Langsung ke konten utama

Dear Nadia...

Dear nadia...
Selamat malam nad. Aku nggak tau apakah suatu hari nanti kamu bakal pernah baca tulisan ini atau nggak.
Mm aku sebenarnya juga nggak ngerti mau nulis apa. Aku cuma pengen berkata bebas. Pemicunya? Pembicaraan kita yang terrekam di hp.ku, suara019.
Baru di tahun ketiga inilah aku menyadari banyak hal tentang kamu. Tentang kita.
Banyak hal yang aku sadari bahwa aku akan teramat nggak rela untuk kehilangan hal itu.
Kita banyak kesamaan. Entahlah itu karena apa, tapi kadang aku sampai merasa bahwa sebenarnya kita dididik dengan cara yang sama sehingga kita seringkali memiliki sudut pandang yang sama terhadap suatu permasalahan.
Kupikir kamulah yang sering menjadi orang pertama untuk mengetahui banyak rahasiaku tentang pandanganku terhadap hal-hal dalam hidup. Yah soalnya emang baru kamu yang memiliki kesamaan denganku sebanyak itu.
Memang sih aku termasuk jarang 'ngaku' duluan, seringnya kamu ngomong sesuatu duluan dan aku tinggal bilang "iya, sama." Tapi ya emang di situlah perbedaan kita. Dan kupikir, itu indah.
Ini bukan malam terakhir kita di sini, nad. Belum. Tapi memang sangat sedikit waktu yang tersisa bagi kita untuk menyandang status pelajar SMA. Itu artinya sebentar lagi kita menjadi mahasiswa. Kuliah. Dan semakin aku mengingat hal itu, semakin aku bertanya, apakah aku akan menemukan seseorang macam kamu? Entahlah. Yah, aku sadar, tak ada orang di dunia ini yang persis sama. Tak ada orang di dunia ini yang seratus persen seperti yang aku inginkan.
Jadi aku mau minta tolong, kamu mau kan saling mendoakan denganku semoga di masa depan kita bisa selalu dimudahkan dan selalu berada dalam lindungan Allah?
Terakhir tapi bukan yang yang paling akhir, makasih banyak buat semuanya. Yah emang sih kamu kadang juga nyebelin saat mendengarkan cerita ceritaku (baca: nggak memperhatikan dengan saksama), tapi ya sudahlah, anggap aja aku masih bisa menoleransi itu.
Hehehe
Selamat malam, Nad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...