Langsung ke konten utama

#Day7 Recommended Fiction Book

Fiction book?
Kalau yang ditanya saya ya jelas dijawab dengan salah satu bukunya Tere Liye wkwk.

Sudah hampir 10 tahun sejak saya pertama kali membaca karyanya, sampai sekarang masih saja kalap kalau ada buku baru yang terbit. Apalagi sekarang saya cukup rajin ikutan acara virtual booktalknya. Semakin keracunan deh tu.

Setelah sebelumnya saya bahas yang berjudul Eliana, sekarang saya rekomendasikan Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

Genrenya berbeda. Yang satu ini lebih ditujukan untuk usia yang tidak kanak lagi. Ceritanya tentang pencarian jawaban yang kemudian ditemukan melalui perjalanan waktu untuk melihat lewat sudut pandang yang berbeda. Meski sekilas tampak berat topiknya, alur cerita dibawakan dengan bahasa yang ringan dan mudah dinikmati.

Saya jatuh cinta pada si tokoh utama. Padahal awalnya dia bad boy, dan di dunia nyata saya tidak suka dengan tipe yang begitu haha. Saya suka dengan perkembangan karakternya. Proses pencarian jawaban itu banyak membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih baik dalam memahami mekanisme kerja takdir.

Buku ini ini beralur maju mundur. Yang membuat saya kagum adalah karena setiap tokoh yang mulanya punya cerita sendiri ternyata saling berkelindan di akhirnya. Porsi scene bahagia dan sedihnya juga seimbang menurut saya.

Buku ini telah difilmkan, tapi belum selesai. Ada part 2 yang akan menyusul. Saya belum nonton sih. Padahal saat membaca bukunya saya excited banget, tapi kalau untuk film saya biasa aja.

Kalau kalian suka dengan bacaan semi fantasi campur semi filsafati mungkin akan cocok dengan buku ini :)

Y190421K
Amanah yang banyak diberikan dalam satu waktu, sebaiknya didelegasikan sebagian. Bukan melempar tanggung jawab, tapi cukup tahu kapasitas diri agar tidak keteteran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...