"Menulis saat tidak ada gejolak dalam hati itu sama saja bohong, yang dihasilkan pasti tak akan jauh dari sekadar rangkaian kata tanpa nyawa. Tulisan yang tidak berperasaan. Dingin. Membosankan. Tangkap setiap momen yeng menggejolakkan hati. Lalu tulislah. Dengan hati akan mengalir kata, tapi dengan kata tak selalu bisa nyalakan hati."
Hmm iya sih memang, menulis saat suasana hati sedang lempeng-lempeng aja itu nggak enak. Hasilnya kurang greget. Tapi masalahnya adalah, kerap kali saat momen penggejolak hati itu tiba, ketersediaan raga untuk menuliskannya sedang pergi entah kemana. Akhirnya gejolak itu hanya bertengger di kepala. Untuk kemudian pergi seenaknya, bahkan selamanya.
Y190716K
Hmm iya sih memang, menulis saat suasana hati sedang lempeng-lempeng aja itu nggak enak. Hasilnya kurang greget. Tapi masalahnya adalah, kerap kali saat momen penggejolak hati itu tiba, ketersediaan raga untuk menuliskannya sedang pergi entah kemana. Akhirnya gejolak itu hanya bertengger di kepala. Untuk kemudian pergi seenaknya, bahkan selamanya.
Y190716K
Komentar
Posting Komentar