Langsung ke konten utama

#Day 23 Share a resume of kajian you have joined!

Sesi Tanya Jawab
Oleh Bapak Ali Unsal
11 Oktober 2019

1. Apa saja tips agar diri tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk melakukan hal yang fun?

Bayangkan raja memberi kita 24 keping emas dan dengan itu kita boleh menghabiskannya untuk bersenang senang atau berinvestasi. Buknkah merugi kalau hanya dihabiskan dan tidak ada yang disisihkan untuk tabungan? Itu adalah analogi 24 jam dalam sehari milik kita.

Kita bisa mencontoh bagaimana orang-orang sukses menghabiskan waktunya secara efektif. Misalnya Bill gates menyisihkan 2 pekan untuk reading camp, sedangkan Mark Zuckerberg pendiri Facebook setiap tahun punya daftar buku bacaan yang tidak sedikit. Dengan banyak membaca buku, kita bisa menggunakan waktu dengan hal yang bermanfaat.

Ingat pula bahwa hidup ini sangat pendek. Tidak ada garansi untuk besok. Kalau kita tahu bahwa besok akan mati, pasti akan bisa fokus berbuat baik, ibadah, menghindari konflik, dan menjaga kedamaian.

Dalam mengabdi di jalan Allah, kita masih bisa kok melakukan hal-hal fun dan tetap dalam konteks halal. Misalnya kita bisa jalan-jalan sambil melakukan parents visit, BBQ Party di akhir pekan untuk menemani anak asrama yang tidak pulang, mendengar musik saat menyaksikan penampilan siswa, bahkan berpesta misalnya dalam merayakan Last Night siswa tingkat akhir. Akan ada konteks yang mengizinkan kita menjalani itu dengan tetap sambil mengabdi. Kalau dengan yang halal aja cukup, kenapa harus melipir ke yang haram dan dosa?

Saat punya waktu luang? Bacalah buku sampai capek. Kalau capek, ganti, mendengar, capek, menonton, capek, bergerak atau olahraga, capek, ngobrol dan diskusi hal berguna. Dengan begitu kita akan secara otomatis tersibukkan oleh hal positif.

Lalu jawaban atas pertanyaan itu ada pada hadits Rasulullah, salah satu keindahan orang muslim adalah bahwa mereka tidak menyiakan waktu.

Dalam mengemban amanah di sekolah, kita diberi ladang untuk berkegiatan yang bermanfaat. Semoga kita bisa memaksimalkan pemberdayaan ladang ini.
Aamiin

2. Bagaimana menumbuhkan jiwa rela berkorban baik materi maupun nonmateri dalam diri kita?

Mula mula, ingat kondisi banyak orang di luar sana. Saat sekarang disini kota sedang enak hidupnya, nyaman, semua tersedia, ingat mereka di luar sana yang bahkan keluar rumah saja berisiko dipenjara tanpa bisa bertanya apa alasannya.

Ingat, semua yang ada sekarang akan ada pertanggungjawabannya.

Biasakan setiap malam berintrospeksi, apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain hari ini? Itu adalah kebisaan para ulama. Dengan begitu kita akan merasa rugi bila seharian belum berbuat baik dan berkorban untuk orang lain.

3. Salahkah kita bersedih saat melihat orang lain berbuat buruk dan kita tidak bisa menasihatinya?

Tidak salah, tapi bersedih saja tidak cukup. Kalau kita merasa tidak bisa menasihati, mintalah tolong pada orang lain. Kalau tidak ada, maka berdoalah. Dan tentu doa yang disertai rasa percaya. Karena kalau dengan kehendak Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin.

4. Bisakah diceritakan tentang keistimewaan cevsen yang telah Anda dialami?

Dengan membaca cevsen, saya merasa bisa lebih mudah konsisten dengan yang saya lakukan.

Menurut cerita Bayram Abi, beliau dipesani oleh Ustadz Bediuzzaman untuk baca cevsen. Lalu saat perang di Korea, keajaiban terjadi. Ada bom yang menimpa kepala tetapi malah jatuh dan tidak meledak. Beliau selamat.

Cerita lain oleh orang yang sama dan di perang yang sama. Tiba tiba pasukan Cina menyerahkan diri dan meletakkan senjatanya. Entah karena lihat apa, beliau pun bingung. Lalu pasukan itu tunduk pada beliau.

Lalu suatu hari saat radio Jepang mau mewawancara beliau, beliau menyampaikan salam untuk Ustadz Bediuzzaman. Eh lha kok pas di Turki Ustadz sedang menyalakan radio. Dengan demikian salam yang diberikan itu langsung terjawab di saat yang sama.

5. Kapan kami bisa membaca buku Neo Khawarij? Bisakah diceritakan secara singkat?

Di abad ini ada ISIS, Al Qaeda, dll. Mungkin memang akan meredup, Tapi nanti pasti akan muncul lagi. Mereka ini adalah yang bacaan Qurannya bagus, tapi tidak turun ke hati. Suka mengkritik ibadah orang lain bahkan mengkafir-kafirkan yang lain. Padahal, ada hadits yang menyatakan bahwa bila ada seorang menyebut orang lain kafir sedangkan yang disebut itu tidak kafir, maka yang kafir sebenarnya adalah yang menyebut itu. Itulah yang dimaksud dengan 'mereka keluar dari agama Islam serupa dengan melesatnya anak panah dari busurnya'.

*Saya kurang paham secara lengkap tentang pembahasan jawaban atas pertanyaan ini. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan.

6. Apakah memang tugas kita di dunia adalah di jalan agama? Bagaimana dengan mereka yang tidak beragama tapi banyak bermanfaat bagi orang lain?

Analogikan begini, akan ada 2 orang yang mengikuti lari marathon. Semua aspek sama, sama capek, sama menempuh jarak 20 km. Bedanya adalah arah larinya. Akhirnya yang 1 dapat medali menang, yang satu tidak dapat apa-apa. Tentu saja, karena ia lari ke arah yang salah, bukan arah yang ditentukan menjadi jalur lomba. Orang tanpa iman, maka perbuatan baiknya serupa hasil lari yang salah arah.

Dalam konteks pertanyaan itu, misalnya orang tidak beragama karena memang tidak ada hasil tabligh yang sampai padanya, maka itu urusannya dia dengan Allah. Kita tidak tahu.

Tapi kalau tabligh sudah disampaikan lalu ia mengingkarinya, tergantung dengan apakah ada setitik iman atau tidak. Setitik itulah yang menentukan apakah ada kesempatan untuk masuk surga.

7. Bagaimana cara membagi waktu dengan lingkungan? Bagaimana menyeimbangkan hak keluarga dan siswa di sekolah?

Tentukan porsi dan prioritas.

8. Bagaimana menghadapi orang yang berdebat tentang bidah?

Tidak usah berdebat
Hehe
Karena debat itu layaknya menyelami sumur yang tidak ada dasarnya. Maka tinggalkanlah karena itu tidak akan ada habisnya.

9. Bagaimana mengubah pola pikir dari 'saya harus dibantu' menjadi 'saya harus membantu'?

Sebaiknya mempelajari ini dari Hoca Effendi dan Ustadz Bediuzzaman.

Kita juga perlu mengingat kembali tentang bagimana kehidupan Rasulullah. Tidak kurang-kurang contoh yang telah beliau berikan tentang prinsip di pertanyaan itu.




Uraian di atas saya tulis sambil menyimak penjelasan pembicara dalam sebuah seminar di sekolah beberapa bulan lalu. Akibat ditulis dengan terburu-buru, maka perlu perbaikan di beberapa bagian karena ada kesalahan tulis, kerancuan makna, atau antarkalimat yang tidak padu. Meski begitu, saya sama sekali tidak berniat mengubah esensi yang beliau sampaikan. Saya hanya ingin menjadikannya tulisan yang semoga lebih nyaman saat dibaca.

Kalau ada pembaca yang merasa agak asing dengan beberapa istilah disini, bisa langsung sampaikan di kolom komentar ya :)

And please feel free to share anything on comment section below.
Ceilah~

N160520W
22.43
Es timun seger banget lho gaes uwu
#Post_itivity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Day 25 Share 1 story about hikmah ramadan!

'Cinta terlarang' kami memang sudah semestinya berakhir, semoga selamanya~ Saya dan pusing adalah sepasang yang mulanya selalu bersama. Setiap hari setidaknya pasti ada satu momen dimana saya berjumpa dengannya. Pusing yang saya maksud adalah tipe yang rasanya muter sampai badan seperti mau ambruk. Ini terutama saya rasakan kalau berpindah posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya dari rebahan langsung duduk atau dari duduk langsung berdiri. Perlu waktu beberapa detik penyesuaian sambil memejamkan mata dahulu agar berhasil stabil. Kalau dilihat dari tekanan darah sebenarnya memang konsisten cenderung lebih rendah daripada orang lain pada umumnya. Tapi setelah berkonsultasi dengan suster sekolah katanya itu bukan masalah, karena setiap orang punya kisaran normalnya sendiri. Dugaan lain yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kadar hemoglobin dalam darah saya. Iya yang ini cukup terbukti sih. Sudah pernah saya periksakan juga dan memang demikian hasilnya. Saat sedang dalam hari...

Saya dan Rasa Lain yang Lucu

 Rasanya belum lama sejak terakhir menulis tentang rasa suka yang lucu. Rasa. Suka. ... yang sekejap menjadi tidak lucu lagi. Barangkali mimpi itu hanya canda. Bunga tidur yang mengada-ada. Tapi bisa juga ia adalah pertanda. Bahwa yang dinanti tak kunjung tiba, sebenarnya memang sudah selesai tak bersisa. Senangnya, saya biasa saja. Ya! Ini adalah rasa yang lucu. Saya sendiri heran. Pernyataan-pernyataan dari seseorang berhasil membuat saya berpindah haluan. Yang dulu disimpan, kini betulan berhasil diikhlaskan. Saya tidak menyangka. Saya tersadar dibuatnya. Yang sebenarnya dipertahankan bukanlah murni rasa sayang pada orangnya. Namun lebih kepada momennya yang telah terjalin lama. Lalu selanjutnya apa? Tidak tahu juga. Setidaknya untuk saat ini belum ada rencana untuk mengapa-apakan kotak rasa saya.  .  . . Yang pasti saya ketahui saat ini, bubuk kopi darimu sudah tak tersisa untuk diseduh dan dinikmati lagi.   Y281121K -selalu ada yang lain

#Day 11 Imagine that you are giving a kultum, what will you tell?

  Wabah: Pengingat tentang Terbatasnya Waktu Kita   Pandemi! Itu adalah status COVID-19 saat ini. Pandemi menurut WHO dijelaskan sebagai wabah yang sifatnya menyebar global dan mendunia. Meski semula memang ditemukan di Cina, virus ini merebak hingga kini telah mencakup 199 negara (re: saat draft tulisan ini pertama saya buat). Pelan tapi pasti, satu persatu aspek kehidupan kita terpengaruh oleh makhluk kecil tak kasat mata tapi nyata ini. Aspek kesehatan? Tentu signifikan sekali. Aspek ekonomi? Perlahan terguncang terganggu keseimbangannya. Aspek sosial? Manusia dipaksa berjauhan secara fisik, social distancing istilahnya. Masih banyak yang harus dirinci bila ingin mendeskripsikan betapa dahsyat dampak yang virus ini berikan. Namun bagaimanapun, setiap yang telah ditakdirkan oleh-Nya tentu membawa hikmah tersendiri bagi orang orang yang mau bertafakur dan merenungi sisi positif dengan bijaksana. Walau mungkin saat ini dunia sedang berduka, mari kita tilik sisi...