Akhirnya Ramadan di rantau lagi setelah tahun lalu satu kali full puasa di rumah. Tempatnya beda, kesibukan beda, tentu persiapan seputar Ramadan-nya juga berbeda. Kali ini Ramadan sambil mengajar penuh waktu, pun dapat amanah sebagai wali kelas. Amanah di posisi ini membuat saya tidak hanya perlu menyiapkan Ramadan bagi diri sendiri, tapi juga membantu anak-anak menyiapkan Ramadan mereka. Bahkan kalau boleh jujur, yang kedua itu yang lebih banyak saya perhatikan haha ini nggak terlalu baik sih, tapi memang kenyataannya begitu.
Persiapan diri meliputi setting target harian. Termasuk juga lembar monitoring online-nya. Masih mirip seperti tahun lalu, hanya saya tingkatkan standar untuk beberapa aspeknya. Lebih lengkap mengenai ini akan saya bahas di tulisan mendatang, insyaallah.
Selain target harian, saya juga menyiapkan konsep Post-itivity 2.0 ini. Awalnya saya nggak kepikiran akan mengadakan challenge lagi. Sampai kemudian kemarin malam, tiba-tiba adik saya menanyakan tentang tema untuk Post-itivity 2.0. Seketika ditanya, seketika brainstorming menentukan tema harian.
Konsep dari series tahun ini adalah tentang refleksi diri. Banyak di antara temanya yang membahas pandangan pribadi penulis terhadap sesuatu. Walaupun tentu tetap ada selipan tema yang bersifat umum dan juga berkaitan dengan Ramadan. Yah, apapun itu, harapannya tulisan-tulisan ini bisa membawa kebaikan bagi saya sebagai penulis maupun para pembaca tersayang.
Yang tak kalah penting untuk saya siapkan adalah pengaturan niat. Kadang saat asyik menetapkan target, saya merasa 'hilang'. Saya jadi terlena dan melupakan untuk apa sebenarnya semua target ini. Jangan-jangan hanya biar kelihatan keren untuk diupload di blog? Naudzubillah. Oleh sebab itu, menjaga kelurusan niat dalam setiap ibadah yang dilakukan itu krusial sekali.
Untuk aspek-aspek besarnya kurang lebih 3 hal itu. Yang kecil-kecil ada juga sih. Misalnya mencuci mukena dan sajadah, sengaja biar pakai yang baru diambil dari lemari untuk tarawih pertama haha. Juga menyiapkan makanan tahan simpan untuk alternatif sahur, antisipasi kalau suatu hari bangun kesiangan, semoga sih enggak.
Harapannya, persiapan ini cukup untuk mewujudkan Ramadan yang dihiasi ibadah maksimal. Kalau kamu gimana persiapannya? 😊
Y130421K
Wah, berusaha menulis rutin dalam hari-hari yang sibuk memang rasanya lebih menantang ya.
Komentar
Posting Komentar