Langsung ke konten utama

Nothing to Lose

Kalau tidak ada yang dikorbankan, semestinya tidak perlu merasa kehilangan, kan?

Iya, ternyata tahun ini gagal.

Ingatlah wahai diri, tidak perlu merasa sedih berlebih. Tidak ada yang hilang darimu. Kau masih punya tempat berjuang. Kau masih punya amanah yang perlu diselesaikan. Mungkin ini petunjuk bahwa kau masih perlu menebar manfaat di tempatmu sekarang. Lagipula, bukankah kamu pun sudah bahagia dengan keadaanmu saat ini?

Ingatlah wahai diri, tidak perlu merasa gagal. Tidak ada yang berkurang darimu. Kau masih punya ladang kebaikan. Kau masih punya lahan pahala yang perlu kau olah. Mungkin ini petunjuk bahwa kau masih perlu waktu lebih banyak lagi untuk memaksimalkan potensi diri. Lagipula, bukankah keputusan mengikuti seluruh proses dari awal itu tidak sepenuhnya karena keinginanmu?

Ingatlah wahai diri, tidak perlu merasa patah hati terlalu lama. Tidak ada yang berubah dari nilai dirimu. Kau masih punya tanggung jawab yang perlu dilaksanakan. Kau masih punya tanggungan yang perlu  kau tunaikan. Mungkin ini petunjuk bahwa kau masih perlu melengkapkan bekal sebelum terjun ke dunia yang lebih heterogen. Lagipula, bukankah kesempatanmu untuk bertumbuh di tempat ini amat terbentang luas?

----------------------------------------------------

Haha

Menghibur dengan kata-kata memang mudah, kan?

Menerima kekalahan adalah satu hal, berdamai dengannya adalah hal lain.

Meski sudah berusaha menata hati selama sebulan, nyatanya di hari H masih runtuh juga pertahanannya~

----------------------------------------------------

Menuliskan penyemangat itu mudah, menginternalisasinya ke dalam hati beda lagi.

Tidak harus sekarang semuanya membaik. Dilalui saja tahapan sedihnya. Sambil mengingat-ingat bahwa tak ada yang hilang dari proses yang sudah kau lalui. Nothing to lose.

 

N301020W

Yeux grands ouvert

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...