Seseorang dari gunung
Mengundang kita. Saya dan kamu diajaknya
Makan malam
Saya bilang iya
Eh kamu juga bilang iya
Kalau saja saya tahu kamu
Bilang iya. Saya takkan bilang iya
Lah, jangan-jangan kamu ikut tidak bilang iya.
Ke gunung
Saya lewat kota
Eh kamu bergerilya
Di gunung
Saya melihat kamu sudah berdiri di depan pintu
Saya tergugu
Pada makan malam
Seseorang itu rupanya belum memasak
Diajaknya saya memasak
Eh diam-diam kamu ke rumah tetangga
Meminjam dapurnya untuk memasak
Dimulai makan malam
Saya bersama seseorang itu menyajikan masakan kami
Eh kamu tiba-tiba masuk membawa masakanmu
Dan seseorang itu mencicipinya
Dan ia memujimu
Hmm
Tepat dimulai makan malam
Seseorang itu menyilakan kita duduk
Saya di kanannya
Eh kamu di kirinya
Bahkan kamu menggeser kursi
Lebih dekat ke sisinya
Seseorang itu bertanya tentang diri saya
Eh kamu bertanya padanya lebih jauh
Menyela
Di tengah makan malam
Saya menyeruput sup
Kamu juga
Saya menghendaki anggur merah
Kamu juga
Saya menyendok puding
Kamu juga
Ah, jangan-jangan saya menenggak racun pun
Kamu juga?
Saya mengunyah rumput
Kamu mau juga?
Saya terganggu
Ingin saya memalam mata
Memalam juga telinga
Eh kamu mengubraknya
Memaksa saya menyeduh segala sakit
Hingga tandasnya
Tolong berhenti!
*Buat kamu, yang seperti air pada lompong di belakang
rumah saya.
Yogyakarta, 15 Maret 2015
Komentar
Posting Komentar