Langsung ke konten utama

#Day 13 A simple sunnah I do every day is...

'Makan-minum sambil duduk.'
Kecuali sedang dalam keadaan yang sangat terpaksa, saya akan mengusahakan untuk bisa duduk saat makan maupun minum. Karena sunnah, insyaAllah saya memang niatkan begitu (semoga tercatatnya juga begitu). Selain itu, saya rasa memang jauh lebih nyaman untuk makan minum dengan duduk, bukan berdiri apalagi berjalan. Saya juga cukup sensitif saat melihat orang lain makan minum sambil berdiri. Kalau sedang di sekolah lalu melihat siswa yang makan atau minum dengan berdiri, maka saya akan otomatis menegurnya. Karena sudah sering begitu, maka tak sedikit dari mereka yang sudah sadar diri sebelum saya komentari. Bahkan misalpun sebenarnya saya tidak melihatnya, hanya kebetulan sedang menghadap ke arahnya, dia sudah senyum-senyum dan menyadari kesalahannya. "Hehe, iya miss, maaf." begitu katanya, lalu melanjutkan makan atau minum sambil duduk.

Teladan Rasulullah tentang makan minum sambil duduk tertuang dalam 2 sabda beliau berikut.
  1. “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
  2. “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qotadah berkata: ”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi)
Wah, sampai diminta memuntahkan lho. Berarti ini adalah hal yang serius sekali, kan?
Sebetulnya selain perkara duduk, masih banyak detail adab makan yang lain. Ini menunjukkan bahwa betapa Islam adalah betul-betul petunjuk yang memperhatikan hingga hal terkecil, dan tentu saja sangat practical. Yang menjadi tugas kita adalah mempelajarinya agar tahu ilmunya. Ilmu itu penting dan itulah yang akan menjadi pembeda nilai perilakunya di mata Allah. Misalnya, selama ini sudah terbiasa makan minum sambil duduk, tapi dasar melakukannya hanya karena terasa lebih nyaman saja, bukan karena mau mengikuti sunnah Rasulullah. Maka hasilnya akan berbeda. Perilaku yang diniatkan ibadah akan bernilai ibadah. Perilaku yang diniatkan mengikuti sunnah akan bernilai pahala.

Semoga saya dan pembaca bisa istiqomah dalam menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah ya :)

*Bonus
Ehe, ena banged ga sih tampaknya~ huhu

Oya, ini tidak ada hubungannya dengan tulisan di atas. Saya hanya ingin berbagi euforia kecil. Mulai hari ini ternyata tampilan blog berubah lho
Haha
Ga penting kan? Iya emang :p


N060520W
22.39
Saya baru selesai baca 1 chapter webtun spesial Ramadan. UWU BANGET CERITANYA ADUUUUH (///^^\\\)
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...