Langsung ke konten utama

#Day3 My Target for this Ramadan

Di tulisan sebelumnya saya sempat menyebut sedikit tentang peningkatan target selama ramadan tahun ini. Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan kemarin, target saya masih meliputi sholat sunnah, sholawat, baca buku, kajian, dzikir, dan menjalankan challenge menulis di #post_itivity_2.0 ini. Dzikir yang semula 20 bab sekarang saya upayakan bisa 100 bab lengkap per harinya. Saya juga lebih sungguh-sungguh agar bisa mencapai setidaknya 1000 salawat per hari. Sebenarnya, kedua bentuk peningkatan ini banyak dipengaruhi oleh keputusan saya mengikuti komunitas dan program sekolah.

Sejak bulan rajab lalu, sekolah mengadakan kegiatan Semarak 3 Bulan Mulia. Nah, salah satu aspek yang dihitung adalah zikir 100 bab itu. Jadi sejak dimulainya program, saya mencoba membiasakan diri untuk melengkapinya. Memang mulanya terasa banyak sekali sih, tapi setelah dibiasakan ternyata bisa juga.

Kalau dalam target salawat, saya merasa terbantu dengan mengikuti komunitas yang mengharuskan anggotanya melapor jumlah salawat hariannya. Setiap hari saya upayakan untuk berhasil mencapai 1000. Yah walaupun kadang masih ada yang di bawah itu juga sih. Tapi setidaknya, dengan pantauan sosial dari komunitas itu, saya jadi semakin terpacu untuk benar-benar mencapai target salawat yang saya tetapkan selama ramadan ini.

Semoga yang diharap berhasil tercapai akan sungguhan tercapai. Aamiin~

Y150421k

Undangan iftar mulai mengantri

Alhamdulillah dong ya :)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...