Langsung ke konten utama

Tentang Cerita Siang

Suasana siang di lab biologi, 2 siswa sedang susulan ujian praktik. Saya di situ sedang mengerjakan sesuatu di meja guru. Sekian waktu tidak ada percakapan selain sedikit mereka bertanya tentang hal hal terkait praktikumnya. Sampai kemudian satu dari mereka membuka percakapan.

"Miss kuliahnya dimana?"

Di Lalala, saya menyebutkan kampus dan jurusan saya.

"Miss baru ya disini?"

Iya bisa dibilang gitu. Tapi nggak juga sih, cuma kalau jadi gurunya memang baru tahun ajaran ini.

"Oo dulu di asrama?"

Iya, sekolah disini juga sih.

Tapi sepertinya dia tidak dengar jawaban saya.

"Berarti udah berapa tahun miss?"

Dari 2012 sih,..

Belum selesai kalimat saya ia sudah memotong,

"Ha? Lama banget dong. Miss angkatan berapa e?"

Wkwk sekaget itu dia..

Kemudian saya cerita sedikit tentang sekolah ini di masa lalu. Rupanya dia sudah sejak SMP disini dan dia tahu beberapa teman saya.

"Berarti berapa umurnya? 25 ya?"

Haha dasar. Setua itukah..

Lalu yang satunya menimpali setelah menghitung dengan benar.

"22 ya miss? eh apa 23?"

Dalam  hati saya jawab 22 kemarin, baru ganti 23 tadi malam hehe.

Kemudian dengan berat hati mendeklarasikan dengan menjawab kalau mulai hari ini saya sudah 23 tahun :')
duh tuanya~

"Emang 25 itu udah tua banget ya miss?"

Yha gimana yha, karena nyatanya belum sampai 25 tapi dibilang segitu kan jadi merasa tua banget :')

Dan kami bertiga tertawa 😂


Y250220K
Tentang pengurangan usia,
Mengenang siang,
Meneranya saat malam.

Senang sih bisa bercakap dengan mereka walau sebentar. Jarang-jarang ada momen seperti itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...