Langsung ke konten utama

#7 Share a quote by your favorite hero!

Ada 2 sosok yang saya pilih untuk saya kutip quotenya.

1. Muhammad Hatta

Membaca kisah beliau itu rasanya sederhana namun mengena. Hidup beliau lurus, jujur, bersahaja, apa adanya, dan rajin membaca. Untuk poin terakhir, itulah yang membuat saya makin terpikat. Quote-nya? Singkat saja. Tanpa bahasa yang ndakik-ndakik tapi esensi pesannya tetap bisa didapat.
Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna. (Moh. Hatta)

2. Tirto Adhi Soerjo

Barangkali yang kenal sosok ini tidak sebanyak yang mengenal Bapak Moh. Hatta. Tapi kalau dengan nama Minke mungkin terdengar lebih familiar. Iya, Minke yang di film Bumi Manusia. Yah walaupun sudah dimodifikasi menjadi tokoh fiksi sih. Beliau adalah pahlawan nasional yang berjuang dengan cara berbeda. Bukan dengan senjata tapi dengan pena. Beliau berjuang lewat jalur pers, bahkan dikenal sebagai pionir persuratkabaran dan pewartawanan nasional. Saya pertama mendengar tentang beliau dari guru sejarah saat SMA. Saat itu materinya memang seputar perjalanan pers dan perkembangan media masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Menyimaknya membuat saya mulai tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut. Belum sampai mendalam banget sih. Pernah beli buku tentangnya tapi belum selesai saya baca.
Quote-nya? Here we go~
Usia bukanlah berapa lama kita hidup, tetapi berapa lama kita akan dikenang dalam kehormatan. (Tirto Adhi Soerjo)
Dua tokoh, yang satu mengingatkan tentang membaca, satu lagi tentang menulis. Kalau betul saya mengaku memfavoritkannya, maka perlu dibuktikan dengan semangat konkret meneladaninya kan? Ah, ini terasa seperti menampar diri sendiri~


N300420W
23.02
Untuk kesekian kalinya memilih melarutkan malam, bukan gula dalam air berkopi.
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...