Mimpi yang aneh. Sangat aneh hingga berhasil membuat saya bangun dini hari. Tepatnya pukul 03.03, diketahui setelah mengintip layar hp sambil menahan silau.
Mimpi yang aneh. Sangat aneh tapi berhasil membuat saya sungguhan berharap mimpi itu nyata.
Mimpi yang aneh. Sangat aneh karena berhasil membuat saya kecewa setelah sadar kalau itu hanya bunga tidur saja.
Mimpi yang aneh. Sangat aneh dan berhasil membuat saya sedikit-sedikit tenggelam dalam lamun tentang itu di sisa hari ini.
Mimpi apa?
Mimpi yang aneh.
Dalam mimpi itu, kamu kembali. Benar-benar seperti kembali. Benar-benar membuat saya lupa kalau sesungguhnya itu hanya mimpi.
Kamu mengirim email. Kamu mengabarkan bahwa kamu sudah siap kembali melanjutkan cerita. Yang saya rasa? Bahagianya terlalu nyata. Beribu sayang, ia lebur bersama kesadaran yang timbul begitu bangun dari tidur pagi harinya.
Saya bisa merasakan betul, di mimpi itu saya betulan bahagia. Sampai-sampai terlupa, halaman yang terakhir kita baca bersama kan sudah tertinggal lama. Berdebu.
Dalam mimpi itu, saya dengan riang mengabarkan kembalimu pada ibu.
Tapi rupanya ada dua kecewa. Pertama karena kembalimu hanya semu, kedua karena ternyata saya tetap saja belum memberi tahu ibu tentang kamu.
Mimpi yang benar-benar aneh.
Selepas mimpi itu, jujur saja saya kepikiran. Saya baru tahu kalau keberadaanmu masih memberikan pengaruh sebesar itu. Saya merasa seperti ditodong oleh kenyataan: saya belum berhasil legawa bila itu seputar kamu.
Ternyata selama ini saya hanya terus-terusan mengabaikan, lari, pura-pura tidak tahu, dan menganggap seolah saya sudah tidak memikirkan kamu. Padahal nyatanya masih sekuat itu pengaruhmu.
Kenapa ya?
Padahal kamu pernah terang-terangan menolak saya kan?
Kenapa saya masih nekad?
Padahal sakit sekali saat kamu bilang 'merelakan' saya. Betulan sakit dan membuat saya tak enak makan hingga beberapa hari.
Kenapa masih?
Kenapa?
Saya bingung, mau sampai kapan saya begini.
Saya sudah menjauhi hal-hal yang bisa mengingatkan saya padamu. Sudah saya hindari membicarakan kamu bahkan saat sedang sendirian.
Tapi sepertinya ini bukan hal yang bisa dipaksakan berhenti atau menghilang begitu saja.
Hmm siapa yang mengira, pertemuan dengan hitungan hari bisa menyisakan kenangan yang bertahan sampai hitungan sepuluh tahun lebih.
Lalu dengan yang terjadi hari ini, apakah saya akan berusaha lebih keras melupakan kamu?
Tidak juga.
Entahlah, kok kayaknya hobi melelahkan diri sendiri.
Saya rasa, saya akan tetap lanjut menunggu, jaga-jaga bila yang terjadi di mimpi itu sebenarnya adalah beberan dari rencanamu di dunia nyata. Siapa tahu kan.
Y080821k
Lho tanggal cantik toh.
Untung lupa, jadi ngga belanja apa-apa deh.
Komentar
Posting Komentar