"Ça Va Ça Vient"
Sepenggal frasa dari bahasa Prancis yang saya dapat dari sebuah lagu. Pertama saya mendengar lagu itu adalah saat dinyanyikan dalam sebuah festival budaya yang diadakan beberapa pekan lalu (insyaAllah saya akan menceritakan tentang festival ini lebih detailnya di tulisan lain). Penyanyinya beneran seperti bintang! Padahal ia masih siswa SMA tapi sudah luwes sekali pembawaannya. Suaranya merdu, cantik, dan mampu menguasai panggung dengan lihai. Pokoknya saya terpesona deh. Maka segeralah jiwa kepo menyeruak dalam diri. Saya cari judul lagu yang dinyanyikannya. Ingin tahu versi aslinya. Dan... saya autojatuh cinta dengan frasa Ça Va Ça Vient. Saya jatuh cinta dengan lagunya, nadanya, musiknya, video klipnya, artinya, maknanya, penyanyi aslinya, bahkan sampai saat ini playlist youtube saya diisi dengan lagu-lagu yang dibuat oleh penyanyi asli Ça Va Ça Vient.
Lalu sebenarnya apa sih yang membuat frasa Ça Va Ça Vient menjadi sangat ear-catching dan memorable buat saya?
Arti Ça Va Ça Vient menurut google translate adalah 'it comes and goes'. Kalau saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, bisa dibilang itu serupa dengan frasa 'semua datang dan pergi. Frasa ini meyakinkan saya bahwa 'ini pun akan berlalu'. Apa yang dimaksud 'ini'? Ya apapun. Benar-benar apapun. Tidak peduli entah itu hal membahagiakan, menyedihkan, memalukan, mengharukan, menyesakkan, menghibur, mencerahkan, atau apapun, semua akan datang dan pergi. Ber-la-lu...
Kesadaran tentang bahwa segala sesuatu yang datang akan pergi akan memberikan ketenangan. Menjadi pengingat bahwa tidak selayaknya saya menambatkan hati terlalu kuat pada apa-apa di dunia ini karena sifatnya hanya sementara. Menjadi pengingat agar saya tidak terlalu tenggelam saat berada dalam sebuah momen sampai lupa bahwa momen itu pun akan berlalu. Menjadi pengingat supaya saya tidak terbenam dalam sedih, karena itu pun pasti akan berlalu.
Semakin lama hidup, rasanya saya semakin terbiasa dengan kenyataan Ça Va Ça Vient. Misalnya saat masa persiapan akan terjadinya acara besar. Mulanya memang hati akan terasa campur antara excitement sekaligus kekhawatiran. Tidak sabar menunggu hari pelaksanaannya, tapi juga cemas kalau nanti tidak berjalan sesuai semestinya. yang pasti bagaimanapun rasanya toh pada akhirnya hari H acara itu akan datang, dan pada akhirnya akan selesai. Berlalu. Tapi ini bukan berarti dapat dijadikan alasan kalau saya boleh menyiapkan acara itu dengan asal-asalan ya. Jangan sampai mentang-mentang 'ini bakal berlalu', terus malah membiarkan acara itu berlalu ala kadarnya saja.
Kesadaran tentang Ça Va Ça Vient membuat saya berusaha untuk live here and now, menikmati momen saat sedang berlangsung, tidak menyesali masa lalu, dan tidak mencemaskan masa depan, karena yang ada dalam wewenang kita adalah masa yang sedang kita jalani. Saat ini. Detik ini.
Lebih lanjut tentang bagaimana Ça Va Ça Vient mempengaruhi diri saya.
Tentu dalam hidup akan terjadi banyak masalah kan? Entah yang kecil, besar, kecil menurut saya tapi besar menurut orang lain, atau pun sebaliknya. Saat menghadapi gejolak-gejolak itu sering saya merasa benar-benar jatuh, bingung, dan tidak tahu harus bagaimana. Tapi kembali saya diingatkan tentang Ça Va Ça Vient. Seberat apapun masalah itu, bila ia datang maka ia pasti akan pergi. Tugas kita adalah bagaimana memperlakukannya hingga tiba waktunya pergi.
Apakah saya menyadari tentang ini baru setelah saya bertemu dengan frasa Ça Va Ça Vient? sebenarnya tidak juga. Yah, kesadaran ini tumbuh semakin menguat kalau mau mengambil hikmah dari situasi dan bermacam peristiwa yang menimpa diri. Kemudian saat bertemu dengan frasa ini, saya merasa terdefinisikan. Saya jadi punya konsep yang jelas tentang kesadaran ini. Rasanya seperti 'Oh, ternyata ini ada namanya toh.'
Dampak lain dari bertemunya saya dengan Ça Va Ça Vient adalah saya jadi tiba-tiba ingin belajar bahasa Perancis. Haha.
Walau baru sebatas ingin sih. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba, pakai aplikasi di handphone yang memang membantu belajar banyak bahasa asing. Tapi baru sampai dasar-dasarnya saja lalu tidak saya lanjutkan lagi. Kenapa ya? mungkin karena memang awalnya hanya random mencoba-coba, jadi motivasi dan target saya kurang jelas. Jadilah di tengah jalan sudah tidak semangat lagi. Terlebih sekarang saya belum download aplikasinya lagi. Makin jauhlah saya dari kemauan belajar bahasa itu. Untuk sekarang, saya sedang mempertimbangkan untuk mencoba belajar lagi.
Setelah mendengar lagu versi asli Ça Va Ça Vient, saya jadi suka menyimak lagu-lagu perancis lain dari penyanyi itu. Padahal ya saya tidak paham apa artinya. Kadang saya meminta bantuan google translate. Dan ternyata artinya bagus-bagus. Tidak melulu tentang menye-menye cinta. Selain dari segi makna, gara-gara lagu itu saya jadi mengagumi bahasa Perancis. Saya ketagihan mendengarkan pronounciation-nya. Saya dibuat takjub juga dengan kompleksitas bahasa ini. Setidaknya bila dilihat dari seberapa besar 'ketidakcocokan' antara tulisan dan cara membacanya. Sangat banyak huruf yang tidak dibaca, hilang, atau dibaca tapi dengan cara yang sangat jauh dari cara membaca kita terhadap bahasa Indonesia. Misalnya dari judul lagu 'Pa Beaux'. Artinya dalam bahasa Inggris adalah 'Not Beautiful', atau tidak cantik. Bagaimana membacanya? Ternyata kurang lebih terdengar sebagai 'Pa Bo'. Whuttt. Kalau saya tidak mendengarnya lewat lagu itu pasti saya mengira kalau bacanya pa beux, pa boux, pa byux, atau apapun lah, yang pasti sangat jauh dari Pa Bo.
Kalau Ça Va Ça Vient sendiri tidak terlalu beda kok. Ça dibaca Sa, ringan. Va tetap Va tapi sedikit dicampur W. Vient dibaca Vyan, dengan V yang agak dicampur W dan N matinya agak ngambang plus sengau. Ini penjelasan saya malah membuatnya semakin tidak jelas ya? Saya mempersilakan google translate aja deh. Hehe.
Seiring berjalannya waktu, saya yakin akan semakin mendalami makna Ça Va Ça Vient. Bisa jadi pula, definisi mengenai frasa itu dalam diri saya akan berubah. bahkan bukan tidak mungkin kalau suatu hari nanti malah bedanya sangat jauh dari apa yang saya definisikan hari ini.
Sepenggal frasa dari bahasa Prancis yang saya dapat dari sebuah lagu. Pertama saya mendengar lagu itu adalah saat dinyanyikan dalam sebuah festival budaya yang diadakan beberapa pekan lalu (insyaAllah saya akan menceritakan tentang festival ini lebih detailnya di tulisan lain). Penyanyinya beneran seperti bintang! Padahal ia masih siswa SMA tapi sudah luwes sekali pembawaannya. Suaranya merdu, cantik, dan mampu menguasai panggung dengan lihai. Pokoknya saya terpesona deh. Maka segeralah jiwa kepo menyeruak dalam diri. Saya cari judul lagu yang dinyanyikannya. Ingin tahu versi aslinya. Dan... saya autojatuh cinta dengan frasa Ça Va Ça Vient. Saya jatuh cinta dengan lagunya, nadanya, musiknya, video klipnya, artinya, maknanya, penyanyi aslinya, bahkan sampai saat ini playlist youtube saya diisi dengan lagu-lagu yang dibuat oleh penyanyi asli Ça Va Ça Vient.
Lalu sebenarnya apa sih yang membuat frasa Ça Va Ça Vient menjadi sangat ear-catching dan memorable buat saya?
Arti Ça Va Ça Vient menurut google translate adalah 'it comes and goes'. Kalau saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, bisa dibilang itu serupa dengan frasa 'semua datang dan pergi. Frasa ini meyakinkan saya bahwa 'ini pun akan berlalu'. Apa yang dimaksud 'ini'? Ya apapun. Benar-benar apapun. Tidak peduli entah itu hal membahagiakan, menyedihkan, memalukan, mengharukan, menyesakkan, menghibur, mencerahkan, atau apapun, semua akan datang dan pergi. Ber-la-lu...
Kesadaran tentang bahwa segala sesuatu yang datang akan pergi akan memberikan ketenangan. Menjadi pengingat bahwa tidak selayaknya saya menambatkan hati terlalu kuat pada apa-apa di dunia ini karena sifatnya hanya sementara. Menjadi pengingat agar saya tidak terlalu tenggelam saat berada dalam sebuah momen sampai lupa bahwa momen itu pun akan berlalu. Menjadi pengingat supaya saya tidak terbenam dalam sedih, karena itu pun pasti akan berlalu.
Semakin lama hidup, rasanya saya semakin terbiasa dengan kenyataan Ça Va Ça Vient. Misalnya saat masa persiapan akan terjadinya acara besar. Mulanya memang hati akan terasa campur antara excitement sekaligus kekhawatiran. Tidak sabar menunggu hari pelaksanaannya, tapi juga cemas kalau nanti tidak berjalan sesuai semestinya. yang pasti bagaimanapun rasanya toh pada akhirnya hari H acara itu akan datang, dan pada akhirnya akan selesai. Berlalu. Tapi ini bukan berarti dapat dijadikan alasan kalau saya boleh menyiapkan acara itu dengan asal-asalan ya. Jangan sampai mentang-mentang 'ini bakal berlalu', terus malah membiarkan acara itu berlalu ala kadarnya saja.
Kesadaran tentang Ça Va Ça Vient membuat saya berusaha untuk live here and now, menikmati momen saat sedang berlangsung, tidak menyesali masa lalu, dan tidak mencemaskan masa depan, karena yang ada dalam wewenang kita adalah masa yang sedang kita jalani. Saat ini. Detik ini.
Lebih lanjut tentang bagaimana Ça Va Ça Vient mempengaruhi diri saya.
Tentu dalam hidup akan terjadi banyak masalah kan? Entah yang kecil, besar, kecil menurut saya tapi besar menurut orang lain, atau pun sebaliknya. Saat menghadapi gejolak-gejolak itu sering saya merasa benar-benar jatuh, bingung, dan tidak tahu harus bagaimana. Tapi kembali saya diingatkan tentang Ça Va Ça Vient. Seberat apapun masalah itu, bila ia datang maka ia pasti akan pergi. Tugas kita adalah bagaimana memperlakukannya hingga tiba waktunya pergi.
Apakah saya menyadari tentang ini baru setelah saya bertemu dengan frasa Ça Va Ça Vient? sebenarnya tidak juga. Yah, kesadaran ini tumbuh semakin menguat kalau mau mengambil hikmah dari situasi dan bermacam peristiwa yang menimpa diri. Kemudian saat bertemu dengan frasa ini, saya merasa terdefinisikan. Saya jadi punya konsep yang jelas tentang kesadaran ini. Rasanya seperti 'Oh, ternyata ini ada namanya toh.'
Dampak lain dari bertemunya saya dengan Ça Va Ça Vient adalah saya jadi tiba-tiba ingin belajar bahasa Perancis. Haha.
Walau baru sebatas ingin sih. Sebenarnya saya sudah pernah mencoba, pakai aplikasi di handphone yang memang membantu belajar banyak bahasa asing. Tapi baru sampai dasar-dasarnya saja lalu tidak saya lanjutkan lagi. Kenapa ya? mungkin karena memang awalnya hanya random mencoba-coba, jadi motivasi dan target saya kurang jelas. Jadilah di tengah jalan sudah tidak semangat lagi. Terlebih sekarang saya belum download aplikasinya lagi. Makin jauhlah saya dari kemauan belajar bahasa itu. Untuk sekarang, saya sedang mempertimbangkan untuk mencoba belajar lagi.
Setelah mendengar lagu versi asli Ça Va Ça Vient, saya jadi suka menyimak lagu-lagu perancis lain dari penyanyi itu. Padahal ya saya tidak paham apa artinya. Kadang saya meminta bantuan google translate. Dan ternyata artinya bagus-bagus. Tidak melulu tentang menye-menye cinta. Selain dari segi makna, gara-gara lagu itu saya jadi mengagumi bahasa Perancis. Saya ketagihan mendengarkan pronounciation-nya. Saya dibuat takjub juga dengan kompleksitas bahasa ini. Setidaknya bila dilihat dari seberapa besar 'ketidakcocokan' antara tulisan dan cara membacanya. Sangat banyak huruf yang tidak dibaca, hilang, atau dibaca tapi dengan cara yang sangat jauh dari cara membaca kita terhadap bahasa Indonesia. Misalnya dari judul lagu 'Pa Beaux'. Artinya dalam bahasa Inggris adalah 'Not Beautiful', atau tidak cantik. Bagaimana membacanya? Ternyata kurang lebih terdengar sebagai 'Pa Bo'. Whuttt. Kalau saya tidak mendengarnya lewat lagu itu pasti saya mengira kalau bacanya pa beux, pa boux, pa byux, atau apapun lah, yang pasti sangat jauh dari Pa Bo.
Kalau Ça Va Ça Vient sendiri tidak terlalu beda kok. Ça dibaca Sa, ringan. Va tetap Va tapi sedikit dicampur W. Vient dibaca Vyan, dengan V yang agak dicampur W dan N matinya agak ngambang plus sengau. Ini penjelasan saya malah membuatnya semakin tidak jelas ya? Saya mempersilakan google translate aja deh. Hehe.
Seiring berjalannya waktu, saya yakin akan semakin mendalami makna Ça Va Ça Vient. Bisa jadi pula, definisi mengenai frasa itu dalam diri saya akan berubah. bahkan bukan tidak mungkin kalau suatu hari nanti malah bedanya sangat jauh dari apa yang saya definisikan hari ini.
À plus tard!
Y281019K
Komentar
Posting Komentar