Langsung ke konten utama

#Day2 An Unforgettable Thing about My Childhood

 Kalau ditanya momen tak terlupakan dari masa kecil, tentu sebenarnya ada banyak sekali ya. Tapi di tulisan ini akan dipilih salah satu yang patut dibagi saja.

Suatu hari di masa lalu, mungkin saya sedang dalam usia 8 dan adik 4 tahun. Sehabis magrib bapak pamit akan mengantar ibu ke tukang pijat. Saya diminta untuk baik-baik di rumah bersama adik. Pesan lain dari bapak yaitu, di dapur belakang ada ayam yang sedang dikurung karena besok akan disembelih. Jangan sampai ayamnya lepas. Saya versi kecil mengiyakan kedua pesan itu.

Mulanya memang semua berjalan lancar. Hingga kemudian semuanya berubah ketika tiba-tiba ayam di dapur itu lepas!

Dia segera berkeliaran di seluruh penjuru rumah. Saya panik, adik saya menangis takut, saya tambah panik. 

Si ayam semakin semena-mena. Ia menuju ke ruang tamu. Saya yang sebenarnya sangat takut, mencoba memberanikan diri untuk menghalaunya kembali ke dapur. Saya juga mengajak adik untuk sedikit membantu, bekerja sama untuk mencegah si ayam semakin banyak tingkah.

Kami takut. Si ayam juga sebenarnya takut. Gerakannya kesana kemari, berjalan maupun terbang. Aduh bagaimanalah ini, bapak ibu lama sekali tidak datang-datang.

Prang!

Gawat, si ayam terbang ke atas rak berisi keramik-keramik kecil hiasan rumah! Tak hanya itu, satu keramiknya pecah. Adik saya menangis lagi, saya juga pengen ikutan. Haduh kacau sekali.

Saat saya merasa sudah kalah, tidak bisa mengendalikan keadaan, saat itu pulalah suara motor bapak terdengar. Langsung lega sekali setelah mereka masuk ke rumah. Ayam berhasil digiring kembali ke dapur. Adik saya mau berhenti menangis. Saya? Kelelahan setelah menghadapi malam panjang itu.

Kalau diingat kembali, lucu juga ya. Dulu, tekanan diri saat 8 tahun sebatas ayam yang lepas. Sekarang? Teman bisa lepas, mimpi dan harapan bisa lepas, pun pasangan belum ketangkap. Hadeeeh~


Y140421K

Lembur nyoba resep persiapan syuting esok hari lumayan bikin encok ya ._.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...