Langsung ke konten utama

Seperempat

Sudah seperempat, atau baru seperempat?

Tergantung.

Kalau untuk usia, seperempat abad ya lama kan?

.

Alhamdulillah, satu lagi milestone terlewati.

Makin kesini doanya makin menjurus tentang satu: pasangan hidup 

Yah diaminkan saja. Kalau memang sudah waktunya pasti akan datang juga. Kalau sudah rezekinya pasti tak akan kemana-mana. Kalau sudah takdirnya pasti akan terjadi juga.

Banyak doa tulus yang diberikan hari ini. Pemberinya juga bermacam. Terima kasih untuk semuanya. Semoga selalu sehat dan terjaga dari segala bentuk marabahaya.

Baru saja, doa yang disampaikan secara indah melesat dari nun jauh negara amerika. Seorang sahabat yang tak pernah kehabisa cara untuk membuat ucapan darinya terasa begitu berkesan.

Kabar bahagia hadir di malam harinya. Dua siswa diterima di universitas dan jurusan impian mereka. Rasanya ikut sangat lega, mengingat mereka telah berjuang sedemikian rupa.

Sore tiba, buku yang dinantikan juga tiba. Menyenangkan sekali, hasil menunggu sebulan lebih akhirnya hadir di pelukan juga.

Siang tadi ada penampilan dari siswa-siswa istimewa. Benar-benar mengundang tawa melihatnya. Debut, kata mereka. Sebuah bakat terpendam yang sebaiknya dipendam saja. Haha canda~

Lebih siangnya lagi, menemani main blooket favorit. Selingan di tengah materi yang makin memusingkan. Seru, walau jauh lebih sepi. Hanya dua orang, sisanya maya. Tak apa, semoga segera membaik seperti sedia kala.

Pagi jelang siang, foto transformasi sepasang kami diposting dalam story wa. Teman siklus bertengkar-baikan.

Paginya donat-donat lucu diantarkan ke meja kerja. Waktunya mengibas-matikan lilin lalu memanjatkan doa.

Sangat paginya, untaian doa manis dari ibunda. Yang tersayang, terbaik seindonesia raya, segalaksi bimasakti, sedunya wal akhirati.

Subuhnya, ucapan dari tempat bertumbuh. Baru kali ini setelah hampir 10 tahun bersama. Tidak apa, doanya selalu bisa diterima.

Sebelum subuhnya, ya masih tidur lah~

Sekarang sudah kembali malam. Sudah waktunya tidur lagi, agar esok tak kesiangan untuk mulai terjaga.

Seperempat sudah tercapai. Semoga satu persatu mimpi berangsur tergapai.

Pengen ke Swiss yaAllah.


Y250222K

22.45

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...