. Masa kita belajar dengan saling bertanya sesaat sebelum ujian. Masa kita bersama di tempat berbeda saling menahan kantuk demi persiapan tampil menyampaikan hasil percobaan. Masa dimana kuyakin saat itu kita diam-diam saling mendoakan.
Rupanya sekerat rindu ini sudah memaksa untuk diungkapkan. Bahkan saat makan malam tadi aku berbohong dan mengatakan kalau sedang kepedasan. Padahal itu hanya alibi untuk menutupi fakta bahwa mataku tiba-tiba hampir berlinang dan mulai kemerahan. Aku sendiri tak menyangka jika ternyata soreku ini kuhabiskan dengan sesenggukan di kamar sendirian. Sekuat itu kesan yang kalian ciptakan. Sehebat itu kenangan yang kalian tinggalkan. Sedahsyat itu makna 4 tahun yang kalian berikan.
Entahlah, mungkin hanya aku yang terlalu cengeng. Terlalu terburu-buru menyatakan rindu. Terlalu mengharu untuk perpisahan yang kuharap hanya semu.
Tapi jangan-jangan, serbuan mendadak atmosfer sendu ini sebenarnya bukan karena rindu? Jangan-jangan ini lebih disebabkan oleh kekhawatiranku menghadapi kenyataan: fakta bahwa hari ini menjadi penanda resminya penyelesaian status sebagai mahasiswa, berganti peran, bersiap menghadapi masa depan yang lebih menantang dan mungkin juga mengejutkan.
Bisa jadi sesakku sore ini adalah sesak ketakutan, bukan sepenuhnya karena kerinduan. Mungkin saja..
Tapi apakah itu berarti tak ada tempat di hati untuk kalian?
Tentu saja bukan demikian. Akan selalu ada seruang istimewa untuk menyimpan yang kalian suguhkan.
Bagaimanapun, realita memaksa diri kembali sadar. Waktu yang tersedia bagi kita bukanlah untuk diputar. Ia ada sebagai kesempatan guna membentuk pribadi yang diupayakan semakin tegar dan penuh sabar.
Pada akhirnya, pertemuan kita ini adalah sebagaimana jalanan. Meski sempat beriring, namun bisa jadi akhirnya tak terus bersanding. Yang semula bersisian, dapat saja nantinya justru berseberangan. Segala yang berlalu itu, diharapkan dapat memberi pelajaran dan bekal untuk melanjutkan petualangan. Karena tentu saja, ada tanggung jawab selanjutnya yang menanti. Ada skenario luar biasa dari-Nya yang harus ditaati.
Semoga kita bisa terus saling mendoa. Mengingatkan di kala lupa. Hingga tiba waktunya kita dipertemukan kembali dalam suasana yang berbahagia, entah dalam versi yang seperti apa.
Salam sayang buat Blue Whale tersayang♥️
Selamat menempuh hidup baru :)
Y050819K
Ku terharuuu ��
BalasHapusBaarakallaahu fiik... Empat tahun sekelas itu masyaallah
BalasHapus