Langsung ke konten utama

#Day1 This is How I Prepare My Ramadan

    Akhirnya Ramadan di rantau lagi setelah tahun lalu satu kali full puasa di rumah. Tempatnya beda, kesibukan beda, tentu persiapan seputar Ramadan-nya juga berbeda. Kali ini Ramadan sambil mengajar penuh waktu, pun dapat amanah sebagai wali kelas. Amanah di posisi ini membuat saya tidak hanya perlu menyiapkan Ramadan bagi diri sendiri, tapi juga membantu anak-anak menyiapkan Ramadan mereka. Bahkan kalau boleh jujur, yang kedua itu yang lebih banyak saya perhatikan haha ini nggak terlalu baik sih, tapi memang kenyataannya begitu.

    Persiapan diri meliputi setting target harian. Termasuk juga lembar monitoring online-nya. Masih mirip seperti tahun lalu, hanya saya tingkatkan standar untuk beberapa aspeknya. Lebih lengkap mengenai ini akan saya bahas di tulisan mendatang, insyaallah.

    Selain target harian, saya juga menyiapkan konsep Post-itivity 2.0 ini. Awalnya saya nggak kepikiran akan mengadakan challenge lagi. Sampai kemudian kemarin malam, tiba-tiba adik saya menanyakan tentang tema untuk Post-itivity 2.0. Seketika ditanya, seketika brainstorming menentukan tema harian. 

    Konsep dari series tahun ini adalah tentang refleksi diri. Banyak di antara temanya yang membahas pandangan pribadi penulis terhadap sesuatu. Walaupun tentu tetap ada selipan tema yang bersifat umum dan juga berkaitan dengan Ramadan. Yah, apapun itu, harapannya tulisan-tulisan ini bisa membawa kebaikan bagi saya sebagai penulis maupun para pembaca tersayang.

    Yang tak kalah penting untuk saya siapkan adalah pengaturan niat. Kadang saat asyik menetapkan target, saya merasa 'hilang'. Saya jadi terlena dan melupakan untuk apa sebenarnya semua target ini. Jangan-jangan hanya biar kelihatan keren untuk diupload di blog? Naudzubillah. Oleh sebab itu, menjaga kelurusan niat dalam setiap ibadah yang dilakukan itu krusial sekali.

    Untuk aspek-aspek besarnya kurang lebih 3 hal itu. Yang kecil-kecil ada juga sih. Misalnya mencuci mukena dan sajadah, sengaja biar pakai yang baru diambil dari lemari untuk tarawih pertama haha. Juga menyiapkan makanan tahan simpan untuk alternatif sahur, antisipasi kalau suatu hari bangun kesiangan, semoga sih enggak.

    Harapannya, persiapan ini cukup untuk mewujudkan Ramadan yang dihiasi ibadah maksimal. Kalau kamu gimana persiapannya? 😊

 

Y130421K

Wah, berusaha menulis rutin dalam hari-hari yang sibuk memang rasanya lebih menantang ya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...