Kalau ditanya momen tak terlupakan dari masa kecil, tentu sebenarnya ada banyak sekali ya. Tapi di tulisan ini akan dipilih salah satu yang patut dibagi saja.
Suatu hari di masa lalu, mungkin saya sedang dalam usia 8 dan adik 4 tahun. Sehabis magrib bapak pamit akan mengantar ibu ke tukang pijat. Saya diminta untuk baik-baik di rumah bersama adik. Pesan lain dari bapak yaitu, di dapur belakang ada ayam yang sedang dikurung karena besok akan disembelih. Jangan sampai ayamnya lepas. Saya versi kecil mengiyakan kedua pesan itu.
Mulanya memang semua berjalan lancar. Hingga kemudian semuanya berubah ketika tiba-tiba ayam di dapur itu lepas!
Dia segera berkeliaran di seluruh penjuru rumah. Saya panik, adik saya menangis takut, saya tambah panik.
Si ayam semakin semena-mena. Ia menuju ke ruang tamu. Saya yang sebenarnya sangat takut, mencoba memberanikan diri untuk menghalaunya kembali ke dapur. Saya juga mengajak adik untuk sedikit membantu, bekerja sama untuk mencegah si ayam semakin banyak tingkah.
Kami takut. Si ayam juga sebenarnya takut. Gerakannya kesana kemari, berjalan maupun terbang. Aduh bagaimanalah ini, bapak ibu lama sekali tidak datang-datang.
Prang!
Gawat, si ayam terbang ke atas rak berisi keramik-keramik kecil hiasan rumah! Tak hanya itu, satu keramiknya pecah. Adik saya menangis lagi, saya juga pengen ikutan. Haduh kacau sekali.
Saat saya merasa sudah kalah, tidak bisa mengendalikan keadaan, saat itu pulalah suara motor bapak terdengar. Langsung lega sekali setelah mereka masuk ke rumah. Ayam berhasil digiring kembali ke dapur. Adik saya mau berhenti menangis. Saya? Kelelahan setelah menghadapi malam panjang itu.
Kalau diingat kembali, lucu juga ya. Dulu, tekanan diri saat 8 tahun sebatas ayam yang lepas. Sekarang? Teman bisa lepas, mimpi dan harapan bisa lepas, pun pasangan belum ketangkap. Hadeeeh~
Y140421K
Lembur nyoba resep persiapan syuting esok hari lumayan bikin encok ya ._.
Komentar
Posting Komentar