Langsung ke konten utama

Tentang Story dan Silaturahim yang Tersambung Kembali

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang membuat story cukup menarik perhatian saya di Whatsapp. Simpel saja, hanya tulisan 
Panggil namaku maka akan aku post 5 fakta tentang kamu
Karena pada dasarnya saya dan dia cukup dekat, sering saling balas story juga, dan saya kepo bagaimana efek story itu, maka saya balas, 
Wahai ***** apakah kamu sedang gabut
Saya sengaja menyamarkan kekepoan saya dengan menambah pertanyaan di belakang panggilan yang tertuju untuknya. Bukan apa-apa sih, saya khawatir aja kalau efeknya ternyata yang enggak-enggak. Apalagi teman saya ini terkenal unik, eksentrik, dan jahil juga.
Tidak butuh lama sampai dia membalas. Ternyata dia sedang terbawa trend di kalangan teman-teman kuliahnya. Saling mengirim story, saling terpancing, saling membalas, dan ternyata saling jadi 'korban', termasuk saya.
Kamu termasuk manggil namaku kan ya berarti?
Mulanya saya masih mencoba mengelak. Tapi memang dasarnya dia anak cerdas, akhirnya mau tidak mau saya menuruti permainannya. Sebagai konsekuensi, saya harus menjawab 7 pertanyaan dan 1 instruksi. Pertanyaannya adalah sebagai berikut.
  1. Siapa nama orang yang kamu sukai? Sebut nama! 
  2. Deskripsikan saya di matamu
  3. Tipe calon pacarmu
  4. Apa hal yang paling kamu takuti?
  5. Kamu menganggap saya itu siapa?
  6.   Hal yang paling disukai?
  7. Cita-cita?
  8. Anda harus membuat status  “panggil nama ku maka aku akan post 5 fakta tentang kamu.”
Plus tulisan dengan huruf capslock semua: GABOLEH CANCEL
Tuh kan, sudah saya duga ada 'jebakannya'.
Mau tidak mau saya menanggapi sesuai yang diminta. Tapi karena pada dasarnya saya tahu kalau yang bertanya itu dia, teman yang setiap chatting dengannya selalu berakhir gaje, maka saya isilah dengan agak ngawur.
*psst... Apakah ada yang penasaran dengan jawaban-jawaban saya? Hehe ge-er. Oke deh, entah pembaca penasaran atau tidak, tetap saya beritahu kok.
  1. Tom
  2. Toa sangat
  3. Gabisa pulang
  4. Ganteng dan kaya gapapa, yang penting soleh. Etapi kalo soleh gabakal mau jadi pacar ya
  5. Tmn gebleq lah apalagi
  6. Pulang
  7. A polyglot
Plus saya kirimkan 2 stiker muka menyebalkan. Juga saya buat story seperti yang ia instruksikan. Tapi saya agak curang sih, story-nya saya bikin private, khusus dilihat satu teman saya ini. Soalnya saya malas kalau harus menanggapi orang-orang yang merespons story saya nanti. Hehe.
Ia menepati janjinya. Dia membuat story 5 fakta tentang saya yang... Yah seperti saya duga, tidak semuanya waras. Nggak masalah, toh tadi saya tidak sepenuhnya waras saat menjawab pertanyaan syarat darinya.
Kalau dipikir-pikir, adanya story macam itu bisa menjadi jembatan tersambungnya silaturahim lho. Story itu cukup berhasil memancing rasa penasaran bagi yang membacanya, misalnya saya. Dan juga, story itu akan menjebak audiensnya untuk terus menebarkannya lebih luas lagi. Walaupun awalnya agak menjengkelkan (terutama dengan adanya pertanyaan nomor 1), setidaknya dengan post macam itu bisa terbangun percakapan dengan orang-orang di kontak Whatsapp kita. Bahkan termasuk orang-orang yang biasanya tidak pernah berinteraksi dengan kita. Bisa jadi juga post macam itu dimanfaatkan untuk membuka topik ke gebetan kan? Eh. Atau kalau untuk tujuan komersil bisa juga tuh diterapkan. Hanya diutak-atik peraturannya. Misalnya ditambah 1 syarat lagi: kamu harus buat post tentang 1 produk saya. Hehe. Mungkin akan tambah menyebalkan sih.
Tidak ada poin khusus yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Saya hanya kagum dengan ide orang yang mengawali trend story serupa itu. Kalau benar ada orang yang berhasil menyambung silaturahim melalui jawab-menjawab story itu kan bisa banget menambah pahala bagi si pencetus ide trend tersebut. Wah, zaman digital ini ternyata juga berpengaruh pada bentuk amal jariah ya!

Y181119K


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...