Langsung ke konten utama

Me, Quora, and The Rule of 2 Minutes

I love QUORA!!!

yep. akhir-akhir ini aku punya kegemaran baru: mengunjungi Quora!
sebenarnya aku sudah punya akun quora sejak lama. subscribe melalui email pun sudah sedari lalu kulakukan. hanya saja kebanyakan dari email itu kubiarkan tak terbuka. hingga kapan hari kemarin aku mulai tergerak untuk membukanya. dan ternyata isinya banyak yang menarik.
di quora aku jadi menemukan pendapat aneka macam orang terhadap topik dan permasalahan yang beragam pula. yang paling sering kubaca meliputi topik pendidikan, parenting, dunia kuliner, dan trivia (yang berbau romance juga sih hehe). banyak hal unik dari jawaban orang-orang itu. tips-tips sederhana namun penting juga kudapatkan. intinya banyak faedah yang kuterima deh.

ada salah satu hal yang kusimpan dari jawaban di quora, yakni tentang 'The Rule of Two Minutes'. ah iya, salah satu kebahagiaanku mengunjungi quora adalah aku dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisku. tentu saja, semua pertanyaan dan jawaban di sana kan disajikan dalam bahasa universal itu.

yak, kembali pada aturan dua menit tadi.
topik dimulai dengan tanya mengenai apakah pembaca memiliki kebiasaan untuk berprokrastinasi. apa itu prokrastinasi? singkatnya sepemahamanku sih mengulur-ulur waktu pengerjaan suatu tugas, sampai akhirnya mepet deh ke batas akhir penyelesaian.
nah, sebagai mahasiswa kuakui aku sering sekali melakukan itu.

lalu penuturan dilanjutkan dengan pemberian tips simpel tapi mengena. ya dua menit itu tadi.
jadi kita diminta menyisihkan waktu dua menit saja untuk memulai mengerjakan tugas kita. misalkan tugas menulis esai. maka kita menyediakan waktu 2 menit, khusus untuk menulis esai itu. tanpa disambi melakukan hal yang lain ya. jadi dalam 2 menit itu spesial fokus pada satu hal: menulis esai. lalu apa? sudah. lanjutkan saja hingga dua menit.

setelah dua menit berlalu, coba rasakan, apakah kita mau melanjutkan kegiatan pengerjaan tugas itu atau tidak. biasanya, saat sudah mencapai dua menit seseorang akan merasa sayang untuk menyudahi apa yang sudah dimulainya. nah inilah yang diinginkan bukan? dengan perasaan itu, diharapkan kebiasaan berprokrastinasi dapat dikurangi sedikit demi sedikit. namun kalau pun setelah masa dua menit tadi kita merasa bosan dan enggan melanjutkan, ya sudah tidak apa-apa. setidaknya kita sudah melakukan kewajiban kita berupa dua menit spesial itu. jangan dipaksakan kalau memang tidak ingin.
nah sepertinya kewajiban dua menit itu sungguh ringan untuk dilakukan. jadi bila di suatu waktu kita masih enggan melanjutkan kegiatan pengerjaan tugas, maka pilih dua menit periode selanjutnya. siapa tahu pada dua menit yang itu kita akan tergerak untuk menyelesaikan tugas hingga akhir.

lakukan pemilihan dua menit ini secara berulang (tentu dengan ada jeda ya) hingga tugas kita selesai. lagipula, misalnya sampai 2 menit yang ke berjuta kali ternyata tetap tidak ada kemauan untuk melanjutkan, kan tugas itu bisa saja sudah selesai dengan sendirinya. 2 menit dikali banyak, hasilnya juga akan banyak menit lho. rasanya tidak mungkin ada tugas yang tidak terselesaikan dengan cara ini.

kalau kita sudah berusaha mematuhi aturan dua menit ini, aku yakin deh insyaAllah kebiasaan berprokrastinasi akan perlahan terkikis habis dan kita berubah menjadi manusia-manusia yang lebih disiplin dan pandai mengatur penggunaan waktu.
yah, paling tidak agar durasi begadang berkurang deh ya. tentang begadang, jadi ingat apa yang dikatakan dosen kemarin:
"menjadi mahasiswa itu kesempatan memilih, mau sehat atau mau rela agak bodo"
lhah? agak bodo? wkkw
iya, maksudnya, mahasiswa harus memilih: mau bertahan sering begadang demi tugas kelar dan belajar tuntas (dengan risiko menurunnya kesehatan sebagai dampak melekan sampai malam) atau mau nggak melakukan itu semua (dengan risiko ada tugas yang tidak selesai dan kurang kesempatan membaca ulang materi).

nah sebenarnya tetap kembali pada masing-masing pribadi sih. ujaran pak dosen itu kan untuk tingkat ekstremnya. kenyataannya tetap bisa diatasi kok, pintar iya, sehat juga iya. salah satunya ya dengan kepatuhan terhadap aturan 2 menit tadi.

sepertinya durasi membaca tulisan ini juga sudah lewat 2 menit kan? dan rupanya kamu masih mau melanjutkannya hingga akhir
hehe
baguslah, anggap saja ini latihan memulai pelaksanaan aturan 2 menit yaa

entah apakah tulisan ini komprehensif atau tidak, sepertinya kok bahasannya tercampur dan saling menyeberang kesana kemari. tidak apa-apa ya.

okay quora, saya ingin berterimakasih mengenai keberadaanmu. forum yang membuat saya mendapat banyak informasi, pun disampaikan secara komunikatif dan menarik.
once more, love you Quora!
love you too for readers ;)

Y261117K
03.03 wow ._.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...