Langsung ke konten utama

#Day5 Story of My High School Life

Buat saya, pada kue ulang tahun ada bagian istimewa yang terdapat ceri merah di atasnya. Nah, saya akan menceritakan 'potongan istimewa' yang ada di kue kehidupan saya.


Berlangsung 3 bulan, tapi kesannya tak hilang-hilang. Demikian saya mendeskripsikan masa matrikulasi di awal masuk SMA. Pada masa itu, kami dipersiapkan untuk bisa belajar aktif dengan bahasa inggris. Setiap hari dijejali berganti antara vocab, grammar, reading, listening, speaking, dan lainnya yang berbau english. Syukurnya, guru yang mengajar di kelas saya semuanya menyenangkan. Tapi, 'bagian istimewa dengan buah ceri merah' dari kisah 3 bulan ini adalah seorang guru yang kami sebut Mr. A.


Kalau boleh dibilang, beliau ini salah satu inspirasi saya untuk bertahan di dunia pendidikan seperti sekarang. Beliau selalu kreatif dalam menyampaikan pelajaran. Sesulit apapun materinya Mr. A selalu punya cara untuk membuatnya menyenangkan. Aneka game diberikan untuk memudahkan kami menghafal vocabulary. Tak hanya itu, setiap hari selasa beliau mengajak kami movie time. Iya, full nonton film di 2 jam pelajaran. Bahkan kami juga dibelikan snack untuk teman selama nonton. Baik banget pokoknya.


Di periode itu, saya jadi suka sekali dengan bahasa inggris. Saya merasa semakin pede dengan kemampuan saya, baik itu membaca, menulis, mendengar, bahkan berbicara.
 

Sayangnya, sepotong kue dengan buah ceri akan tetap habis dimakan juga. Begitu pula dalam kisah ini. Mr. A pindas tugas. Saya sungguhan menangis di kelas saat kami mengadakan farewell party. Rasanya 3 bulan itu terlalu singkat untuk diakhiri.
 

Ngomong-ngomong tentang diakhiri, habisnya kue dengan buah ceri tak bisa dibilang habis begitu saja kan? Ia sudah kita nikmati. Ia sudah menjadi momen yang menyenangkan. Begitu juga dengan potongan di kue kehidupan kita. Tidak perlu larut bersedih karena sesuatu yang menyenangkan itu usai. Tapi syukurilah karena ia pernah kita rasai.


Y180421K

Jadwal diri sedang terasa berantakan. Kenapa ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...