Buat saya, pada kue ulang tahun ada bagian istimewa yang terdapat ceri merah di atasnya. Nah, saya akan menceritakan 'potongan istimewa' yang ada di kue kehidupan saya.
Berlangsung 3 bulan, tapi kesannya tak hilang-hilang. Demikian saya mendeskripsikan masa matrikulasi di awal masuk SMA. Pada masa itu, kami dipersiapkan untuk bisa belajar aktif dengan bahasa inggris. Setiap hari dijejali berganti antara vocab, grammar, reading, listening, speaking, dan lainnya yang berbau english. Syukurnya, guru yang mengajar di kelas saya semuanya menyenangkan. Tapi, 'bagian istimewa dengan buah ceri merah' dari kisah 3 bulan ini adalah seorang guru yang kami sebut Mr. A.
Kalau boleh dibilang, beliau ini salah satu inspirasi saya untuk bertahan di dunia pendidikan seperti sekarang. Beliau selalu kreatif dalam menyampaikan pelajaran. Sesulit apapun materinya Mr. A selalu punya cara untuk membuatnya menyenangkan. Aneka game diberikan untuk memudahkan kami menghafal vocabulary. Tak hanya itu, setiap hari selasa beliau mengajak kami movie time. Iya, full nonton film di 2 jam pelajaran. Bahkan kami juga dibelikan snack untuk teman selama nonton. Baik banget pokoknya.
Di periode itu, saya jadi suka sekali dengan bahasa inggris. Saya merasa semakin pede dengan kemampuan saya, baik itu membaca, menulis, mendengar, bahkan berbicara.
Sayangnya, sepotong kue dengan buah ceri akan tetap habis dimakan juga. Begitu pula dalam kisah ini. Mr. A pindas tugas. Saya sungguhan menangis di kelas saat kami mengadakan farewell party. Rasanya 3 bulan itu terlalu singkat untuk diakhiri.
Ngomong-ngomong tentang diakhiri, habisnya kue dengan buah ceri tak bisa dibilang habis begitu saja kan? Ia sudah kita nikmati. Ia sudah menjadi momen yang menyenangkan. Begitu juga dengan potongan di kue kehidupan kita. Tidak perlu larut bersedih karena sesuatu yang menyenangkan itu usai. Tapi syukurilah karena ia pernah kita rasai.
Y180421K
Jadwal diri sedang terasa berantakan. Kenapa ya?
Komentar
Posting Komentar