Langsung ke konten utama

Twenty Seventh

 tadi 21.12 mencari-cari cara membuka dashboard blog. dan baru ketemu 21.20. hhh

tidak apa. tidak semua yang dicari bisa ditemukan segera. kadang perlu waktu lebih lama dari yang dikira. oh atau malah kadang ya tidak ketemu juga. atau malah terlanjur jadi milik orang lain. haha sedih ya.

hari ini peringatan kelahiran.

dulu bermimpi tentang bahwa usia ini adalah batas menunggu seseorang yang bertahun dinanti.

target menikah. haha sekarang mah ketawa aja.

karena yang ditunggu ternyata tak kunjung bersambut jua.

ntah lah, mungkin memang bukan jodohnya.

ya sudah. siapa nanti yang datang, maka itu memang yang disiapkan. disiapkan oleh Yang Maha Menakdirkan:)

tahun kemarin berjalan menyenangkan. hari-hari sudah jauh terasa kembali normal sebagaimana masa sebelum pandemi.

di sekolah, di rumah, di tempat umum, kembali seperti sedia kala.

highlight setiap pekan kehidupan mulai terekam di akun memasak. aneh memang, tapi ternyata bisa jadi lebih konsisten.

tahun ini fokus keinginannya adalah semoga lekas 'dijemput dari menara' wkwk. memangnya rapunzel?

fokus berdoa aja dulu. masalah hilal yang tak kunjung muncul ya monggo kersane Gusti Allah.

ada yang terasa berbeda di penghabisan 26 kemarin. tahun ini tahun politik. biasanya tidak tertarik. tapi kali ini ada yang terasa ikut menyala. baru kali ini ikut terpantik mencari tahu lebih tentang calon presiden. menyimak debat. semangat menyimak banyak konten seputar politik di sosmed. dan mencapai titik 'terpesona' oleh sesiapa yang dipanggil orang banyak sebagai Abah Anies:)

bahkan kemarin saat hari H bersuara sampai serius berusaha mencari TPS yang entah kenapa sampai bikin nyasar 3 kali. padahal sudah bersiap dengan dresscode terbaik dan sampai mepet waktunya hampir tutup TPS-nya. tapi ngga apa2. hitung-hitung membersamai orang baik berjuang di jalan yang benar.

kalaupun nantinya ternyata tidak sesuai yang diinginkan ya berarti harus berjuang lebih keras: bertarung dengan pajak yang meningkat? harga lebih mahal? ya bisa jadi. wong yang digaungkan aja cuma makan siang gratis  aowkaowk. oh atau perlu alih karir jadi pejabat aja ya biar gajinya dinaikkan:))

lho, post ini mestinya jadi tulisan yang menyenangkan, bukan?

oke, beralih ke bagaimana hari ini dihabiskan.

pagi-pagi bangun tidak terlalu pagi. tiba-tiba sudah ada miss kiko enak tau wkwk. random banget dibawain jajan pasar: tiwul, grontol, kunir asem.

sudah hampir setengah sembilan, turun sarapan. tapi ngga sarapan.-.

ketemu anak-anak di tangga, malah jadi keluar jajan bareng. belanja juga. it was fun! walaupun kali ini ngga bisa bebas beli yang diinginkan: kue lumpur, soalnya manis. akhirnya beli bakso tusuk aja. oh sama serabi, manis sih, tapi dikit hehe.

lanjut masak ati ampela. first time! padahal itu termasuk makanan kesukaan. agak panik pas awal. soalnya kok kayak ada bau-bau kurang oke. tapi terselamatkan oleh lengkuas dan salam. plus tambah daun jeruk. secara visual kurang menyenangkan sih, tapi rasanya enak kok. apalagi buat dimakan sendiri, ga takut dikomen orang:)

habis makan terbitlah ngantuk. menghabiskan sore dengan tidur aja. malamnya ada piket keliling. besok anak-anak mulai ujian tengah semester. good luck everyone!

habih piket menjenguk blog yang sudah setahun lebih tidak diisi. sambil makan pir yang manissss. ma currently fav fruits: melon manis dan pir manis!

setengah 10 vc ke rumah tapi hanya kelepon yang angkat. itupun sudah matikan lampu, mau tidur katanya.

jam 10 malam memutuskan naik, kembali ke kamar. menyelesaikan ini.

orang-orang penyayang mengirim ucapan menyenangkan hari ini.

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...