Langsung ke konten utama

Dear Aya . . .


Aya gimana kabar?
Lamaaaaaa banget aku nggak ketemu kamu
Kangen banget ay sumpah
Nggak akan bilang gini kalau nggak ada buktinya kan?
Sedari kemarin aku merasa sedang dalam fase-fase paling sepi sepanjang aku tinggal di tempatku sekarang. Teman sekamarku lagi pulang. Mbak-mbak yang di kamar lain cuma mampir ke kamarku bentar-bentar. Orang orang impor? Ah apalah yang kuharapkan dari interaksi dengan mereka ._.
Sebenarnya aku bisa aja chat sama adekku, dia lagi di rumah. Tapi uda tak coba eh slow respond banget. Ada alternatif orang buat diajak chat eh dianya lagi hari hari sibuk. Sandalan yang lain juga slow respond.
Ah intinya aku lagi kesepiaaaaan bangettt deh ay.
Jadilah aku pagi ini sehabis sarapan tadi buka laptop terus nonton kartun. Lumayan lah dapat 3 episode. Hehehe. Btw Fang makin keren ay! Ahaha abaikan
Sayangnya nontonku harus berhenti soalnya yang kudownload baru sampai episode itu. Besok deh pas di rumah nonton sepuasnya
Nah sehabis nonton aku mbuka hape *yaampun padahal masih punya satu tanggungan resume buat besok hiks* kubuka lah akun salah satu sosmedku. Nah di situ muncullah keisengan untuk mbuka akunmu—yang sepertinya uda dihuni laba laba, sampe beranak cucu cicit sembilan generasi dan berdebu yang tebelnya ngalahin bedak mbak mbak di tipi tipi, jarang dibuka siiih.
Dari akunmu itu muncullah keisengan lain yaitu mbuka blogmu
Dan ternyata sama, sarang laba labanya uda nggak karuan juga. Tapi agak mending sih kayaknya. Aku scroll down postmu..
Tak baca-baca. Lucu juga ya kalau aya lagi nge blog. Hihihi
Hingga tak lama kemudian tibalah aku pada postmu yang ada akunyaaa yeayy
Hehehe
Nggak Cuma satu post yang namaku numpang mampang di dalemnya. Nyehehehee jadi merasa penting deh. Wkwk
Kubaca lah satu satu.. padahal sebelum-sebelumnya juga udah pernah kubaca *yah ketauan stalking, ketauan narsis juga*
Dannnn tanpa kusangka, pada post yang inepo..... seperti ada yang menyergap hatiku. Apa?
Rindu
Iya ay. Aku kangen parahhh yang sampe tingkat akut bangett sama kamu
^ tumben loh aku aku eksplisit gitu
Seriusan.
Seperti semua memori dan cerita demi cerita yang ada aku-kamu nya diputer ulang pake slide yang gede banget di sebuah ruang gelap yang isinya cuma aku.
Semua cerita-ceritaan kita, curhatan curhatan mulai dengan masalah selilitan di gigi karena abis makan daging di dining hall, masalah kyaa kyaa an tentang itu, kak itu dan ituku *eak, masalah rumah, sekolah, masa depan, pikiran-pikiran filsafati mengenai kehidupan, nangis nangis bombay, mini pertengkaran dan mini kesalahpahaman *bahkan yang maxi kayaknya juga ada ya*, semua beneran kerasa ditampilin di depan mataku ay
Dan you know lah hasilnya kalo aku beremosi secara maksimal: nangis *marah pol nangis, seneng pol nangis, malu pol nangis, ndredek pol nangis, sebel pol nangis, sampe geli pol pun nangis*
Nah, kurang bukti apalagi coba kalo aku beneran, literally, kangen kamu
Kapan ya ay kita bisa ketemu?
Chat berdurasi lama dulu deh kalo emang untuk ketemu terlalu sulit
Aku paham kok kalau kamu super duper sibuk. Dari jaman baheula juga kamu uda bawaannya sibuk pake banget. Mungkin kalau kamu nggak sibuk kamu malah kesemutan kali ya
***
Aya? Kamu denger kangenku ta kok tiba-tiba muncul di grup dan say hello?
Dan rupanya kamu lagi sakit demam
Aya segera sembuuuuuuh yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa



Y290516K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...