“Anyati, jangan terus terpejam. Tataplah rembulan itu. Aku suka, ketika melihat dua keindahan saling bertatapan.”
Saya sedang jatuh cinta.
Dengan kata-kata.
Karya siapa?
Salah satu siswa saya di kelas putra.
Semalam secara tak sengaja saya menemukan alamat blog yang ternyata milik seorang siswa. Belum banyak isinya, hanya 2 tulisan saja. Saya coba baca yang pertama, sebuah cerita pendek yang tak pendek-pendek amat sebenarnya. Sejenak kemudian teringat, rupanya itu adalah karya yang memenangkan lomba di sekolah dalam peringatan bulan bahasa.
Seketika membaca, seketika saya terpesona.
Kata-katanya seperti bukan sebuah karya anak SMA.
Saya jadi semakin percaya, setiap anak diberkahi dengan potensi masing-masing. Si penulis itu bukan siswa yang 'wah' dalam kelas saya. Ia sering kesulitan memahami materi yang saya sampaikan. Begitu pula dengan tugasnya, perlu lebih bersungguh-sungguh bahkan untuk tugas yang sebenarnya sederhana.
Tapi di luar kelas, ia berhasil menunjukkan potensi terbaiknya.
Doa terbaik untukmu, Nak. semoga berhasil menjadi penulis dan pujangga kebanggan Indonesia.
Berikut saya sertakan tautan, barangkali ada yang penasaran dengan tulisannya.
Y291121K
-masih terkesima
Komentar
Posting Komentar