Fiction book?
Kalau yang ditanya saya ya jelas dijawab dengan salah satu bukunya Tere Liye wkwk.
Sudah hampir 10 tahun sejak saya pertama kali membaca karyanya, sampai sekarang masih saja kalap kalau ada buku baru yang terbit. Apalagi sekarang saya cukup rajin ikutan acara virtual booktalknya. Semakin keracunan deh tu.
Setelah sebelumnya saya bahas yang berjudul Eliana, sekarang saya rekomendasikan Rembulan Tenggelam di Wajahmu.
Genrenya berbeda. Yang satu ini lebih ditujukan untuk usia yang tidak kanak lagi. Ceritanya tentang pencarian jawaban yang kemudian ditemukan melalui perjalanan waktu untuk melihat lewat sudut pandang yang berbeda. Meski sekilas tampak berat topiknya, alur cerita dibawakan dengan bahasa yang ringan dan mudah dinikmati.
Saya jatuh cinta pada si tokoh utama. Padahal awalnya dia bad boy, dan di dunia nyata saya tidak suka dengan tipe yang begitu haha. Saya suka dengan perkembangan karakternya. Proses pencarian jawaban itu banyak membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih baik dalam memahami mekanisme kerja takdir.
Buku ini ini beralur maju mundur. Yang membuat saya kagum adalah karena setiap tokoh yang mulanya punya cerita sendiri ternyata saling berkelindan di akhirnya. Porsi scene bahagia dan sedihnya juga seimbang menurut saya.
Buku ini telah difilmkan, tapi belum selesai. Ada part 2 yang akan menyusul. Saya belum nonton sih. Padahal saat membaca bukunya saya excited banget, tapi kalau untuk film saya biasa aja.
Kalau kalian suka dengan bacaan semi fantasi campur semi filsafati mungkin akan cocok dengan buku ini :)
Y190421K
Amanah yang banyak diberikan dalam satu waktu, sebaiknya didelegasikan sebagian. Bukan melempar tanggung jawab, tapi cukup tahu kapasitas diri agar tidak keteteran.
'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...
Komentar
Posting Komentar