Langsung ke konten utama

#Day9 Tips n Tricks to Have a Better Ramadhan

Tahun ini ada yang berbeda dari cara saya menyiapkan ramadan. Ceritanya, sekolah mengadakan program bertajuk Semarak 3 Bulan Mulia. Ngapain itu? Singkatnya ini adalah program berlomba-lomba dalam kebaikan. Peserta diharuskan mengisi lembar monitoring (online) yang berisi ibadah-ibadah seperti baca quran, zikir, sholat sunah, baca buku, menghafal hadits, hingga menonton video islami di channel yang telah ditentukan panitia. 

Setiap jenis ibadah yang dilakukan akan menghasilkan jumlah poin yang berbeda. Nah, jumlah total poin yang telah didapat inilah yang akan menjadi dasar penentuan pemenang. Lembar monitoring diisi setiap akhir pekan. Akumulasi poin dihitung mencakup periode 1 bulan. Artinya, 1 bulan sekali akan ada pengumuman pemenang yang diambil sebanyak 50 orang dengan grade dan hadiah yang berbeda-beda tergantung peringkatnya.

Dasarnya memang diri saya cukup suka dengan kompetisi ya. Adanya program ini sangat membantu saya untuk mempersiapkan diri bahkan sebelum ramadan tiba. Program yang dimulai sejak bulan rajab itu menjadi kesempatan untuk pemanasan, bersiap menyambut datangnya bulan puncak berlimpahnya pahala, apa lagi kalau bukan ramadan. Di tahun-tahun lalu, biasanya saya hanya bersiap saat benar-benar sudah dekat dengan ramadan. Tapi dengan program ini saya 'dipaksa' bersiap lebih awal. Efeknya? Kebiasaannya sudah lebih terbentuk.

Nah, ini salah satu tips yang saya bisa rekomendasikan untuk memperbaiki kualitas ramadan kita. Yakni pemanasan dulu bahkan 1 atau 2 bulan sebelumnya. Toh pembaca mungkin sudah familiar kan, bulan rajab dan syaban juga memiliki keutamaan sendiri dalam hal obral pahala. Jadi selain dalam rangka mempersiapkan datangnya ramadan, kita sekaligus bisa mendapatkan keutamaan-keutamaan di dua bulan mulia sebelumnya. Tahun depan, ketika mungkin program seperti ini sudah tidak diadakan lagi, saya pingin sih mengadakan sendiri, untuk diri sendiri. Tapi ya gitu, disiplin dirinya harus kuat banget memang. Motivasinya kan ya dari internal kita.

Sekarang saat saya sedang menulis ini, sedang berlangsung periode bulan ketiga. Bagaimana dengan hasil bulan pertama dan kedua? Hehe alhamdulillah masuk ke 50 besar di 2 periode. Lumayan dapat tambahan THR~

Y210421K

Ga kerasa kok ya uda kartinian lagi. Selamat Hari Kartini!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...