Langsung ke konten utama

Saya dan Rasa Suka yang Lucu

Rasa suka itu lucu ya.

Dia sembunyi, seolah sudah pergi. Dia mengendap, tapi tiba-tiba bisa meluap.

Ceritanya hari ini tumben agak luang karena sesi review diliburkan berhubung anak-anak ujian. Akhirnya bisa tidur siang. Lumayanlah dapat lebih dari 1 jam.

Harapannya, dengan tidur siang bisa membuat badan segar kan? Mengambil jeda setelah biasanya terus-terusan kerja.

Nah sayangnya ada yang kurang mengenakkan saat tidur itu berlangsung. Kurang lebihnya seperti yang tercantum dalam potongan chat saya kepada teman saya di bawah ini.

Iya, mimpi buruk :')

Mimpi ditinggal nikah, bukankah itu buruk?

Yah, bagusnya sih itu hanya mimpi. Tapi overthinkingnya kok ya terbawa sampai dunia nyata T-T

Lewat mimpi itu saya seperti diingatkan. Rasa suka ini masih sama seperti dulu. Nyeseknya masih sama. Membayangkan kalau yang di mimpi itu terjadi sungguhan. Aduh, sakitnya masih tak terbayangkan.

Padahal saya pikir saya sudah tidak segitunya lho. Iya oke masih suka, tapi yang biasa aja gitu. Eh ternyata sebenarnya saya hanya lupa.

Selama ini rasa itu hanya mengendap, bukan lenyap. Dia hanya tertutupi kesibukan, bukan sepenuhnya terselesaikan.

Kalau ditanya apa pemicunya kenapa sampai masuk ke mimpi, nggak tau juga. Wong ya rasanya hari-hari ini berjalan seperti biasa. Menjelang akhir semester begini, sibuknya berlipat ganda. Jadi mestinya saya semakin tidak ada waktu untuk memikirkan yang gitu-gitu kan. Makanya heran juga, kok bisa malah mimpi dengan efek yang sekuat itu. Nyeseknya, sedihnya, sakit hatinya tersisa bahkan sampai setelah terbangun.

Lanjutan dari chat di atas itu, teman saya bertanya apakah saya sampai nangis atau tidak. Saya tidak nangis sih. Tapi sepertinya itu karena saya bangun dalam keadaan terpaksa, yaitu karena kepanasan, sehingga otak saya terdistraksi dengan rasa tidak nyaman pada fisik. Mungkin kalau saya bangun dalam keadaan badan yang enak, saya bisa bisa 'fokus' merasakan emosi yang tersisa dari mimpi itu, hingga akhirnya nangis betulan hehe.

Oya, di chat itu saya ada menyebutkan 'sapa lagi😭' kan. Iya itu karena memang ya cuma ada satu orang yang selama ini tidak pindah-pindah. Saya juga heran, apa yang dia lakukan sampai bisa bertahan lama di saya seperti ini. Saya juga heran, kenapa saya betah berlama-lama padahal sudah tidak ada kelanjutan komunikasi.

Setelah mimpi tadi jadi kepikiran, selanjutnya apa? Selanjutnya gimana?

Ya gatau ;-;

 

Y060921K

menulis untuk mengisi waktu di sela isoman. 

katanya isoman itu istirahat, sholat, makan, nyantai.

.

.

.

*ga nyantai denggg😤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...