Langsung ke konten utama

#Day 27 How is the progress of your ramadan target?

Saatnya laporan!











Grafik-grafik diatas adalah laporan dari kegiatan yang sudah saya lalui mulai hari pertama sampai keduapuluh tujuh. Jadi masih ada waktu 3 hari lagi untuk melanjutkannya. *Tapi kayanya saya nggak akan update grafik akhirnya disini sih, mager ehe~

Untuk target Post_itivity, Sholat Dhuha, Tahajjud, dan tarawih tidak saya buat grafiknya karena alhamdulillah pencapaiannya selalu sejalan dengan target harian yang ditetapkan. Bahkan untuk tahajjud, pencapaiannya 2 kali lipat dari target. Kalau pun dibuat grafik hasilnya tidak akan menarik, cuma lurus horizontal doang hehe. Oh ada sedikit pengecualian untuk 19-May Tahajjudnya pas dengan target, bukan dobel.

Ini kali pertama saya 'niat banget' merekap perkembangan pencapaian target ibadah untuk jangka waktu sebulan. Memang ya, yang namanya iman itu akan selalu naik turun. Dengan membuat grafik-grafik itu saya jadi semakin sadar bahwa istiqomah dalam ibadah itu tidak mudah. Padahal jangka waktunya hanya satu bulan, bahkan sekarang belum genap sih. Dan ini Ramadan lho, bulan istimewa yang bisa dibilang relatif lebih banyak ada waktu untuk fokus tanpa banyak diganggu aktivitas duniawi.

Hmm tantangan yang sesungguhnya lebih besar telah menanti beberapa hari lagi. Saat bulan suci ini telah pergi, saat masa latihan pengendalian diri di tahun ini telah selesai. Tergantikan oleh bulan-bulan berikutnya sebagai waktu pembuktian apakah latihannya memberikan hasil yang nyata. Perlu tekad yang lebih kuat untuk bertahan tetap mengikuti ritme ibadah seperti ini. Perlu banyak-banyak pengingat agar tetap setia pada perjuangan diri yang sudah dimulai.

N200520W
23.30
Hari Kebangkitan Nasional!
Besok libur yeay! padahal emang uda kayak libur terus 2 bulan.
Camp Ramadan selesai~
Kehaluan ibunda kian menjadi -_-
Move move, suasana baru di rumah \(^o^)/
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...