...
Aku selalu bingung bagaimana menyapa orang,
bagaimana memulai percakapan, bagaimana nimbrung pembicaraan (kadang itu
perlu kan? Tentu bukan yang dalam konteks ikut campur yaa) bagaimana membuat
pertanyaan yang dapat menghasilkan percakapan bertahan lama, bagaimana
merespons agar tak tampak kaku. Hasilnya? Aku lebih sering diam dan menyimak
apa saja yang terjadi di sekitar. Tentu saja itu membuatku tidak nyaman dan
lebih memilih untuk segera pergi. Tapi aku pun benar-benar tak tahu bagaimana
hendak bersikap dalam keadaan seperti itu selain dengan diam. Aneh? Memang.
Bahkan dalam hal menyapa, beribu kekhawatiran
‘perlu’ menyambangiku dahulu.
1. Bagaimana kalau orang itu sudah lupa padaku? (untuk mereka yang hanya
pernah kutemui dalam sebuah forum singkat)
2. Bagaimana kalau yang kusapa tidak mendengar sapaanku? (pengundang
kekhawatiran ‘takut dikacangi’, apalagi bila sapaan itu kusampaikan di tempat
yang banyak orang. Kalau yang kusapa tidak mendengar, aku dikacangi, dan justru
khalayak sekitar lah yang memandangku, dengan tatapan aneh, ah mending lari
sajaa).
3. Bagaimana kalau yang kusapa hanya membalas dengan muka bingung, ‘itu siapa
ya?’?
4. Siapa yang namanya harus kusebut paling awal? (bila yang ingin ku sapa ada
dalam sekelompok orang. Ih yang ini parah sekali ya? Masa begitu aja dipikir
sih? Tapi nyatanya memang demikian).
Apakah di luar sana ada manusia yang memiliki tipe sepertiku?
Apakah ada manusia lain yang tahap kekhawatiranya mengenai sesuatu hingga
seakut itu?
Entahlah. Kalau memang ada mungkin hanya dia yang
benar-benar bisa memahami rasanya berada dalam kondisi seperti ini.
Komentar
Posting Komentar